MotoGP 2025 Indonesia: Bagnaia Lakukan Ritual Tolak Bala Lombok Meski Sempat Menghindar

·

·

Kedatangan Pembalap MotoGP di Lombok

Beberapa pembalap MotoGP telah tiba di Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjelang seri ke-18 MotoGP Indonesia 2025. Salah satu yang hadir adalah Francesco Bagnaia, yang disambut dengan ritual adat setempat.

Francesco Bagnaia dan sejumlah pembalap MotoGP lainnya tiba di Bandara Internasional Lombok pada Senin (29/9/2025) malam. Mereka langsung terbang ke Indonesia setelah mengikuti gelaran MotoGP Jepang akhir pekan lalu. Kedatangan para pembalap ini menimbulkan momen unik, khususnya dalam hal tradisi lokal yang mereka alami.

Pembalap Ducati Lenovo tersebut menerima Sembeq, yaitu ritual penolak bala dari suku Sasak. Tradisi ini dilakukan dengan cara menggoreskan Sembeq yang terbuat dari daun sirih dan buah pinang ke dahi. Ritual ini biasanya dilakukan untuk memberikan perlindungan dan doa kepada seseorang.

MotoGP adalah olahraga yang berisiko tinggi. Selain itu, Sirkuit Mandalika yang menjadi arena balapan juga dikenal sulit. Pada musim lalu, hanya ada 12 pembalap yang berhasil finis. Khusus untuk Bagnaia, ia menghadapi musim yang penuh tantangan. Meski memenangi 11 balapan GP musim lalu, pada tahun ini dia sering gagal bersaing karena kehilangan \”feeling\” pada motornya.

Sensasi buruk pada bagian depan motor membuat Bagnaia kesulitan dalam pengereman dan masuk tikungan dengan cepat. Namun, Bagnaia berhasil memecahkan kutukannya dengan meraih kemenangan lengkap plus pole position pada akhir pekan lalu di Jepang. Meskipun demikian, jika melihat perjalanan musim ini, Bagnaia sering kali kehilangan arah setiap kali menemukan solusi nyata. GP Indonesia menjadi pertanyaan besar baginya.

Bagnaia secara sukarela memberikan dahinya untuk digoreskan dengan campuran daun pinang dan sirih yang telah ditumbuk dan dibacakan doa-doa sebelumnya. Awalnya, Bagnaia sempat menghindar karena kaget. Ia terlebih dahulu melihat Sembeq yang akan digoreskan di dahinya setelah pemangku adat Bayan, Raden Kertamono, mengangkat topinya.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Denda Dewi Tresni Budi Astuti, mengungkapkan bahwa pembalap kaget karena mungkin belum diinformasikan sebelumnya. \”Namun setelah kita jelaskan kepada para pembalap termasuk Pecco tadi Alhamdulillah responsnya menerima dengan sangat positif,\” jelas Denda Dewi.

Diperkenalkannya tradisi Sembeq dilakukan oleh Pemprov NTB untuk mengangkat budaya yang ada di Lombok, khususnya Lombok Utara. \”Salah satu keunikan budaya yang terus bertahan sampai saat ini adalah prosesi menyembeq,\” jelas Denda Dewi. \”Prosesi ini menampilkan atau memberikan ritual sebuah magnet energi di mana saat disembeq diharapkan memberikan keselamatan dan doa-doa penerima Sembeq bisa diwujudkan.\”

\”Sehingga di sinilah sustainable tourism akan bisa kita sounding ke dunia internasional bahwa kita punya keunikan tersendiri,\” tambahnya.

Pemangku Adat Bayan, Raden Kertamono, menjelaskan bahwa warna merah sembeq melambangkan bahwa tubuh manusia memerlukan warna merah. \”Kalau tidak ada darah dalam tubuh manusia tidak bisa apa-apa,\” jelas Raden Kertamono. \”Sembeq ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ini sebagai bentuk keselamatan jiwa dan keselamatan semuanya itu. Mudah-mudahan jadinya ada yang juara.\”

Tidak semua pembalap langsung menuju ke Lombok. Marc Marquez dan dua rider Pertamina Enduro VR46 yakni Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli mampir ke Jakarta untuk acara pada Selasa (30/9/2025). Di Lombok sendiri nantinya para pembalap terlebih dahulu melakukan riders parade di Mataram pada Rabu, (1/10/2025). Selanjutnya mereka akan mengikuti agenda riders goes to school di dua sekolah di Kuta Mandalika, Kamis, (2/10/2025).


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »