82 Anak di Sebatik Diduga Keracunan MBG, Bupati Minta Penghentian SPPG yang Baru Beroperasi 2 Hari

·

·

Penutupan Sementara Dapur SPPG di Pulau Sebatik

Bupati Nunukan, Irwan Sabri, memerintahkan penutupan sementara operasional sebuah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pulau Sebatik. Keputusan ini diambil setelah 82 anak usia PAUD dan SD diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur yang baru beroperasi selama dua hari.

Perintah tersebut dikeluarkan setelah Irwan Sabri tiba di Nunukan pasca menghadiri kunjungan Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kota Tarakan. Ia langsung bertolak ke Pulau Sebatik sekitar pukul 19.00 Wita untuk meninjau kondisi para korban.

\”SPPG yang baru beroperasi dua hari di Kecamatan Sebatik Tengah, pasti kita non aktifkan dulu sampai ada kejelasan apakah menu yang disajikan beracun atau ada faktor lainnya yang mengakibatkan puluhan anak keracunan,\” ujar Irwan Sabri saat dihubungi melalui telepon pada Selasa (30/9/2025) malam.

Menu MBG di Kecamatan Sebatik Tengah disiapkan oleh Yayasan Bina Pendidikan Yatim dengan penanggung jawab Eka Riskayadi, yang beralamat di Jalan H B Rahim, RT 8, Desa Sei Pancang. Dapur ini menyediakan 992 menu untuk PAUD dan SD di wilayah tersebut.

Bupati Mengunjungi Korban Keracunan

Irwan Sabri mengaku terkejut ketika mendengar kabar 82 anak PAUD dan SD di Kecamatan Sebatik Tengah diduga keracunan MBG. Ia langsung pergi ke Pulau Sebatik setelah tiba di Nunukan.

Setibanya di Pulau Sebatik, Irwan langsung menuju RSUD Pratama Sebatik untuk menemui korban. Dari hasil wawancara dengan para korban, anak-anak sudah mulai pulih dan dipastikan akan diperkenankan pulang ke rumah besok.

Selain itu, Irwan juga memantau kondisi anak-anak korban keracunan di sejumlah Puskesmas di Kecamatan Sebatik Tengah dan Sebatik Timur. Menurutnya, sebanyak 61 dari 82 anak yang diduga keracunan telah kembali ke rumah masing-masing.

Irwan Sabri memastikan bahwa Pemda Nunukan akan terus memantau kondisi para korban. Ia juga meminta Dinas Kesehatan untuk mengambil sample menu MBG untuk dilakukan tes laboratorium.

Situasi Heboh di Sejumlah Puskesmas

Sebelumnya, sejumlah Puskesmas dan RSUD Pratama Sebatik dipenuhi oleh pasien anak yang diduga keracunan MBG. Kondisi ini memicu heboh di media sosial di Nunukan, ditambah dengan suara sirine ambulan yang bolak balik mengantar anak-anak yang keracunan makanan.

Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, mengatakan bahwa terdapat puluhan anak yang keracunan menu MBG dan dibawa ke sejumlah Puskesmas di Kecamatan Sebatik Tengah hingga Puskesmas di Kecamatan Sebatik Timur.

\”Mobil ambulans lima unit tidak cukup, saya manfaatkan mobil dinas, ini saya di jalan mengantar anak-anak,\” ujar Aris saat dihubungi. \”Saya di jalan, mengantar pasien anak-anak yang keracunan MBG.\”

Anggota DPRD Nunukan, Andre Pratama, meminta pihak kepolisian segera mengamankan sample menu MBG yang dikonsumsi anak-anak tersebut. Menurutnya, beberapa sekolah di Kecamatan Sebatik Tengah menerima menu MBG, antara lain SDN 04 Sei Limau, SDN 05 Sei Limau, MI Darul Furqon Tapal Batas (sebelumnya ditulis MI As Adiyah), dan PAUD Ar Rahman, Sei Limau.

\”Sebaiknya SPPG di Sebatik Tengah disetop dulu. Kita minta penyelidikan dan investigasi menyeluruh untuk kelayakan dapur SPPG di Sebatik Tengah, yang baru beroperasi dua hari itu,\” kata Andre.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »