Pertumbuhan Ekonomi di Wilayah Manggarai Raya dan Kabupaten Ngada
Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus menunjukkan perannya yang penting dalam menjaga stabilitas perekonomian di wilayah Manggarai Raya dan Kabupaten Ngada. Capaian pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2025 (yoy) mencatatkan peningkatan signifikan di seluruh kabupaten, yaitu:
- Kabupaten Manggarai Barat sebesar 8,02 persen
- Kabupaten Manggarai sebesar 5,70 persen
- Kabupaten Manggarai Timur sebesar 5,43 persen
- Kabupaten Ngada sebesar 4,53 persen
Perkembangan ini dijelaskan oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Tipe A2 Ruteng, Akhmad Zainuddin, saat konferensi pers pada Selasa (30/9).
Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi
Akhmad Zainuddin menjelaskan bahwa kondisi perekonomian yang baik ini didorong oleh beberapa faktor, antara lain:
- Belanja pemerintah sebagai komponen utama dalam perhitungan pertumbuhan ekonomi
- Efek multiplier dari belanja pemerintah yang meningkatkan konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
Selain itu, penerimaan dalam negeri mencapai Rp 299,85 miliar, yang terdiri dari:
- Penerimaan perpajakan sebesar Rp 158,21 miliar
- Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 141,65 miliar
PNBP terbesar berasal dari Pendapatan Wisata Alam yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), yaitu sebesar Rp 67,72 miliar.
Realisasi Belanja APBN
Realisasi belanja APBN mencapai Rp 3,08 triliun atau sebesar 63,04% dari pagu. Rincian belanja tersebut adalah:
- Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp 483,91 miliar (54,90% dari pagu)
- Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 2,60 triliun (64,83% dari pagu)
Sementara itu, realisasi penyaluran TKD terdiri dari:
- Dana Alokasi Umum sebesar Rp 1,68 triliun (70,17% dari pagu)
- Dana Bagi Hasil sebesar Rp 13,25 miliar (47,98% dari pagu)
- Dana Transfer Khusus sebesar Rp 499,34 miliar (50,08% dari pagu)
- Dana Insentif Fiskal sebesar Rp 17,84 miliar (50,00% dari pagu)
- Dana Desa sebesar Rp 390,71 miliar (70,11% dari pagu), yang disalurkan kepada 657 desa (99,85% dari 658 desa yang ada)
Program Bantuan Sosial
Untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan sosial, antara lain:
- Bantuan sosial yatim piatu sebesar Rp 2,21 miliar
- Bantuan pangan non tunai sebesar Rp 223,72 miliar
- Program Keluarga Harapan sebesar Rp 147,39 miliar
- Padat karya Kementerian PU sebesar Rp 9,80 miliar
- Padat karya dana desa sebesar Rp 30,15 miliar
- BLT dana desa sebesar Rp 50,10 miliar
Pemberdayaan UMKM
Pemerintah juga memberikan subsidi bunga melalui penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp 66,56 miliar kepada 13.480 debitur. Penyaluran UMi terbesar dilakukan melalui PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan total Rp 65,68 miliar untuk 13.360 debitur.
Kabupaten yang mendapatkan penyaluran UMi terbesar adalah Kabupaten Manggarai, dengan total penyaluran sebesar Rp 21,45 miliar untuk 4.308 debitur.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui bank Himbara sebesar Rp 395,66 miliar kepada 10.303 debitur. Kabupaten yang mendapatkan penyaluran KUR terbesar adalah Kabupaten Ngada, dengan total penyaluran mencapai Rp 122,79 miliar untuk 3.295 debitur.
Tujuan Penyaluran Dana APBN
Menurut Akhmad Zainuddin, seluruh penyaluran dana APBN di atas, baik dalam bentuk TKD maupun belanja K/L, memiliki tujuan utama untuk menjaga stabilitas perekonomian daerah, mengendalikan inflasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.