Konsolidasi BUMN untuk Meningkatkan Daya Saing
Konsolidasi BUMN menjadi salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh Danantara Indonesia dalam rangka meningkatkan daya saing perusahaan-perusahaan pelat merah. Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa konsolidasi ini bertujuan agar BUMN memiliki kemampuan bersaing yang lebih baik.
\”Jadi, perusahaan-perusahaan sejenis akan kami lakukan konsolidasi supaya mereka memiliki daya saing,\” ujar Dony ketika ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (29/9/2025). Ia menegaskan bahwa tidak ingin sesama BUMN memiliki bidang usaha yang sama tetapi justru tidak memiliki daya saing yang tinggi.
Perusahaan BUMN yang Sedang Dikonsolidasi
Beberapa BUMN saat ini sedang dalam proses konsolidasi. Salah satunya adalah merger subholding di Pertamina antara PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, dan PT Pertamina Internasional Shipping (PIS). Selain itu, konsolidasi juga dilakukan pada BUMN Karya melalui merger, sehingga nantinya hanya akan ada tiga perusahaan konstruksi dengan kondisi keuangan yang sehat.
Tidak hanya itu, Danantara juga tengah menangani persoalan di Krakatau Steel sekaligus menyiapkan langkah perbaikan untuk bisnis asuransi BUMN. Menurut Dony, restrukturisasi dan pembenahan di sektor asuransi diperlukan karena adanya beban dari penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
\”Ini akan kami lakukan proses penyehatan seluruh perusahaan,\” ujarnya. Selain itu, terdapat pula rencana penggabungan dua maskapai pelat merah, yakni Pelita Air dan Garuda Indonesia.
Jumlah BUMN yang Terus Bertambah
Sebelumnya, Managing Director dan Chief Economist Danantara Reza Yamora Siregar pernah bercerita mengenai konsolidasi berbagai BUMN di Indonesia. Dalam proses konsolidasi ini, Reza menjelaskan bahwa jumlah BUMN awalnya sekitar 700 sampai 800, namun seiring berjalannya waktu, jumlah tersebut justru makin meningkat.
\”Pada waktu kami datang, ada sekitar estimasi 700-800 BUMN. Setiap bulan kami analisa, kelihatannya makin lama makin banyak. Sekarang estimasi kami sekitar hampir 1.050 BUMN,\” katanya ketika memberi sambutan dalam acara seminar nasional yang digelar Lemhanas RI di Jakarta Pusat, Senin (11/8/2025).
Reza menjelaskan bahwa jumlah besar tersebut tidak hanya berasal dari perusahaan induk, tetapi juga dari anak, cucu, hingga cicit perusahaan BUMN. Menurutnya, penting untuk mengetahui jumlah pasti BUMN yang ada di bawah pengelolaan Danantara. Dengan mengetahui secara pasti, Danantara bisa memetakan aset dan kewajiban (liabilitas) yang ada di bawah tanggung jawab mereka.
Sinergi dan Klasterisasi BUMN
Lebih lanjut, Reza menyoroti perlunya sinergi antar BUMN, terutama yang memiliki lini bisnis serupa. Salah satu contohnya adalah sektor asuransi. \”Apakah kita membutuhkan 14-15 asuransi? Apakah tidak cukup dengan satu asuransi jiwa, satu asuransi umum, satu asuransi syariah?\” ujar Reza.
Selain asuransi, ia juga mencontohkan sinergi BUMN yang bergerak di bidang karya seperti Hutama Karya dan Waskita Karya. Saat ini memang ada rencana merger perusahaan konstruksi pelat merah di bawah Danantara. Selain itu, Reza menyoroti banyaknya BUMN yang menjalankan bisnis di luar core business mereka seperti memiliki hotel, rumah sakit, atau properti.
Reza memandang itu perlu disinergikan. Ia mengungkap Danantara akan mensinergikan beberapa BUMN ke dalam satu klaster. \”Nah, kemudian kami konsolidasi. Apakah perlu tadi yang saya bilang 14 asuransi? Apakah kita hanya butuh sekitar 3 asuransi? Jadi itu kita klaster lagi,\” ucap Reza.
Target COO Danantara Indonesia
Setelah proses sinergi dilakukan, Reza menyampaikan bahwa Danantara akan memperkuat model bisnis dan tata kelola BUMN yang tergabung, sebelum melanjutkan ke tahap penciptaan nilai. Ia menegaskan target COO Danantara Indonesia Dony Oskaria adalah merampingkan jumlah BUMN menjadi sekitar 200.
\”Sekitar 1.000 jadi sekitar 200, tapi 200 powerful BUMN. 200 competitive BUMN yang mempunyai daya saing teknologi dan human resource yang mempuni,\” ujar Reza.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.