4 Fakta Penggerebekan Penyalahgunaan Gas Elpiji 3 Kg ke Tabung 12 Kg

·

·

Penggerebekan Pengoplosan Gas Subsidi di Pekanbaru

Pengoplosan gas subsidi tabung 3 kg ke tabung 12 kg di Pekanbaru, Selasa (30/9/2025) berhasil dibongkar oleh Tim Subdit IV Tipidter Reskrimsus Polda Riau. Kegiatan ini dilakukan di dua lokasi yang berada di Jalan Bangau, Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan tiga orang dan menyita ratusan tabung gas berbagai ukuran sebagai barang bukti. Saat ini ketiganya masih menjalani pemeriksaan di Polda Riau. Di lokasi kejadian, terlihat sejumlah tabung gas ukuran 3 kg dan 12 kg yang diangkut ke dalam truk untuk dibawa ke Polda Riau. Warga sekitar yang penasaran tampak memenuhi sekitar lokasi kejadian.

Berikut beberapa fakta-fakta dari penggerebekan tersebut:

Polisi Sasar Dua Tempat

Tim Subdit IV Tipidter Reskrimsus Polda Riau melakukan penggerebekan di dua tempat. Pertama adalah tempat pengoplosan, dan kedua adalah tempat penjualan gas hasil oplosan.

Tiga Orang Diamankan

Kasubdit IV Tipidter Reskrimsus Polda Riau AKBP Nasruddin mengatakan bahwa tiga orang sudah diamankan dalam penggerebekan tersebut. Mereka saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan di Polda Riau. Nasruddin belum bisa menjelaskan lebih rinci perihal kasus ini, termasuk peran ketiga yang diamankan, lama operasinya, dan sebagainya.

Modus Operasi

Menurut AKBP Nasruddin, modus pelaku adalah melakukan pengoplosan dari tabung gas subsidi 3 kg ke 12 kg, ada juga yang 5 kg, kemudian ada juga tabung yang digunakan untuk industri. Pelaku memindahkan gas menggunakan selang regulator. Gas dalam tabung melon itu kemudian dipindahkan ke tabung 5 kg dan 12 kg. Tabung yang sudah diisi itu nantinya diberi es untuk mendinginkan. Setelah itu, tabung gas 12 kg hasil oplosan diopor ke tempat penjualan untuk diberi segel yang dibeli dari e-commerce.

\”Modus pelaku adalah melakukan pengoplosan dari tabung gas subsidi 3 kg ke 12 kg, ada yang 5 kg, kemudian ada juga tabung yang digunakan untuk industri. Modusnya (memindahkan gas) menggunakan selang regulator. Kemudian di tabung 12 kg dikasih es untuk mendinginkan, supaya lebih aman,\” kata Kasubdit IV Tipidter Reskrimsus Polda Riau AKBP Nasruddin di lokasi. Ia menambahkan bahwa saat ini barang bukti masih dilakukan penghitungan.

Warga Tak Curiga

Penggerebekan itu mengejutkan warga sekitar, termasuk Ketua RT setempat. Ketua RT 02 RW 05, Hendri, mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas pengoplosan gas di wilayahnya. Menurutnya, selama ini distribusi gas diurus langsung oleh seseorang bernama Deni yang dikenal aktif di lingkungan masyarakat.

\”Kalau di tempat ini saya tidak tahu. Selama ini truk dari distributor langsung ke gudang, disimpan oleh Deni dan langsung disalurkan ke masyarakat. Saya tidak pernah melihat dia melakukan pengoplosan,\” ujar Hendri. Ia menyebut bahwa Deni telah berjualan gas di wilayah tersebut selama empat tahun, sementara dirinya menjabat sebagai RT selama lima tahun. Waktu itu, Deni mengurus surat-surat terkait perizinan membuka usaha gas elpiji kepadanya. Bahkan, Hendri mengaku juga membeli gas dari tempat tersebut untuk kebutuhan usahanya.

\”Saya pun ke sini juga beli, saya jualan butuh banyak. Gas 3 kg dijual Rp18 ribu, stok selalu ada, tidak pernah langka,\” jelasnya. Menurut Hendri, Deni dikenal aktif dalam kegiatan sosial warga, termasuk rutin mengikuti pengajian Wirid Yasin. \”Dia bergaul dengan masyarakat, aktif, tidak ada terlihat mencurigakan,\” tambahnya.

Gas subsidi 3 kg, yang dikenal sebagai LPG 3 kg atau \”gas melon\”, adalah program subsidi energi dari pemerintah Indonesia yang ditujukan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat mengakses bahan bakar untuk memasak dengan harga terjangkau.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »