Tangani Gigitan Pertama Segera untuk Mencegah Rabies

·

·

Pentingnya Penanganan Awal Gigitan Hewan yang Mencurigai Rabies

Jika seseorang digigit oleh hewan yang dicurigai rabies, langkah pertama yang harus dilakukan adalah penanganan awal secepat mungkin. Jangan menunggu sampai luka memburuk, karena menit-menit pertama setelah gigitan sangat penting untuk menghindari penyebaran virus. Segera cuci luka tersebut dengan air mengalir dan sabun selama minimal 15 menit. Sabun dapat menjadi penghalang utama bagi virus rabies, sehingga tindakan ini sangat efektif dalam mencegah infeksi.

Selama proses pembersihan, sebaiknya gunakan sarung tangan agar tidak terjadi kontak langsung dengan air liur hewan yang mungkin masih menempel. Setelah itu, segera bawa pasien ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit. Di sana, dokter akan melakukan pembersihan luka lanjutan serta memberikan vaksin anti rabies (VAR). Vaksin ini diberikan segera setelah gigitan, lalu diulang pada hari ke-7 dan hari ke-21.

Pada kasus tertentu, terutama jika gigitan sangat parah atau berada di area berbahaya seperti wajah, leher, atau kepala, dokter mungkin akan menambahkan serum anti rabies (SAR) untuk memberikan perlindungan tambahan. Kombinasi antara vaksin dan serum ini bertujuan menghentikan virus sebelum masuk lebih dalam ke sistem saraf. Prinsip utamanya adalah mencegah sebelum terlambat, karena bila rabies sudah menunjukkan gejala, hampir tidak ada terapi yang efektif.

Penyebab dan Cara Penularan Rabies

Masyarakat sering menyebut rabies sebagai penyakit \”anjing gila\”. Sebutan ini muncul karena anjing yang terinfeksi rabies adalah salah satu hewan penular utama. Penularan bisa terjadi melalui gigitan, cakaran, atau bahkan jilatan di kulit yang terbuka.

Virus rabies menyerang sistem saraf dan memiliki perjalanan penyakit yang bervariasi. Masa inkubasi atau waktu dari saat virus masuk hingga munculnya gejala bisa sangat berbeda antar individu. Ada yang menunjukkan gejala dalam dua minggu, tetapi ada juga yang baru menunjukkan gejala setelah dua tahun. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jumlah virus yang masuk, lokasi gigitan, serta jaraknya dari otak.

Contohnya, jika gigitan terjadi di wajah atau leher, virus akan lebih cepat mencapai otak melalui saraf. Sebaliknya, gigitan di tungkai bawah biasanya memerlukan waktu lebih lama. Inilah alasan mengapa gejala rabies bisa muncul dalam rentang waktu yang cukup panjang dan tidak seragam.

Gejala Awal dan Tahap Perkembangan Rabies

Gejala awal rabies, atau fase prodromal, biasanya muncul pada minggu pertama. Penderita bisa mengalami rasa lemah, demam ringan, atau gangguan sensoris di sekitar bekas gigitan, seperti rasa panas, nyeri, atau kesemutan. Gejala ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda awal infeksi rabies.

Seiring berjalannya waktu, gejala khas rabies mulai terlihat. Penderita bisa mengalami hidrofobia, yaitu takut air karena menelan air akan memicu rasa sakit hebat dan kejang pada tenggorokan. Ada juga yang mengalami fotofobia (takut cahaya), bahkan sensitif terhadap tiupan angin. Pada tahap ini, pasien bisa tampak agresif, bingung, dan berperilaku tidak wajar.

Jika penyakit terus berkembang, tahap berikutnya adalah kelumpuhan atau paralisis. Otot-otot tubuh melemah, kemampuan bernapas terganggu, dan akhirnya pasien meninggal akibat kegagalan pernapasan. Inilah yang membuat rabies disebut sebagai penyakit yang hampir selalu berujung fatal bila gejala sudah muncul.

Pencegahan sebagai Solusi Utama

Karena tingkat kematian yang sangat tinggi, satu-satunya cara untuk melawan rabies adalah pencegahan. Penanganan segera setelah gigitan dan pemberian vaksin tepat waktu merupakan kunci utama. Selain itu, hewan peliharaan seperti anjing dan kucing juga sebaiknya divaksin secara rutin untuk menutup rantai penularan dari hewan ke manusia.

Masyarakat perlu memahami bahwa rabies bukan hanya masalah kesehatan individu, tetapi juga menyangkut kesehatan lingkungan. Hewan liar yang berkeliaran tanpa vaksinasi dapat menjadi sumber wabah. Oleh karena itu, peran pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus saling mendukung dalam program vaksinasi hewan serta edukasi publik.

Rabies adalah penyakit yang mematikan namun dapat dicegah. Jangan pernah menunda mencuci luka, jangan menunggu gejala muncul, dan jangan menganggap remeh gigitan atau cakaran hewan. Edukasi sederhana ini bisa menyelamatkan nyawa, karena setiap tindakan cepat adalah langkah untuk mencegah tragedi yang sebenarnya bisa dihindari.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »