8 Tanda Awal Demensia yang Sering Terlewat, Selain Kehilangan Memori

·

·

Tanda-Tanda Awal Demensia yang Tidak Berkaitan dengan Kehilangan Ingatan

Banyak orang menganggap demensia hanya berkaitan dengan masalah kehilangan daya ingat. Namun, sebenarnya ada beberapa gejala non-memori yang muncul lebih awal dan sering kali tidak disadari. Tanda-tanda ini bisa sangat halus, sehingga kita menganggapnya sebagai bagian dari proses penuaan biasa. Mengenali tanda-tanda ini penting untuk deteksi dini dan intervensi yang tepat.

Berikut adalah delapan tanda awal demensia yang tidak terkait dengan ingatan:

  • Perubahan Halus Suasana Hati atau Kepribadian

    Perubahan kepribadian yang perlahan-lahan terjadi sering menjadi tanda awal yang terabaikan. Seseorang mungkin menjadi lebih cemas, mudah tersinggung, atau bahkan menunjukkan tanda-tanda depresi. Perubahan ini dapat terjadi bertahap, dan penderitanya sendiri sering tidak menyadarinya.

  • Kesulitan Menemukan Kata yang Tepat

    Penderita demensia dini mungkin mulai sering terhenti di tengah kalimat. Mereka berjuang keras untuk menemukan kata yang ingin diucapkan saat berkomunikasi. Padahal, percakapan yang dulu mengalir lancar kini menjadi tugas yang menantang.

  • Kesulitan dalam Pemikiran Abstrak

    Ini bukan hanya tentang lupa letak dompet, tetapi kesulitan memahami konsep-konsep. Contohnya, mereka mungkin bingung bahwa selembar uang bernilai tertentu dapat ditukar dengan barang. Hal ini menunjukkan dampak penyakit pada kognitif yang lebih luas.

  • Kesulitan Menyelesaikan Tugas yang Dikenal

    Melakukan tugas-tugas harian yang sudah akrab dapat menjadi semakin sulit bagi mereka. Ini melibatkan kesulitan mengikuti urutan langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Ini melampaui lupa dan menyentuh kemampuan eksekutif otak.

  • Menjadi Kurang Bersosialisasi

    Orang yang tadinya sangat ramah dan suka bergaul mungkin mulai menarik diri dari aktivitas sosial. Mereka menghindari pertemuan karena merasa kewalahan atau sulit mengikuti percakapan. Perubahan ini merupakan indikator penting yang menunjukkan mereka mulai terputus dari dunia sosial.

  • Sering Salah Menaruh Barang Secara Tidak Logis

    Seseorang bisa saja menaruh barang di tempat yang sama sekali tidak masuk akal. Ini menunjukkan adanya perjuangan otak dalam mengelola kesadaran spasial dan penempatan barang yang logis. Fenomena ini bukanlah sekadar lupa sederhana.

  • Perubahan dalam Penampilan dan Kebersihan Pribadi

    Terlihat penurunan perhatian terhadap perawatan diri dan kebersihan diri pribadi. Mereka mungkin mulai memakai pakaian yang sama selama berhari-hari atau tidak lagi merawat kuku dan rambut. Ini menunjukkan adanya penurunan upaya dalam merawat diri.

  • Tersesat di Tempat yang Sudah Akrab

    Satu di antara tanda yang paling mengkhawatirkan adalah berkeliaran tanpa tujuan atau tersesat di area yang sudah dikenal. Hal ini bukan hanya lupa jalan, tetapi lebih kepada disorientasi yang berbahaya. Ini memerlukan perhatian medis segera untuk menjamin keselamatan mereka.

Perubahan halus pada kepribadian dan fungsi otak sama pentingnya dengan masalah ingatan untuk deteksi dini. Kita harus memperhatikan tanda-tanda yang tidak biasa ini pada orang yang kita cintai. Jangan menganggapnya sebagai sesuatu yang normal terjadi.

Mencari bantuan profesional adalah langkah paling penting jika Anda mendapati tanda-tanda ini. Intervensi cepat dapat membuat perbedaan besar dalam mengelola kondisi demensia.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »