Upaya BSI Sahate Mengubah Sampah Jadi Emas di Pangandaran

·

·

Inovasi Bank Sampah Sahate: Dari Sampah Jadi Emas

Di tengah tantangan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, muncul inovasi menarik yang membawa harapan bagi masyarakat. Bank Sampah Sahate di Kabupaten Pangandaran menjadi contoh nyata bagaimana sampah bisa diubah menjadi sumber keuntungan ekonomi dan investasi jangka panjang. Program ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan peluang baru bagi masyarakat untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Bank Sampah Sahate resmi diresmikan oleh Direktur PT Pegadaian bersama Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil pada tahun 2019. Sejak awal, program ini menjadi bagian dari Environmental, Social, and Governance (ESG) dari PT Pegadaian. Tujuannya adalah menciptakan perubahan positif melalui pengelolaan sampah yang efisien dan berkelanjutan. Tidak hanya itu, program ini juga menjadi salah satu upaya untuk \”Emaskan Indonesia\” dengan memperkenalkan konsep tabungan emas yang bisa diakses oleh siapa saja.

Pada Rabu, 26 Februari 2025, PT Pegadaian resmi menjadi bank emas pertama di Indonesia yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Hal ini menunjukkan bahwa inisiatif Bank Sampah Sahate memiliki dampak yang signifikan dalam sektor ekonomi dan lingkungan.

Transformasi dari Bank Sampah Unit ke Bank Sampah Induk

Awalnya, Bank Sampah Sahate hanya berupa Bank Sampah Unit. Namun, berkat kerja keras dan komitmen masyarakat, pada tahun 2021, Bank Sampah Sahate berhasil bertransformasi menjadi Bank Sampah Induk Kabupaten Pangandaran. Rian Hidayat, Direktur Bank Sampah Induk (BSI) Sahate Kabupaten Pangandaran, menjelaskan bahwa perjalanan ini dimulai dari skala kecil.

“Tahun 2019 kita masih Bank Sampah Unit. Alhamdulillah di 2021 sudah bertransformasi menjadi Bank Sampah Induk Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.

Kini, tercatat ada 41 bank sampah unit yang tersebar di berbagai desa di Pangandaran dan lebih dari seribu orang menjadi anggota aktif. Mereka rajin menyetorkan sampah terpilah dari rumah masing-masing, sehingga menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur.

Konsep Unik: Tabungan Emas dari Sampah

Salah satu hal yang membuat Bank Sampah Sahate menarik adalah konsep uniknya, yaitu menukar sampah dengan tabungan emas. Warga dapat membawa sampah terpilah seperti plastik, kertas, atau jenis lain yang bisa diolah, lalu disetorkan ke bank sampah.

“Masyarakat bisa pilih, mau ditabung biasa atau dikonversi jadi tabungan emas di Pegadaian. Kalau ingin investasi jangka panjang, tinggal buka rekening tabungan emas. Tapi kalau belum siap, cukup tabungan sampah biasa,” jelas Rian.

Edukasi tentang investasi emas dari sampah ini terus digencarkan. Pesannya sederhana: berinvestasi bisa dimulai dari sampah rumah tangga. Cara yang tentunya mudah dan bisa dilakukan siapa saja untuk menjaga lingkungan sekaligus menyiapkan masa depan.

Dampak dan Tantangan

Dampak dari program ini semakin terasa. Data terakhir menunjukkan total saldo emas masyarakat yang terkumpul hampir mencapai 17 gram. Angka ini memang masih kecil, tapi mencerminkan bahwa kebiasaan menabung emas dari sampah sudah mulai tumbuh.

Namun, tantangan juga ada. Kendala utama masih di kebiasaan memilah sampah dari rumah, di mana banyak masyarakat yang belum terbiasa. Oleh karena itu, ia berharap hadirnya regulasi dari Pemerintah Kabupaten Pangandaran dapat memperkuat gerakan ini, sehingga setiap rumah tangga, pelaku usaha, hingga sektor wisata wajib memilah sampah sejak awal.

“Kalau edukasi terus digelorakan dan ada aturan yang jelas, bukan hal mustahil Pangandaran bisa bebas dari sampah. Kita punya cita-cita besar: Pajero, Pangandaran Zero Waste,” tegasnya.

Kesimpulan: Sampah Bukan Lagi Masalah, Tapi Sumber Daya

Kini, dengan lebih dari 1.000 anggota aktif dan 41 bank sampah unit, Bank Sampah Sahate menjadi motor penggerak perubahan gaya hidup masyarakat Pangandaran. Sampah bukan lagi sekadar masalah, melainkan sumber daya yang bisa mendatangkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga bumi tetap lestari.

Seperti kata Rian, bagaimana caranya kita bisa berinvestasi, tapi juga peduli lingkungan. Caranya sederhana yakni mulai dari rumah, pilah sampah, lalu tabungkan. “Dari situ, insyaAllah kita bisa wujudkan Pangandaran Zero Waste,” pungkasnya.

Pegadaian sendiri memberikan dukungan penuh untuk Bank Sampah tersebut. Dede Kurniawan, Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil X Jawa Barat, menegaskan bahwa program ini sangat baik karena ingin merubah sampah menjadi emas. “Bank sampah membantu mengurangi sampah di lingkungan rumah, kantor, dan sekitar kita,” ungkap Dede dalam keterangannya belum lama ini.

Lebih jauh, Dede menambahkan bahwa Pegadaian bersama pemerintah daerah ingin membangun ekosistem pengelolaan sampah yang mandiri, berdaya, dan berkelanjutan.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »