Kisah Muhammad Husein, Satu-satunya WNI yang Masih Berlayar ke Gaza

·

·



Muhammad Husein atau yang lebih dikenal sebagai Ustaz Husein kini menjadi satu-satunya Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih berada di tengah laut dalam perjalanan menembus blokade Gaza. Ia kini berada di atas kapal observer bernama Summertime – Jong bersama 20 relawan dari berbagai negara.

Sebenarnya, terdapat dua WNI lainnya yang juga sempat berlayar bersama flotilla ini. Mereka adalah Wanda Hamidah dan Muhammad Faturrahman. Namun, keduanya kini masih terdampar di Italia setelah mengalami kendala teknis pada kapal yang mereka tumpangi. Kapal tersebut mengalami kerusakan setelah berlayar dari Tunisia.

Sementara itu, jarak antara Husein dengan Pantai Utara Gaza kini hanya terpaut sekitar 300 mil laut (Nm). Jika ditarik garis lurus, jarak ini hampir sama dengan perjalanan darat dari Jakarta ke Surabaya. Jika tidak ada gangguan, Husein dan rombongannya dari Global Sumud Flotilla (GSF) diperkirakan akan tiba dalam waktu dua hingga tiga hari lagi.



Dalam acara bertajuk \”Konsolidasi NGO dan Aktivis Mengawal Global Sumud Flotilla\” yang diselenggarakan oleh Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) di Hotel Horison Balairung, Jakarta (30/9), Husein melaporkan situasi terkini dari atas kapal melalui live streaming via zoom. Ia menyebut dirinya dalam kondisi sehat meski sempat mual akibat ombak yang cukup keras.

\”Alhamdulillah. Kita semua sudah berbagi pengalaman. Semua sudah mengosongkan perutnya dari yang mengeluarkan makanan sampai mengeluarkan cairan empedu,\” ujar Husein melalui video zoom meeting, sambil melaporkan langsung dari Laut Mediterania sekitar Siprus.

Husein menyebut bahwa logistik di kapalnya cukup untuk perbekalan ke Gaza. Meski begitu, ia menjelaskan bahwa dirinya dan tim di kapal memang makan ala kadarnya saja.

\”Kita makannya benar-benar jarang sekali. Kadang makan makanan Italia, ada makanan tuna kalengan, kita makan mentah lalu campur indomie kering. Kadang juga kalau ada air panas juga kita bikin indomie pakai bawang bombay. Seadanya saja,\” tutur Husein.

Terkadang, kata dia, timnya juga mengonsumsi ikan-ikan yang ada di lautan. \”Sambil jalan mancingnya. Saya sudah saya posting di Instagram saya,\” tambah Husein.

Kapal yang ditumpangi Husein sendiri sempat mengalami kendala teknis di Italia. Namun, ia menjelaskan bahwa dirinya dan rombongan berganti kapal dan kini berhasil mengejar puluhan-puluhan kapal lain yang sudah berlayar di depan.



Kapal baru yang ditumpangi Husein memang lebih cepat dibandingkan kapal-kapal yang lebih dulu berlayar. Kata Husein, kecepatan kapalnya mencapai 12-13 knot. Lebih cepat dari kapal-kapal lain yang melaju sekitar 6-7 knot.

\”Kami sudah bertemu dengan kapalnya Thiago Avilla dan Greta Thunberg, kapal Alma. Kita sedang berada di antara kapal-kapal Global Sumud Flotilla lainnya. Alhamdulilah,\” kata Husein.

Husein lalu bercerita bahwa sepanjang perjalanan, ada sejumlah drone yang mendekati kapal mereka. Ia menyebut drone-drone itu diduga milik Israel yang mengawasi gerak-gerik mereka. Meski begitu, ia juga melihat cahaya yang diduga kapal Italia yang membantu mengawal kapal-kapal GSF.

\”Tadi malam juga ada drone, pagi tadi juga ada drone yang memantau kapal-kapal kami, kapal-kapal yang lain. Mereka perhatian sekali sama kita, care sekali,\” katanya.



Husein juga menyampaikan bahwa lima kapal sumbangan rakyat Indonesia terus melaju menembus Gaza meski kini ditumpangi delegasi negara-negara lain. Sedianya, kapal-kapal itu ditumpangi oleh sekitar 30 delegasi dari Indonesia. Namun, IGPC memutuskan untuk menyerahkan kapal-kapal itu sebagai bagian dari langkah strategis.

\”Indonesia kali ini tidak hanya menjadi penonton. Tapi Indonesia dengan izin Allah kita menjadi pemain. Tidak hanya pemain, kita menjadi pemain besar dalam gerakan ini. Dari 40-an kapal yang telah berlayar itu 10 persennya adalah kapal Indonesia,\” kata Husein.



Sementara itu, Husein juga menekankan bahwa ada tiga WNI yang masih terlibat di dalam gerakan ini. Sejauh ini, ia belum bisa memastikan apakah Israel akan mencegat kapal-kapal mereka atau tidak. Sebab, ada 44 negara yang tergabung dalam gerakan besar ini. Tapi, bila Israel tetap mencegat, kemungkinan mereka akan digiring ke Pelabuhan Ashdod, Israel.

\”Kemungkinan besar hanya ada satu opsi saja yaitu ke Ashdod, ke pelabuhan mereka [Israel]. Kalau kita digiring ke negara lain mungkin kita akan dibawa angkatan negara lain yang bersangkutan entah Siprus atau Mesir,\” pungkasnya.

Sementara itu, pembicara IGPC KH. Bachtiar Nasir yang memoderatori live streaming Husein meminta pemerintah Indonesia memiliki sikap politik yang jelas terhadap Global Sumud Flotilla.

Hingga kini, kata Bachtiar, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah mengenai keberadaan WNI dalam GSF. Oleh sebab itu, pihaknya meminta pemerintah setidaknya memberikan dukungan moral, sebagaimana dilakukan pemerintah Malaysia, yang secara terbuka mendukung partisipasi warganya dalam flotilla kemanusiaan ini.

“Kami memohon pemerintah Indonesia memberikan perhatian serius terhadap keselamatan warga negara kita yang kini berada di garda terdepan perjuangan kemanusiaan untuk Gaza,” ujar KH. Bachtiar Nasir.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »