ASKAI.ID – Top UP Isi Ulang Game Murah
– Kecerdasan dapat ditandai dengan berbagai hal, termasuk cara berpikir yang kritis.
Berpikir kritis merupakan kemampuan seseorang dalam menilai informasi secara obyektif dan tidak sekadar menerima pendapat begitu saja. Dengan kemampuan ini, orang yang cerdas kerap melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk menambah pengetahuan dan perspektifnya. Namun, hal ini justru kerap membuat orang cerdas tampak memperumit keadaan sehingga orang lain mengungkapkan kalimat-kalimat yang tak jarang membuatnya tersinggung dan sebal.
Lantas, kalimat apa saja yang dianggap menyebalkan oleh orang yang cerdas? Berikut 11 kalimat yang dianggap menyinggung dan menyebalkan oleh orang cerdas:
11 Kalimat yang Dianggap Menyebalkan oleh Orang Cerdas
\”Aku tidak perlu tahu tentang itu\”
Orang yang cerdas suka mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri dan orang lain. Karena itu, mereka bisa tersinggung oleh kalimat \”aku tidak ingin tahu\” yang dinilai menghambat percakapan produktif atau dimaksudkan untuk memberi batasan. Sementara itu, orang yang cerdas lebih menyukai tanggapan yang memberikan perspektif berbeda dan pandangan baru.\”Memang beginilah cara dunia bekerja!\”
Karena memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, orang yang cerdas kerap merasa bingung dengan keadaan dunia saat ini. Mereka menganggap keadaan dunia bisa diusahakan atau diubah dengan kontribusi sekecil apa pun. Itulah mengapa kalimat yang terkesan menghindari tanggung jawab dan menyiratkan \”tidak ada yang bisa kita lakukan\” membuat mereka sebal.\”Kamu terlalu overthinking\”
Studi oleh Neuron pada 2015 menunjukkan bahwa orang yang cerdas cenderung lebih kreatif dan ingin tahu, sehingga mereka dapat menikmati argumen dan percakapan yang mendalam. Ketika mereka dituduh terlalu banyak berpikir, padahal itu memang sifat bawaannya, orang yang cerdas dapat merasa tidak divalidasi dan diremehkan.\”Ini tidak seserius itu\”
Selanjutnya, orang yang cerdas kerap disalahpahami sebagai sosok yang hobi membuat segala hal menjadi lebih rumit. Kenyataannya, mereka lebih peduli untuk mempelajari hal-hal baru dan keluar dari zona nyaman sehingga banyak mengajukan pertanyaan. Karena merasa pertanyaan tersebut memang diperlukan, mereka bisa tersinggung jika dianggap terlalu serius atau memperumit keadaan.\”Memang begitulah adanya\”
Orang cerdas tidak mau menerima alasan seperti \”memang itulah adanya\” untuk menghindari percakapan yang rumit dan beban tambahan. Sebab, mereka sendiri bersedia mencari jawaban dan meluangkan waktu untuk mempelajari hal-hal yang tidak diketahui. Mereka mau mengakui bahwa dirinya bukan ahli, alih-alih menutupi ketidaktahuan dengan mencari-cari alasan.\”Saya dibesarkan dengan cara seperti ini\”
Studi yang diterbitkan oleh BMC Public Health mengungkapkan bahwa karakter dan tindakan orang dewasa umumnya sangat dipengaruhi oleh pola asuh sejak masa kecil. Walaupun mengetahui hal tersebut, tetapi orang yang cerdas juga menyadari bahwa manusia dewasa memiliki kapasitas untuk mengatasi karakter buruk atau masalah hidupnya. Karena itu, mereka tidak suka dengan kalimat yang mengambinghitamkan masa lalu untuk menghindari tanggung jawab.\”Cuma bercanda!\”
Orang cerdas umumnya peka terhadap situasi sehingga tahu perbedaan antara humor dengan niat terselubung. Ketika seseorang melontarkaan candaan dengan tujuan menyinggung atau menyakiti orang lain, mereka sebenarnya tahu. Mereka bisa sebal jika orang tersebut menggunakan alasan \”hanya bercanda\” untuk memanipulasi orang.\”Aku tidak peduli\”
Selanjutnya, orang yang cerdas juga bisa merasa kesal dengan perkataan lugas semacam \”aku tidak peduli\”. Mereka yang pada dasarnya peduli dengan perspektif orang lain dan belajar darinya, bisa tersinggung mendengar kalimat tersebut.\”Aku memang sial terus\”
Psikoterapis Tina Gilbertson menilai, banyak orang yang terjerumus dalam rasa mengasihani diri sendiri. Orang-orang ini menyukai kalimat-kalimat validasi yang mengungkapkan bahwa kesulitan hidup selalu disebabkan oleh faktor eksternal di luar dirinya. Namun, mereka yang cerdas tidak menyukai kalimat-kalimat menyalahkan faktor lain seperti itu tanpa upaya memperbaiki faktor internal.\”Itu bukan salahku!\”
Menurut psikoterapis F. Diane Barth, orang yang bertanggung jawab dan merasa nyaman dengan diri sendiri mudah untuk mengakui kesalahan. Mereka tidak tertarik mencari-cari alasan dan lebih berfokus pada apa yang bisa dipelajarinya dari kesalahan. Karena memahami hal ini, orang yang cerdas bisa sebal dengan mereka yang fokus membela diri alih-alih mencari solusi.\”Aku tidak suka minta bantuan\”
Terakhir, orang yang berani meminta bantuan cenderung lebih kompeten dan cerdas, menurut laporan Stanford. Dengan bertanya, meminta tolong, dan mencari nasihat, orang yang cerdas mampu menjalin relasi dengan orang lain dan mempelajari hal yang baru. Orang yang cerdas dapat tersinggung dengan perkataan mereka yang memiliki pola pikir yang keliru tentang meminta tolong.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.