Hari Penting di Seluruh Dunia pada Tanggal 1 Oktober
Tanggal 1 Oktober tidak hanya menjadi momen penting dalam sejarah bangsa Indonesia, tetapi juga dirayakan oleh masyarakat internasional sebagai hari-hari khusus. Di antaranya adalah Hari Kesaktian Pancasila, Hari Musik Internasional, Hari Kopi Internasional, dan Hari Vegetarian Sedunia. Berikut penjelasan mengenai sejarah dan cara memperingati hari-hari tersebut.
Hari Kesaktian Pancasila
Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Peringatan ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Darat nomor 977 tanggal 17 September 1966. Sehari sebelumnya, masyarakat diminta untuk mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda penghormatan terhadap para korban peristiwa G30S.
Pada 1 Oktober, bendera Merah Putih dikibarkan penuh. Banyak instansi pemerintah dan lembaga pendidikan rutin melaksanakan upacara peringatan. Tanggal 1 Oktober dipilih karena pada dini hari tanggal tersebut, enam jenderal Angkatan Darat menjadi korban penculikan dan pembunuhan oleh pasukan Tjakrabirawa. Jenazah mereka ditemukan di Lubang Buaya, Jakarta Timur, pada 3 Oktober 1965.
Para korban G30S yang kemudian diberi gelar Pahlawan Revolusi adalah Letjen Ahmad Yani, Mayjen Raden Suprapto, Mayjen Mas Tirtodarmo Haryono, Mayjen Siswondo Parman, Brigjen Donald Isaac Panjaitan, dan Brigjen Sutoyo Siswomiharjo. Selain keenam jenderal tersebut, ada juga korban lain seperti Brigadir Polisi Karel Satsuit Tubun, Kolonel Katamso Darmokusumo, dan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto. Tragedi ini menjadi dasar penetapan Hari Kesaktian Pancasila sebagai pengingat pengorbanan mereka dalam menjaga keutuhan bangsa.
Hari Musik Internasional
Musik telah menjadi bagian dari budaya setiap bangsa sejak lama. UNESCO membentuk International Music Council (IMC) pada 1949 untuk memperkuat solidaritas antar-musisi. Dari sinilah lahir gagasan International Music Day, yang pertama kali diperingati pada 1975 atas prakarsa Yehudi Menuhin.
Tujuan dari peringatan ini adalah agar semua orang dapat belajar, berkreasi, dan mengekspresikan diri lewat musik. Beberapa tujuannya mencakup akses pendidikan musik, pengembangan musisi, hingga penghargaan yang adil bagi karya musik. Cara merayakannya pun beragam, seperti mendengarkan lagu, menghadiri konser, atau mencoba memainkan alat musik.
Selain menyenangkan, musik juga memiliki manfaat kesehatan seperti meningkatkan aliran darah, menurunkan stres, memperbaiki suasana hati, bahkan membantu penyembuhan.
Hari Kopi Internasional
Kopi telah menjadi bagian hidup sehari-hari, mulai dari rutinitas pagi hingga momen bersama teman, keluarga, atau rekan kerja. Sejarah panjang kopi berawal dari Ethiopia pada abad ke-9, lalu menyebar ke Arab, Eropa, hingga Amerika. Kopi berkembang dari minuman sederhana menjadi industri global bernilai tinggi yang membentuk subkultur, bahasa, hingga gaya hidup yang mendunia.
Hari Kopi Internasional pertama kali diakui pada 2015 oleh International Coffee Organization. Tujuan dari peringatan ini adalah untuk mendorong apresiasi, mendukung petani, serta mempromosikan perdagangan yang adil dan berkelanjutan. Tema 2025 menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci ketahanan, inklusivitas, dan keberlanjutan sektor kopi.
\”Kekuatan sejati dari sektor kita terletak pada persatuan semua aktornya — dari produsen hingga konsumen… Itulah sebabnya tema utama kita untuk merayakan Hari Kopi Internasional tahun ini adalah merangkul kolaborasi lebih dari sebelumnya,\” bunyi keterangan dari laman resmi International Coffee Organization.
Semangat ini juga diwujudkan lewat kampanye digital bertajuk \”Coffee is Collaboration because…\” yang mengajak publik berbagi cerita, tantangan, dan keberhasilan mereka.
Hari Vegetarian Sedunia
Hari Vegetarian Sedunia dicetuskan oleh North American Vegetarian Society pada 1977. Setahun kemudian, International Vegetarian Union mendukung penetapannya. Sejak saat itu, tanggal 1 Oktober menjadi momen global untuk mengampanyekan pola hidup sehat, berkelanjutan, dan penuh kasih melalui vegetarianisme.
Peringatan ini sekaligus membuka Bulan Kepedulian Vegetarian yang berlangsung sepanjang Oktober. Panitia dan komunitas biasanya menggelar pesta, potluck, demo cicip makanan, presentasi, hingga diskusi publik untuk mengajak lebih banyak orang mencoba pola makan nabati.
Acara ini mendorong masyarakat yang belum terbiasa untuk mencicipi menu tanpa daging, meski hanya sehari. Peringatan ini juga memberi ruang bagi para vegetarian maupun mereka yang sedang beralih ke pola makan nabati untuk merayakan pilihan hidup sehat dan penuh kepedulian.
Dengan demikian, 1 Oktober bukan hanya menjadi momen refleksi sejarah bangsa melalui Hari Kesaktian Pancasila, tetapi juga ruang global untuk merayakan musik, kopi, dan vegetarianisme yang semuanya membawa pesan kesehatan, solidaritas, dan kebersamaan.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.