Pemangkatan Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro sebagai Kapolda Sulawesi Selatan
Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro kini menjadi sorotan setelah diangkat sebagai Kapolda Sulawesi Selatan. Pemangkatan ini terjadi tidak lama setelah ia menyatakan bahwa ijazah Presiden Joko Widodo adalah asli dan sah berdasarkan hasil penyelidikan serta uji forensik yang dilakukan oleh Bareskrim Polri.
Djuhandhani, yang sebelumnya menjabat sebagai Dirtipidum Bareskrim Polri, mendapatkan promosi jabatan yang signifikan. Ia akan naik pangkat menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) dan menggantikan posisi Irjen Rusdi Hartano yang dimutasi ke Bareskrim Polri.
Pengangkatan Djuhandhani sebagai Kapolda Sulsel tertuang dalam Surat Telegram Kapolri ST/2192/IX/KEP./2025 yang dikeluarkan pada 24 September 2025. Pengangkatan ini juga mencakup mutasi sekitar 60 personel Polri dari jabatan lama mereka ke posisi baru.
Karier yang Cemerlang
Djuhandhani Rahardjo Puro telah menjabat sebagai Dirtipidum Bareskrim Polri sejak 22 Desember 2022. Ia memiliki rekam jejak karier yang sangat cemerlang di jajaran Polri. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 ini satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Selama bertahun-tahun, Djuhandhani telah menjalani berbagai jabatan strategis di Polri. Beberapa di antaranya meliputi:
- Kasubdit IV/Poldok Dittipidum Bareskrim Polri
- Anjak Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri pada 2019
- Dirreskrimum Polda Bali pada 2020
- Dirreskrimum Polda Jawa Tengah pada 2021
- Dirtipidum Bareskrim Polri pada 2022
Setelah cukup lama menjabat sebagai Dirtipidum, Djuhandhani akhirnya diangkat menjadi Kapolda Sulsel pada 2025.
Penyelidikan Ijazah Presiden
Salah satu kasus penting yang ditangani oleh Djuhandhani adalah penyelidikan terkait ijazah Presiden Joko Widodo. Berdasarkan hasil penyelidikan dan uji forensik yang dilakukan oleh Bareskrim Polri, Djuhandhani menyatakan bahwa ijazah tersebut adalah asli dan sah.
Hasil pemeriksaan ini diumumkan pada Kamis, 22 Mei 2025. Namun, hasil tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh pihak-pihak tertentu, seperti Rismon Sianipar cs, yang mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi.
Beberapa pihak bahkan menyebut bahwa Djuhandhani tampak ketakutan dalam menunjukkan ijazah asli Jokowi. Hal ini diungkapkan oleh Rismon, yang mengatakan bahwa ada \”ketakutan\” bagi Dirtipidum Bareskrim atau laboratorium forensik Mabes Polri untuk menunjukkan objek yang diuji forensik.
Harta Kekayaan yang Terdaftar
Harta kekayaan Djuhandhani Rahardjo Puro juga menjadi perhatian. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, ia tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp3,1 miliar. Laporan terakhirnya diterima pada 22 Oktober 2021.
Berikut rincian harta kekayaannya:
- TANAH DAN BANGUNAN: Rp2,646 miliar
- Tanah dan Bangunan Seluas 165 m2/150 m2 di Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta: Rp1,222.500.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 121 m2/258 m2 di NEGARA [unknown]: Rp1,423.500.000
- ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN: Rp210 juta
- MOBIL, HONDA CR-V JEEP Tahun 2008: Rp210 juta
- HARTA BERGERAK LAINNYA: Rp320 juta
- SURAT BERHARGA: Rp0
- KAS DAN SETARA KAS: Rp22 juta
- HARTA LAINNYA: Rp0
Sub Total: Rp3.198.000.000
Hutang: Rp0
Total Harta Kekayaan: Rp3.198.000.000


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.