Tiga Hewan Terinfeksi Rabies di Bengkalis Sepanjang 2025

·

·

Penyebaran Rabies di Kabupaten Bengkalis dan Upaya Pencegahan

Sejak awal tahun 2025 hingga saat ini, terdapat tiga kasus hewan yang terkonfirmasi positif rabies di kabupaten Bengkalis. Data ini dicatat oleh Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Bengkalis. Pejabat Fungsional Veteriner Bidang Kesehatan Hewan dan Peternakan DTPHP Bengkalis, MH Mardani, menjelaskan bahwa satu ekor hewan positif rabies ditemukan di kecamatan Bathin Solapan, satu lagi di kecamatan Bengkalis, dan satu lagi di kecamatan Bantan.

Untuk menangani masalah ini, pihaknya bersama dengan Balai Veteriner Bukit Tinggi telah melakukan survei rabies di Pulau Bengkalis. Tujuannya adalah untuk membasmi penyakit rabies pada hewan serta mendukung program pulau bebas rabies di Bengkalis.

Pada tanggal 22 September lalu, tim melakukan pengambilan sampel hewan yang telah divaksinasi rabies. Sampel tersebut berasal dari hewan yang telah mengikuti vaksinasi pada bulan Mei lalu. Pengambilan sampel dilakukan untuk memastikan apakah virus rabies masih ada dalam tubuh hewan atau tidak. Selain itu, upaya pencegahan penyakit ini terus digencarkan melalui vaksinasi rutin.

Vaksinasi rabies dilakukan di sembilan Puskeswan dari sebelas kecamatan yang ada di Bengkalis. Dua kecamatan yang berada di Pulau Rupat sudah bebas rabies, sehingga di sana diberlakukan penolakan terhadap hewan dari luar pulau Rupat.

Sepanjang tahun 2025, vaksinasi rabies hingga awal September telah mencapai 521 ekor hewan yang divaksinasi. Di bulan September ini, dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia, dilakukan kegiatan vaksinasi masal sejak tanggal 26 September kemarin.

Pada tanggal 27 September lalu, baru tiga Puskeswan yang melaksanakan vaksinasi masal, yaitu Puskeswan Bengkalis, Puskeswan Bukit Batu, dan Siak Kecil. Jumlah hewan yang divaksin pada hari itu hanya sebanyak 215 ekor. Namun, pelaksanaan vaksinasi masal akan terus berlangsung hingga tanggal 6 Oktober mendatang.

Pemrioritasan vaksinasi dilakukan pada hewan anjing karena sebelumnya kasus rabies lebih banyak didominasi oleh anjing. Oleh karena itu, pihaknya menekankan pentingnya vaksinasi pada hewan anjing.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Bengkalis juga menyampaikan bahwa hingga Juli lalu belum ada penularan rabies dari hewan kepada manusia di Bengkalis. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bengkalis, Irawadi.

Meskipun tidak ada penularan rabies kepada manusia, gigitan hewan masih sering terjadi sepanjang tahun 2025. Kasus gigitan hewan di kabupaten Bengkalis sejak Januari hingga Juli 2025 tercatat sebanyak 400 kasus. Dari jumlah tersebut, kasus terbanyak terjadi di kecamatan Mandau sebanyak 112 kasus dan Bathin Solapan sebanyak 114 kasus. Sementara di Kecamatan Bandar Laksaman masih nihil kasus gigitan hewan.

Irawadi menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada penularan rabies yang terjadi kepada manusia. Pasien yang digigit langsung diberikan vaksin anti rabies oleh fasilitas kesehatan yang menangani. Irawadi juga menyatakan bahwa seluruh UPT Puskesmas di wilayah kabupaten Bengkalis memiliki ketersediaan vaksin anti rabies yang cukup.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar waspada dan segera mendatangi sarana kesehatan terdekat jika tergigit binatang, terutama anjing. Nantinya, di sarana kesehatan tersebut pasien akan segera diberikan vaksin anti rabies sebagai antisipasi penularan rabies kepada manusia.

Sementara itu, data terbaru mengenai kasus gigitan hewan pada bulan Agustus dan September belum bisa diberikan karena staf dinas sedang berada di luar kantor.



Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »