6 Hewan Unik di Samudra Antartika, Mulai dari Penguin Kaisar hingga Paus Minke

·

·

Samudra Selatan: Dunia Bawah Laut yang Penuh Keajaiban

Samudra Selatan, atau dikenal juga sebagai Samudra Antartika, adalah samudra terbaru yang diresmikan oleh Organisasi Hidrografi Internasional pada tahun 2000. Dengan luas sekitar 20 juta km², samudra ini menjadi samudra terbesar keempat di dunia setelah Pasifik, Hindia, dan Atlantik. Selain luasnya, samudra ini juga menyimpan berbagai keanekaragaman hayati yang sangat menarik untuk dipelajari.

Di bawah permukaan air yang dingin dan gelap, banyak spesies unik hidup dalam lingkungan yang sangat ekstrem. Artikel ini akan membahas beberapa hewan khas yang tinggal di Samudra Selatan, mulai dari burung hingga ikan dan makhluk laut lainnya.

1. Burung Petrel Salju



Burung petrel salju adalah salah satu spesies burung pelagis yang sering terlihat terbang di atas Samudra Selatan. Mereka biasanya mencari makan dengan menyelam ke lautan dangkal untuk menangkap kril, ikan kecil, dan krustasea.

Ciri khas burung ini adalah tubuhnya yang seluruhnya berwarna putih, kecuali paruh dan matanya yang hitam serta kaki yang berwarna biru pucat. Panjang tubuhnya sekitar 40 cm dengan lebar sayap mencapai 75 cm dan berat sekitar 450 gram.

2. Penguin Kaisar



Penguin kaisar adalah hewan ikonik dari Antartika yang hidup baik di daratan maupun di lautan. Mereka bisa menyelam hingga kedalaman 1800 kaki untuk mencari mangsa seperti ikan, krustasea, dan cephalopoda. Saat mencari makan, mereka biasanya bergerak dalam kawanan.

Penguin kaisar memiliki warna tubuh yang khas, yaitu perut berwarna putih dan kepala, punggung, ekor, serta sayap berwarna hitam. Di samping kepala dan leher mereka terdapat tanda kuning emas. Tinggi penguin ini bisa mencapai 115 cm dan beratnya hingga 45 kg.

3. Cumi-Cumi Colosal



Cumi-cumi colosal adalah salah satu makhluk laut terbesar yang hidup di Samudra Antartika. Mereka berenang di bagian terdalam dan tergelap dari samudra ini. Ukuran cumi-cumi ini bisa mencapai panjang sekitar 46 kaki dengan berat hingga 700 kg. Mata mereka bahkan lebih besar dari bola basket dengan diameter sekitar 27 cm.

Predator utama cumi-cumi ini adalah ikan bergigi antartika. Sayangnya, ikan tersebut juga bisa memakan cumi-cumi ketika sedang terluka atau sekarat.

4. Paus Minke



Paus minke tidak hanya tinggal di Samudra Selatan, tetapi juga tersebar di seluruh lautan dunia. Mereka bisa mencapai panjang hingga 10 meter dan berat sekitar 9000 kg. Betina umumnya lebih besar daripada jantan. Ciri fisiknya adalah tubuh berwarna hitam atau abu-abu tua dengan perut berwarna terang.

Paus minke cenderung hidup soliter dan hanya berinteraksi saat musim kawin. Meskipun ukurannya besar, mereka bisa berenang hingga kecepatan 40 km/jam.

5. Ikan Bergigi Antartika



Ikan bergigi antartika, atau dikenal juga sebagai kod antartika, hidup di Laut Bellingshausen dan Laut Amundsen. Mereka mampu bertahan di perairan yang sangat dingin, bahkan di bawah nol derajat Celsius. Ikan ini memiliki cadangan lemak yang digunakan sebagai energi selama masa pemijahan.

Warna tubuh ikan ini biasanya hitam atau coklat zaitun dengan bagian bawah yang lebih terang dan pola bintik-bintik. Banyak ikan ini tertangkap dalam kondisi kekurangan lemak karena pengeluaran energi yang besar selama periode reproduksi.

6. Krill Antartika



Krill antartika adalah biota laut transparan yang hidup di Samudra Selatan. Cangkangnya memiliki semburat merah dan bintik-bintik pigmen kecil. Krill dewasa memiliki panjang sekitar 6 cm dan berat lebih dari 1 gram.

Di bawah air yang dingin dan dalam, krill berkumpul dalam kawanan yang sangat padat, hingga 300 ribu ekor per meter kubik. Mereka bisa mengganti kulit sepanjang hidupnya untuk mengurangi ukuran tubuh dan meningkatkan kemampuan bertahan hidup.

Krill antartika juga dapat bertelur hingga 8.000 butir dalam sekali periode. Di darat, penguin kaisar bisa berkumpul dalam jumlah yang sangat besar, sementara burung petrel salju menggunakan minyak untuk melawan predator.

Paus minke bisa mengeluarkan suara hingga 152 desibel, setara dengan suara pesawat jet. Setelah telur cumi-cumi kolosal menetas, cumi-cumi muda akan tinggal di lautan dalam. Ikan bergigi antartika bisa dimakan dan kaya akan omega-3 serta lemak.

Itulah beberapa hewan unik yang hidup di Samudra Selatan. Setiap spesies memiliki keunikan dan adaptasi yang luar biasa untuk bertahan hidup di lingkungan yang sangat ekstrem. Mana hewan favoritmu?


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »