Perusahaan Pakai Strategi Akuisisi untuk Memperluas Bisnis
PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) melalui dua entitas anaknya mengumumkan transaksi akuisisi saham pada dua perusahaan tambang mineral di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Dalam keterbukaan informasi, entitas anak PACK yakni PT Adhi Prakarsa Raya (APR) dan PT Sumber Cahaya Raya (SCR) yang masing-masing dimiliki 99,998% oleh perseroan, telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham (PJB) dengan Denway Development Limited pada 26 September 2025.
Transaksi tersebut mencakup pengalihan 240 lembar saham PT Konutara Sejati (KS) kepada SCR dan 276 lembar saham PT Karyatama Konawe Utara (KKU) kepada APR. Pengalihan ini dinyatakan efektif sejak terbitnya Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dari Kementerian Hukum dan HAM pada 29 September 2025.
Direktur Utama PACK Magdalena Veronika menjelaskan bahwa kewajiban pembayaran penuh atas akuisisi ini akan dilaksanakan paling lambat pada 31 Januari 2026 atau sesuai kesepakatan bersama para pihak. \”Kewajiban pembayaran penuh atas pelaksanaan pengalihan saham di atas dilakukan paling lambat 31 Januari 2026 atau pada waktu lain yang disetujui oleh SCR, APR, dan Denway Development Limited,\” kata Magdalena di keterbukaan informasi, Selasa (30/9/2025).
Magdalena menegaskan bahwa transaksi ini tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, maupun kondisi keuangan perseroan. Selain itu, transaksi bukan termasuk transaksi afiliasi maupun benturan kepentingan, namun dikategorikan sebagai transaksi material sesuai ketentuan OJK.
Sebelumnya, PACK telah mengumumkan rencana aksi korporasi strategis yang akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 September 2025. Dalam agenda tersebut, perseroan mengajukan perubahan kegiatan usaha dari industri percetakan menjadi aktivitas perusahaan induk (holding company). Fokus operasional diarahkan pada entitas anak, terutama di bidang perdagangan mineral.
Secara paralel, perseroan juga berencana menerbitkan Obligasi Wajib Konversi (OWK) menjadi saham baru melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). OWK tersebut disiapkan untuk dikonversi hingga 35 miliar saham baru, dengan dana hasil rights issue digunakan membiayai akuisisi minoritas dalam PT Konutara Sejati dan PT Karyatama Konawe Utara melalui PT Sumber Cahaya Raya dan PT Adhi Prakarsa Raya.
Nilai akuisisi mencapai US$68,7 juta untuk 30% saham PT Konutara Sejati dan US$100,08 juta untuk 34,5% saham PT Karyatama Konawe Utara. Laporan penilaian independen menyebut transaksi ini tergolong material karena nilainya lebih dari 4.384,94% dari ekuitas perseroan per Juni 2025.
Meski begitu, manajemen menegaskan transaksi dilakukan pada harga wajar dan tidak termasuk transaksi afiliasi. Perseroan juga menekankan bahwa PMHMETD akan memperkuat struktur permodalan, menurunkan rasio utang terhadap ekuitas, serta meningkatkan kapasitas operasional.
Namun, pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya berpotensi terdilusi hingga sebanyak-banyaknya sekitar 95,58%. Dalam hal ini, PT Eco Energi Perkasa sebagai pemegang saham pengendali bertindak sebagai pembeli siaga atas sisa saham yang tidak diserap pemegang saham publik.
Strategi Perusahaan untuk Meningkatkan Kinerja
Perusahaan memiliki rencana jangka panjang untuk meningkatkan kinerja dan stabilitas keuangan. Salah satu strategi utama adalah melalui akuisisi saham yang dilakukan secara terstruktur dan terukur. Transaksi ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi perseroan, tetapi juga membuka peluang baru dalam bisnis pertambangan mineral.
Selain itu, perusahaan juga berkomitmen untuk memperkuat struktur modal dengan menerbitkan obligasi konversi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing perusahaan di pasar dan memperkuat posisi keuangan.
Dengan adanya perubahan kegiatan usaha menjadi holding company, perseroan berharap dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis inti dan memaksimalkan potensi dari entitas anak yang dimilikinya.
Kesimpulan
Transaksi akuisisi saham yang dilakukan oleh PACK merupakan langkah strategis untuk memperluas bisnis dan meningkatkan kinerja perusahaan. Dengan adanya perubahan kegiatan usaha dan penerbitan obligasi konversi, perseroan menunjukkan komitmennya untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas operasional.
Meskipun ada risiko terdilusi bagi pemegang saham, perseroan tetap berkomitmen untuk menjaga harga wajar dalam setiap transaksi yang dilakukan. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.