Kementerian Luar Negeri atau Kemlu merespons beredarnya foto baliho di Israel yang menampilkan Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah kepala negara, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Di baliho tersebut juga terdapat Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed Al-Nahyan, Raja Yordania Abdullah II, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS), Presiden Mesir Abdul Fattah as-Sisi, serta Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Menurut informasi yang beredar, baliho itu dipasang di sejumlah titik di ibu kota Israel, Tel Aviv. Di media sosial terutama X, baliho tersebut ramai diperbincangkan karena disebut-sebut berkaitan dengan dukungan terhadap 21 poin proposal Trump terkait penyelesaian konflik Palestina-Israel di kawasan Timur Tengah.
Kemlu Angkat Bicara
Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang menjelaskan bahwa baliho itu merupakan bagian dari kampanye salah satu NGO Israel yang mendorong pemerintahnya memperluas partisipasi negara dalam Abraham Accords, termasuk Arab Saudi dan Indonesia, terutama setelah pertemuan Presiden Trump bersama sejumlah pemimpin Arab dan Muslim di New York.
Yvonne menegaskan sikap Indonesia tidak berubah terhadap Israel. “Posisi Indonesia sangat jelas bahwa tidak akan ada pengakuan dan normalisasi dengan Israel baik melalui Abraham Accords atau platform lainnya, kecuali Israel terlebih dahulu mau mengakui negara Palestina yang merdeka dan berdaulat,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin malam, 29 September 2025.
Ia menegaskan bahwa sesuai pernyataan Menlu Sugiono sebelumnya, setiap visi terkait Israel harus diawali dengan pengakuan atas kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.
Pidato Prabowo di PBB
Isu baliho muncul tak lama setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Dalam pidatonya pada 23 September 2025, Prabowo menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik di Gaza.
“Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, kita juga harus mengakui, kita juga harus menghormati, dan kita juga harus menjamin keselamatan dan keamanan Israel,” kata Prabowo. Ia juga menyoroti penderitaan rakyat Gaza akibat serangan Israel.
Prabowo menggambarkan situasi kemanusiaan yang memburuk, dengan jutaan orang menghadapi trauma, kelaparan, hingga ancaman kematian. “Saat ini juga, orang-orang tak bersalah menangis meminta pertolongan, menangis ingin diselamatkan. Siapa yang akan menyelamatkan mereka? Jutaan orang menghadapi bahaya saat kita duduk di sini,” ucapnya.
Sepulang dari New York, Prabowo menyatakan harapan agar kunjungannya membuahkan langkah menuju gencatan senjata. “Kita segera butuh gencatan senjata untuk rakyat Gaza dan penyelesaian yang substantif. Jadi saya kira, Alhamdulillah kunjungan saya membawa manfaat,” kata Prabowo di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu, 27 September 2025.
Prabowo menyebut pidatonya di PBB mendapat sambutan positif dari sejumlah pemimpin dunia. “Saya lihat ada itikad baik dari banyak pihak,” ujarnya.
Respons Netanyahu
Dalam forum yang sama, sebelumnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi pernyataan Prabowo. Berbicara pada hari terakhir sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum, Netanyahu menyebut dirinya mencatat pidato Presiden Indonesia.
“Dan saya mencatat, seperti halnya Anda juga pasti mencatat, kata-kata yang penuh semangat yang disampaikan di sini oleh Presiden Indonesia. Ini adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Dan ini juga merupakan pertanda tentang apa yang bisa terjadi di masa depan,” kata Netanyahu.
Ia berpendapat kerja sama dengan Israel akan memberi manfaat bagi negara-negara Arab dan Muslim, terutama dalam bidang teknologi. “Saya percaya bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Timur Tengah akan terlihat sangat berbeda. Banyak dari mereka yang hari ini memerangi Israel, akan lenyap besok. Para pembawa damai yang berani akan menggantikan mereka,” ujarnya.
Eka Yudha Saputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.