Ritual Pembukaan Cupu Kyai Panjala di Gunungkidul
Pada hari Senin, 29 September 2025, masyarakat Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta, menghadiri sebuah acara penting yang rutin dilakukan setiap tahun. Ribuan orang dari berbagai daerah berkumpul di rumah Ki Medi Suminarno, sang juru kunci, untuk menyaksikan ritual tahunan pembukaan Cupu Kyai Panjala.
Acara ini berlangsung hingga dini hari 30 September 2025 dan bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga memiliki makna spiritual yang dalam. Prosesi pembukaan Cupu Panjala selalu dimulai dengan kenduri yang digelar dua kali pada malam yang sama sebelum kain pembungkus cupu dibuka perlahan.
Cupu Kyai Panjala adalah warisan budaya Jawa yang diyakini memiliki kekuatan meramalkan perjalanan kehidupan masyarakat selama setahun mendatang. Tradisi ini sudah berlangsung turun-temurun dan selalu dilakukan pada malam Selasa Kliwon.
Dalam prosesi sakral pembukaan Cupu Panjala, terdapat tiga guci utama yang menjadi pusat ritual. Masyarakat percaya bahwa ketiganya menyimpan pesan gaib yang akan terungkap setiap tahunnya.
Guci pertama bernama Semar Tinandhu, berukuran paling besar dan dianggap sebagai simbol kebijaksanaan sekaligus penopang utama ramalan. Guci kedua bernama Palang Kinantang, berukuran sedang, yang diyakini menjadi penghubung antara tanda-tanda alam dan kehidupan manusia sehari-hari.
Sementara itu, guci ketiga yang bernama Kenthiwiri memiliki ukuran lebih kecil namun dipercaya menyimpan rahasia detail tentang perjalanan waktu dan peristiwa yang akan datang. Ketiga guci ini dibungkus dengan kain mori putih ratusan lembar dan hanya dibuka sekali dalam setahun.
Dalam acara tahun ini, kain mori yang membalut Cupu Panjala, yakni Semar Tinandhu, Palang Kinantang, dan Kenthiwiri, satu per satu dibuka oleh juru kunci bersama keturunan Kyai Panjala. Dari kain tersebut, terlihat berbagai bentuk gambar yang dianggap sebagai pertanda kehidupan setahun mendatang.
Menariknya, pembukaan kali ini bertepatan dengan 6 Bakdamulud 1959 Taun Dal dalam kalender Jawa, sehingga dianggap memiliki energi khusus oleh sebagian masyarakat.
31 Simbol dan Gambar Hasil Pembukaan Cupu Panjala 2025
- Gambar ayam jantan menghadap barat.
- Dua kepala manusia menghadap timur, mulut terbuka, salah satunya sedang merokok.
- Wayang Narodo.
- Kambing menghadap timur.
- Pulau Sumatra.
- Sosok duduk menghadap timur.
- Bintang.
- Sosok lain duduk menghadap timur.
- Gurem (serangga kecil).
- Layang-layang berekor.
- Tikus.
- Kepala lelaki berjanggut.
- Kepala wayang.
- Angka 3.
- Wayang Petruk menghadap barat.
- Kepala laki-laki dengan ikat kepala.
- Orang salat rukuk menghadap kiblat.
- Tulisan Arab huruf Alif.
- Kepala singa.
- Babi menghadap timur.
- Anak menaiki hewan.
- Tokoh Semar menghadap utara.
- Telapak tangan.
- Pulau Jawa.
- Kepala manusia dengan mata melotot.
- Kayon berdiri tegak.
- Ikan air tawar.
- Anak kecil mengenakan rok.
- Angka 3 (muncul kembali).
- Perempuan bersama anaknya.
Arah Guci sebagai Pertanda
Selain simbol tersebut, arah guci juga diperhatikan sebagai bagian dari pertanda:
- Cupu Semar Tinandhu condong ke timur.
- Cupu Palang Kinantang miring ke selatan.
- Cupu Kenthiwiri condong ke arah timur laut.
Meskipun banyak simbol dan gambar yang muncul, tidak ada tafsir resmi yang dipublikasikan oleh pihak keluarga.
Lurah Girisekar, Sutarpan, yang juga merupakan ahli waris Cupu Panjala, menegaskan bahwa tafsir diserahkan kepada masyarakat. Ia mengatakan simbol dan gambar yang muncul hanya disampaikan apa adanya tanpa penjelasan detail mengenai makna atau ramalan.
Sementara itu, bagi masyarakat setempat, simbol-simbol itu dipercaya mencerminkan dinamika kehidupan dalam setahun mendatang, mulai dari hasil pertanian, situasi ekonomi, hingga peristiwa sosial dan politik.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.