Xurya Siap Luncurkan PLTS Off-Grid dan Pembangkit Mandiri

·

·

Xurya Perluas Bisnis ke Sektor PLTS Off-Grid untuk Segmen Komersial dan Industri

Xurya, sebuah perusahaan penyewa sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), mengumumkan rencana ekspansi bisnis mereka ke sektor PLTS off-grid. Langkah ini mencakup segmen komersial dan industri serta proyek Independent Power Producer (IPP). Dengan strategi baru ini, Xurya berharap dapat mendukung visi pemerintah dalam mempercepat transisi energi bersih.

Managing Director Xurya, Eka Himawan, menjelaskan bahwa strategi ini sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2035 yang menargetkan 38 GW kapasitas listrik dari energi terbarukan pada tahun 2035. Energi surya menjadi kontributor terbesar dalam target tersebut. Eka menambahkan bahwa RUPTL juga menekankan pentingnya pemerataan akses energi di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) guna mendukung proyek prioritas pemerintah.

\”Keputusan ini bukan sekadar langkah bisnis, tetapi lompatan besar dalam misi kami untuk menyediakan energi bersih yang terjangkau bagi semua,\” ujar Eka dalam pernyataan resmi.

Peran Penting Segmen IPP dalam Transisi Energi

Eka menekankan bahwa RUPTL menjadi momentum penting bagi segmen IPP, baik untuk PLN maupun kawasan industri dalam transisi energi. Dalam kesempatan yang sama, Director of Technology Xurya, Edwin Widjonarko, menyampaikan bahwa keputusan ini bukanlah hal instan. Pihaknya telah mempersiapkan diri selama beberapa tahun terakhir.

\”Kami telah membangun keahlian teknis dan operasional dalam teknologi penyimpanan energi (baterai), memperluas kemitraan teknologi dengan lebih banyak pemain lokal, serta menjajaki pendekatan operasional yang efisien di wilayah terpencil,\” kata Edwin.

Kajian Pasar dan Faktor Institusional dalam Kesuksesan IPP

Sebelum meluncurkan strategi ini, Xurya melakukan kajian pasar terhadap peluang proyek PLTS off-grid dan IPP di Indonesia. Hasil riset menunjukkan bahwa kesuksesan dalam segmen IPP tidak hanya bergantung pada pembiayaan atau teknologi, tetapi juga pada kesiapan institusional.

Salah satu faktor penting yang muncul adalah Environmental, Social, and Governance (ESG), termasuk Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI). Faktor-faktor ini semakin sering diangkat oleh klien yang ingin selaras dengan standar dampak global atau sebagai bagian dari mendapatkan pendanaan jangka panjang yang berkelanjutan.

\”Banyak tantangan dalam sektor off-grid bukan bersifat teknis, tapi institusional. Selama ini, Xurya telah terus-menerus membangun bukan hanya kapabilitas teknis, tetapi juga tata kelola kami dan penekanan terhadap ESG,\” ujar Edwin.

Komitmen Xurya terhadap Strategi ESG

Selanjutnya, Eka menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat strategi ESG. Ini mencakup mendorong inisiatif kesetaraan gender, memperkuat tanggung jawab terhadap lingkungan, serta memastikan dampak yang inklusif bagi seluruh pemangku kepentingan.

Dengan fokus pada ESG dan pengembangan infrastruktur energi terbarukan, Xurya berharap dapat memberikan solusi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Langkah ini tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat luas, terutama di daerah yang belum memiliki akses listrik yang memadai.

Strategi ekspansi ini menandai awal baru bagi Xurya dalam upaya mendorong transformasi energi nasional dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan energi bersih.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »