4 Perintah Presiden Prabowo untuk Mencegah Keracunan MBG Berulang

·

·

Kepala BGN Ungkap Instruksi Presiden Terkait Keracunan MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan beberapa instruksi yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto terkait dengan penanganan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Instruksi ini diberikan setelah adanya peningkatan jumlah kasus keracunan yang terjadi di berbagai wilayah.

Pertemuan antara Dadan dan Presiden Prabowo dilakukan pada Sabtu (27/9/2025), setelah Presiden kembali dari luar negeri. Dalam pertemuan tersebut, Dadan melaporkan perkembangan program MBG, termasuk pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini telah mencapai 6.636 unit.

Laporan tentang Kasus Keracunan MBG

Dadan menyampaikan bahwa sejak Januari hingga Juli terdapat 24 kasus keracunan, sedangkan dalam dua bulan terakhir jumlahnya meningkat menjadi 47 kasus. Hal ini membuat Presiden merasa prihatin dan meminta penjelasan tentang penyebab utama kejadian tersebut.

Berikut adalah beberapa instruksi yang diberikan oleh Presiden Prabowo terkait penanganan keracunan MBG:

  1. Tata Kelola SPPG Diperketat

    Dadan menjelaskan bahwa ada sekitar 7.224 SPPG baru yang masih perlu waktu untuk mencapai standar keamanan. Oleh karena itu, Presiden meminta agar tata kelola SPPG diperketat dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dilakukan lebih ketat.

  2. Juru Masak Terlatih

    Presiden menyarankan agar setiap SPPG memiliki juru masak atau koki yang terlatih. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan kualitas makanan yang disajikan sesuai dengan standar gizi dan keamanan.

  3. Rapid Test Hasil Masakan

    Selanjutnya, Presiden meminta setiap SPPG melakukan rapid test terhadap hasil masakan sebelum didistribusikan. Instruksi ini sudah diterapkan di SPPG yang dibangun oleh Polri dan akan segera dilaksanakan di seluruh SPPG.

  4. Menjamin Higienitas

    Presiden juga meminta agar setiap SPPG memiliki alat sterilisasi food tray dan menggunakan air yang layak untuk memasak. Dadan menjelaskan bahwa banyak kasus keracunan terjadi akibat kurangnya higienitas dalam proses pengolahan makanan.

Penyebab Keracunan MBG

Dadan menilai bahwa ada beberapa SPPG yang belum menerapkan SOP secara baik. Contohnya adalah SPPG di Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Menurut Dadan, SPPG tersebut tidak mematuhi aturan dalam pemilihan bahan baku dan proses pengolahan makanan.

Seharusnya, SPPG membeli bahan baku dua hari sebelum disiapkan untuk program MBG. Selain itu, makanan harus dimasak paling cepat pukul 01.30 WIB agar tidak melebihi empat jam sebelum sampai ke penerima manfaat. Namun, SPPG tersebut membeli bahan baku pada hari Sabtu dan memasaknya pada hari Rabu pukul 09.00 malam.

Meski demikian, Dadan menjelaskan bahwa SPPG tersebut tergolong baru dan masih dalam proses adaptasi. Meskipun begitu, mereka ingin mencapai target jumlah yang besar, sehingga belum sepenuhnya terbiasa dengan SOP yang berlaku.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »