Timnas Indonesia Dalam Perjalanan Menuju Piala Dunia 2026
Tim Nasional (Timnas) Indonesia kini berada di ambang kesempatan untuk menorehkan sejarah dengan lolos ke Piala Dunia 2026. Setelah memastikan tempat di babak playoff zona Asia, Garuda kini hanya membutuhkan 180 menit tambahan untuk meraih tiket menuju Amerika Utara.
Indonesia akan menghadapi dua negara kuat, yaitu Arab Saudi dan Irak, dalam format round robin pada babak penentuan. Dua pertandingan penting akan digelar pada tanggal 8 dan 14 Oktober 2025. Hanya satu tim yang akan mendapatkan kesempatan tampil di Piala Dunia, sehingga persaingan sangat ketat.
Kehadiran Indonesia di jajaran 12 besar Asia disebut sebagai lompatan besar bagi sepak bola nasional. Setelah mengalami berbagai tantangan, termasuk Tragedi Kanjuruhan tiga tahun lalu, prestasi Tim Garuda kini mulai menunjukkan perkembangan signifikan.
The Guardian membandingkan Indonesia dengan Thailand dan Vietnam yang pernah mencapai babak terakhir kualifikasi pada 2018 dan 2022. Namun, kedua negara tersebut hanya mampu mengumpulkan enam poin dari total 20 pertandingan. Sementara itu, Indonesia mencatatkan hasil lebih baik dengan dua kali lipat poin dari setengah jumlah laga, termasuk kemenangan atas Arab Saudi, China, dan Bahrain serta hasil imbang melawan Australia.
Peran Naturalisasi dan Kluivert dalam Transformasi Tim
Transformasi Timnas Indonesia tidak lepas dari kebijakan naturalisasi. Hampir setiap pertandingan, delapan hingga sembilan pemain keturunan Eropa, terutama dari Belanda, mengisi skuad utama. Hal ini juga memengaruhi keputusan penggantian pelatih. Pada Januari 2025, Patrick Kluivert ditunjuk menggantikan Shin Tae-yong.
Pemilihan Kluivert bukan karena hasil buruk, tetapi karena dianggap lebih cocok memimpin tim yang kini banyak berkomunikasi dalam bahasa Belanda maupun Inggris. Sejak ia menjabat, hasil Timnas Indonesia bervariasi. Debutnya ditandai kekalahan 1-5 dari Australia, lalu kemenangan penting atas Bahrain dan China. Namun, kekalahan telak 0-6 dari Jepang dengan skuad eksperimen masih menjadi catatan negatif.
Ujian Berat di Babak Playoff
Babak playoff akan digelar di Arab Saudi. Tuan rumah memiliki keuntungan jadwal, dengan jeda enam hari, sedangkan Indonesia harus bermain dua kali dalam tiga hari. Pertandingan perdana di Jeddah diperkirakan akan berlangsung di hadapan 60.000 penonton. Meski berat, Indonesia pernah menahan imbang Arab Saudi pada babak sebelumnya.
Setelah itu, laga penentu kontra Irak menanti. Irak dikenal memiliki banyak talenta, namun kerap gagal dalam upaya menembus Piala Dunia. Persaingan antara kedua tim akan menjadi ujian berat bagi Timnas Indonesia.
Tonggak Sejarah Sepak Bola Nasional
Jika berhasil lolos, Indonesia akan tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1938, ketika masih bernama Hindia Belanda. Namun, The Guardian menyebut keberhasilan ini tidak serta-merta menyelesaikan persoalan di dalam negeri.
Liga Super Indonesia disebut masih tertinggal, berada di peringkat 25 Asia dan keenam di kawasan ASEAN. Masalah lain adalah larangan suporter tandang sejak tragedi 2022, hingga laporan keterlambatan pembayaran gaji pemain. FIFA bahkan membuka kantor di Jakarta untuk mengawasi perbaikan standar keamanan. Rencana pencabutan larangan suporter tandang pun kembali ditunda setelah insiden penyalaan flare pada final musim lalu.
Meskipun masih ada berbagai masalah yang menghantui, lolos ke Piala Dunia disebut akan menjadi simbol kebangkitan sepak bola nasional. “Itu tidak akan menyelesaikan semua masalah, tetapi akan menjadi tanda kemajuan terbesar sejak hari kelam tiga tahun lalu,” tulis The Guardian.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.