10 Negara Paling Aman untuk Jalan-jalan Malam, Indonesia Juara

·

·

Tren Keamanan di Dunia Menurut Laporan Gallup 2025

Berjalan kaki di malam hari bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, namun juga bisa menimbulkan rasa takut jika lingkungan sekitar dirasa tidak aman. Dalam laporan terbaru dari lembaga riset dan konsultasi global Gallup, ditemukan bahwa orang-orang merasa lebih aman dibandingkan dua dekade terakhir. Sebanyak 73 persen orang dewasa merasa aman berjalan sendirian di malam hari di tempat tinggal mereka. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Gallup mulai merilis laporan pada tahun 2006.

Peningkatan rasa aman berjalan kaki di malam hari tercatat di berbagai kawasan seperti Asia-Pasifik, Eropa Barat, Amerika Latin dan Karibia, serta Afrika Sub-Sahara. CEO Gallup Jon Clifton mengatakan bahwa temuan ini menunjukkan bahwa rasa aman bukan hanya tentang ketiadaan kekerasan, tetapi juga adanya kepercayaan, institusi, dan ketahanan kolektif.

Negara-Negara Paling Aman untuk Berjalan Kaki di Malam Hari

Gallup merilis daftar 10 negara paling aman untuk berjalan kaki di malam hari pada bulan September 2025. Singapura, negara tetangga Indonesia, menduduki peringkat pertama dengan 98 persen penduduknya merasa aman berjalan sendirian di malam hari. Ini adalah kali ke-12 bagi Singapura mencapai posisi teratas dalam daftar global Gallup.

Di bawah Singapura, terdapat beberapa negara lain dengan persentase tinggi, antara lain:

  • Tajikistan dengan 95 persen
  • China dengan 94 persen
  • Oman dengan 94 persen
  • Arab Saudi dengan 93 persen
  • Hong Kong dengan 91 persen
  • Kuwait dengan 91 persen
  • Norwegia dengan 91 persen
  • Bahrain dengan 90 persen
  • Unit Emirat Arab (UEA) dengan 90 persen

Sementara itu, Afrika Selatan melaporkan persepsi keselamatan terendah di dunia dengan hanya 33 persen orang dewasa yang merasa aman. Disusul oleh Lesotho dan Botswana, masing-masing dengan 34 persen.

Alasan Singapura Jadi Negara Teraman

Singapura telah lama dikenal sebagai negara dengan tingkat kejahatan rendah, penegakan hukum yang efektif, serta ketertiban umum yang kuat. Faktor-faktor ini turut berkontribusi pada persepsi keamanan yang tinggi dari masyarakatnya.

Namun, karena Singapura adalah negara-kota kepulauan yang kecil dan berpenghasilan tinggi, kemajuan yang dicapai mungkin sulit direplikasi di konteks lain. Beberapa negara teraman di dunia, termasuk Singapura dan China, memiliki investasi infrastruktur dan pengawasan yang sangat tinggi, serta keberadaan otoritas yang menjadi bagian dari tatanan sosial. Hal ini menghasilkan rasa keteraturan dan prediktabilitas yang membuat masyarakat percaya untuk berjalan kaki di malam hari tanpa khawatir.

Perbedaan Gender dalam Persepsi Keselamatan

Perbedaan persepsi keselamatan berdasarkan gender masih terlihat jelas. Secara global, 67 persen perempuan mengatakan mereka merasa aman berjalan sendirian di malam hari. Sementara itu, jumlah laki-laki yang merasa aman mencapai 78 persen. Di lebih dari 100 negara dan wilayah, kesenjangan gender dalam persepsi keselamatan melebihi 10 poin persentase.

Beberapa negara berpenghasilan tinggi, termasuk Amerika Serikat (AS), Australia, dan beberapa negara anggota Uni Eropa, memiliki kesenjangan gender terbesar. Misalnya, di AS, sebanyak 71 persen orang dewasa merasa aman berjalan di malam hari, yang sejalan dengan peringkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, AS memiliki salah satu gap gender terbesar di antara negara-negara berpenghasilan tinggi.

Total 58 persen perempuan melaporkan merasa aman, dibandingkan dengan 84 persen laki-laki yang merasa aman berjalan sendirian di malam hari. Artinya, ada kesenjangan gender sebesar 26 poin.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »