Australia-Indonesia Perkuat Kerja Sama Tangani Bencana Alam

·

·

Kerja Sama Australia-Indonesia dalam Mitigasi Bencana Alam



Australia dan Indonesia terus memperkuat kerja sama dalam bidang mitigasi risiko kebencanaan. Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Bruce Brazier, menekankan bahwa hubungan bilateral antara kedua negara ini sangat penting, khususnya dalam hal kemanusian. Ia menyampaikan bahwa kerja sama yang telah berlangsung lama ini akan terus diperkuat, tidak hanya dalam penanganan bencana alam, tetapi juga dalam bidang penelitian antar perguruan tinggi.

Menurut Roderick, Australia sudah lama bekerja sama dengan Indonesia dalam manajemen risiko bencana alam. Pihaknya melihat bahwa penanganan bencana di Indonesia sangat baik, sehingga mereka ingin lebih memperkuat kerja sama tersebut. Selain itu, Australia juga belajar dari Indonesia dalam hal pengelolaan bencana alam.

Bahkan, dalam beberapa kesempatan, tim penanggulangan bencana dari Australia turut membantu penanganan bencana alam di Indonesia, seperti tsunami Aceh pada 2004 dan gempa bumi di Sumatera Barat (Sumbar) pada 2009. Sebaliknya, ketika Australia dilanda bencana alam, seperti banjir, Indonesia juga sering memberikan bantuan. Hubungan baik ini telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Selain itu, Australia juga mendukung distribusi logistik dalam penanganan bencana alam di Indonesia. Hal ini mencakup bantuan kepada masyarakat yang terdampak dan peralatan yang dibutuhkan oleh personel Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Roderick menjelaskan bahwa di Australia, bencana alam yang sering terjadi adalah banjir, yang telah mengakibatkan ribuan jiwa terdampak. Oleh karena itu, Australia membutuhkan peningkatan kapasitas dan pengetahuan dalam mitigasi dan penanganan bencana alam.

Program SIAP SIAGA dan Peran BNPB

Kepala BNPB RI, Suharyanto, menyampaikan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Australia dalam bidang kebencanaan telah banyak dilakukan. Mulai dari bantuan tenaga hingga pasokan logistik. Salah satu program yang telah dijalankan adalah Program SIAP SIAGA, yang bertujuan meningkatkan kapasitas Indonesia dalam mencegah, mempersiapkan, merespons, dan pemulihan dari bencana alam.

Suharyanto menilai bahwa respons cepat tanggap bencana alam di Indonesia saat ini sudah cukup baik. Namun, ia menilai bahwa masih ada hal yang perlu ditingkatkan, yaitu soal mitigasi. Tidak hanya bencana gempa dan tsunami, tetapi juga bencana erupsi gunung api.

Ia mencontohkan bencana erupsi Gunung Marapi pada tahun 2023-2024 yang mengakibatkan puluhan warga meninggal. Oleh karena itu, mitigasi dalam menghadapi bencana erupsi gunung api perlu menjadi perhatian serius di masa depan.

Meski telah ada lembaga khusus yang menangani erupsi gunung api, yaitu Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Suharyanto menyatakan bahwa koordinasi antara BNPB dengan PVMBG telah dilakukan agar dampak dan mitigasi dari bencana erupsi gunung api bisa dilakukan secara optimal.

Masa Depan Kerja Sama

Roderick dan Suharyanto sepakat bahwa kerja sama antara Australia dan Indonesia dalam bidang kebencanaan harus terus diperkuat. Hal ini tidak hanya terbatas pada penanganan bencana alam, tetapi juga mencakup penelitian dan pertukaran pemikiran antar perguruan tinggi. Misalnya, kerja sama dengan Universitas Andalas telah berjalan sebelumnya.

Dengan peningkatan kapasitas dan pengetahuan tentang mitigasi bencana alam, kedua negara dapat lebih siap menghadapi ancaman bencana yang mungkin terjadi. Keterlibatan pemerintah, lembaga penanggulangan bencana, serta masyarakat sangat penting dalam membangun ketahanan yang lebih baik di kawasan Indo-Pasifik.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »