74 Penerbangan Di Bandara Bali Terlambat Akibat Mati Listrik, Keterlambatan 30 Menit–1 Jam

·

·

Insiden Listrik Padam di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali

Pada Jumat (10/10) sore, terjadi insiden pemadaman listrik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Kejadian ini memicu perbincangan publik dan mengganggu aktivitas bandara yang biasanya ramai dengan lalu lalang penumpang.

Dalam waktu singkat, listrik di bandara mendadak padam. Hal ini menyebabkan gangguan pada berbagai operasional bandara. Otoritas Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat sebanyak 74 penerbangan terdampak, baik penerbangan internasional maupun domestik. Dari jumlah tersebut, 42 penerbangan internasional dan 32 penerbangan domestik mengalami keterlambatan.

Menurut General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, dampak dari pemadaman listrik hanya berupa penyesuaian waktu atau delay. Tidak ada pengalihan atau pembatalan penerbangan. Rata-rata keterlambatan berkisar antara 30 menit hingga satu jam.

\”Kemarin rata-rata delay 30 menit sampai dengan 1 jam,\” ujar Ahmad Syaugi Shahab.

Selain itu, otoritas bandara juga mencatat delapan pesawat yang tertahan di udara selama terjadi gangguan listrik. Menurut informasi, dampak pemadaman listrik baru saja sepenuhnya pulih pada dini hari Sabtu (11/10). Penerbangan terakhir yang berangkat adalah Garuda Indonesia (GIA 870) tujuan Incheon yang lepas landas pada pukul 02.16 WITA.

Ahmad Syaugi Shahab menambahkan bahwa setelah pemadaman listrik, seluruh aktivitas penerbangan, pelayanan penumpang, serta arus kendaraan pengantar dan penjemput telah kembali normal dan lancar.

Kejadian ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.13 WITA, Jumat (10/10) sore. Kondisi ini membuat suasana di bandara terbesar di Bali menjadi kacau balau. Penumpang kebingungan dan mengakibatkan kemacetan di area keluar serta masuk gate. Lalu lintas pesawat juga ikut terganggu.

Insiden pemadaman listrik ini cepat viral di media sosial. Banyak masyarakat yang menyampaikan kekecewaan mereka terhadap kejadian ini. Mereka menganggap hal ini merusak citra pariwisata Bali sebagai destinasi wisata dunia.

Dampak Terhadap Citra Pariwisata Bali

Bali dikenal sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia. Kehadiran bandara yang menjadi pintu masuk bagi para wisatawan tentu sangat penting dalam menjaga reputasi pariwisata daerah ini. Namun, kejadian pemadaman listrik yang tidak terduga ini menimbulkan kekhawatiran akan kesiapan infrastruktur bandara.

Masyarakat dan pelaku usaha pariwisata berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Diperlukan langkah-langkah pencegahan dan peningkatan kualitas sistem listrik di bandara agar tidak mengganggu operasional dan reputasi Bali sebagai destinasi wisata unggulan.

Langkah Perbaikan dan Pencegahan

Otoritas Bandara I Gusti Ngurah Rai diharapkan dapat melakukan evaluasi terhadap penyebab pemadaman listrik dan mengambil tindakan preventif untuk menghindari kejadian serupa di masa depan. Peningkatan fasilitas dan sistem cadangan listrik bisa menjadi solusi jangka panjang.

Selain itu, komunikasi yang lebih baik antara otoritas bandara dengan para penumpang dan maskapai penerbangan juga penting untuk mengurangi kebingungan dan ketidaknyamanan yang terjadi saat terjadi gangguan.

Kesimpulan

Insiden listrik padam di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menjadi perhatian serius. Meskipun situasi akhirnya pulih, kejadian ini mengingatkan pentingnya kesiapan infrastruktur dan sistem pendukung lainnya dalam menjaga kenyamanan dan kepercayaan para pengunjung. Dengan langkah-langkah yang tepat, Bali tetap dapat menjaga citranya sebagai destinasi wisata yang andal dan profesional.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »