Perbedaan Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila
Tanggal 1 Juni menjadi peringatan Hari Lahir Pancasila. Namun, masyarakat sering kali menganggap bahwa hari libur nasional ini sama dengan Hari Kesaktian Pancasila. Padahal, keduanya memiliki makna dan sejarah yang berbeda. Berikut penjelasan lengkapnya.
Sejarah Hari Kesaktian Pancasila
Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Perayaan ini dimaksudkan untuk memperingati peristiwa G30S PKI yang terjadi pada 1965. Peristiwa tersebut menewaskan tujuh perwira TNI, termasuk Letjen Ahmad Yani dan Lettu Czi Pierre Andreas Tendean. Dalam rangka menghormati para korban, Presiden Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967 untuk merayakan Hari Kesaktian Pancasila.
Menurut Arya Wanda Wirayuda, dosen sejarah dari Universitas Airlangga, Hari Kesaktian Pancasila juga digunakan sebagai upaya pemerintah untuk memperkuat ideologi Pancasila di tengah situasi politik yang tidak stabil. Meskipun ada pandangan bahwa perayaan ini bersifat mitologis, namun tujuan utamanya adalah untuk menjaga keutuhan Pancasila sebagai dasar negara.
Sejarah Hari Lahir Pancasila
Hari Lahir Pancasila dirayakan setiap tanggal 1 Juni, sesuai dengan pidato yang disampaikan oleh Ir. Soekarno pada tanggal tersebut. Pidato itu menjadi awal mula munculnya konsep Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
Pembentukan BPUPKI
Sejarah lahirnya Pancasila dimulai dari pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1945. BPUPKI dibentuk dalam rangka menyusun dasar negara Indonesia. Di balik pembentukan BPUPKI, ada beberapa langkah penting yang dilakukan oleh tokoh-tokoh seperti Mohammad Yamin dan Soepomo.
Mohammad Yamin mengusulkan lima dasar negara, yaitu Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Sementara itu, Soepomo mengemukakan gagasan lima dasar negara lainnya, yakni Persatuan, Kekeluargaan, Keseimbangan Lahir dan Batin, Musyawarah, dan Keadilan Rakyat.
Pengusulan Ir. Soekarno
Pada 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia. Dalam pidatonya, ia mengusulkan konsep \”Lahirnya Pancasila\” dengan lima poin, yaitu:
- Kebangsaan Indonesia
- Internasionalisasi atau peri kemanusiaan
- Mufakat atau demokrasi
- Kesejahteraan
- Ketuhanan yang berkebudayaan
Meskipun nama \”Pancasila\” sudah muncul, isi dari konsep ini berbeda dengan Pancasila yang kita kenal saat ini.
Pembentukan PPKI
Setelah gagasan Soekarno diterima, dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945. PPKI melakukan sidang dan akhirnya mengesahkan dasar negara yang hingga saat ini kita kenal, yaitu:
- Ketuhanan yang Maha Esa
- Kemanusiaan yang adil dan beradab
- Persatuan Indonesia
- Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, jelas bahwa Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila memiliki makna dan sejarah yang berbeda. Hari Lahir Pancasila merayakan lahirnya konsep dasar negara Indonesia, sementara Hari Kesaktian Pancasila bertujuan untuk menghormati para korban G30S PKI dan memperkuat ideologi Pancasila.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.