Masalah yang Muncul pada Program Makan Bergizi Gratis di Batam dan Sekitarnya
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh pemerintah daerah Kepulauan Riau (Kepri), khususnya di Kota Batam, menghadapi berbagai masalah yang menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Beberapa kasus telah tercatat, mulai dari temuan hewan, bahan makanan tidak layak, hingga keluhan pelajar tentang kualitas menu. Berikut beberapa kasus utama yang terjadi:
1. Ulat di SD HKI Bengkong Sadai
Pada salah satu sekolah dasar di Kecamatan Bengkong, terdapat temuan ulat dalam nasi MBG yang dibagikan kepada siswa. SPPG Bengkong Sadai menjelaskan bahwa ulat tersebut bukan berasal dari nasi, melainkan dari buah pisang yang disajikan bersama menu. Meskipun hanya satu ekor ulat ditemukan, insiden ini menjadi perhatian serius untuk dilakukan evaluasi.
2. Jangkrik di SMAN 14 Batam
Seorang pelajar SMA Negeri 14 Batam menemukan jangkrik dalam paket makanannya. Setelah dicek, pihak SPPG memastikan bahwa hewan tersebut bukan kecoa, melainkan jangkrik. Meski demikian, insiden ini tetap menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pengawasan.
3. Menu MBG di SDN 001 Batuaji Viral
Unggahan wali murid tentang menu MBG yang dinilai tidak sesuai standar viral di media sosial. Menu yang disajikan seperti potongan tahu goreng, lauk ayam, singkong goreng, dan saus sambal dalam sachet mendapat kritik keras. Pihak sekolah menjelaskan bahwa menu MBG ditentukan oleh ahli gizi dan sesuai dengan standar nasional.
4. Pelajar SMP di Nongsa Mual Usai Santap Menu MBG
Seorang siswa SMP di Nongsa diduga mual setelah mengonsumsi MBG. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penyebabnya adalah makanan pedas yang tidak sesuai dengan toleransi siswa tersebut. Dalam investigasi lebih lanjut, ditemukan perbedaan informasi antara sekolah dan puskesmas.
5. Serpihan Kaca di MBG SMAN 4 Batam
Temuan serpihan kaca dalam nasi MBG di SMAN 4 Batam membuat warga khawatir. Insiden ini diduga berasal dari penutup teflon yang pecah. Pihak SPPG menyatakan bahwa ini murni akibat kelalaian dalam pengawasan dapur dan akan melakukan evaluasi.
6. Ulat di Menu MBG SMKN 7 Batam
Siswa SMKN 7 Batam menemukan ulat dalam timun yang menjadi isian burger. Kejadian ini membuat sebagian pelajar enggan mengonsumsi menu MBG, sehingga sempat viral di media sosial.
7. MBG di SDN 016 Sagulung
Sebanyak 18 pelajar SDN 016 Sagulung dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi menu MBG. Meski ada keluhan mual dan muntah, dokter memastikan bahwa tidak ada keracunan dan semua siswa pulang setelah perawatan singkat.
8. Menu MBG di Bintan Bau dan Disebut Basi
Di Kabupaten Bintan, program MBG viral karena adanya laporan bau tak sedap dan dugaan makanan basi. Kepala SPPG membantah hal tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada makanan yang bau atau basi. Petugas Puskesmas juga melakukan pemeriksaan dan memberikan rekomendasi untuk peningkatan pengawasan.
9. Belasan Pelajar SMPN 2 Karimun Mual dan Muntah
Beberapa pelajar SMPN 2 Karimun mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi MBG. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa tidak ada indikasi keracunan, melainkan kondisi khusus dari siswa tersebut.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.