Pengertian Dzikir Ya Jabbar
Ya Jabbar adalah salah satu dari 99 Asmaul Husna yang sering dijadikan sebagai dzikir oleh umat Islam. Nama ini merujuk pada sifat Allah SWT sebagai Yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa. Dalam tradisi Islam, Ya Jabbar atau Al-Jabbār merupakan salah satu nama yang mengandung keutamaan besar, terutama sebagai doa perlindungan dari berbagai bentuk kezaliman, gangguan, dan ancaman dalam kehidupan sehari-hari.
Ulama menjelaskan bahwa di balik setiap lafaz Ya Jabbar, terdapat doa yang mampu mengetuk pintu langit dan menjadi jalan perlindungan bagi hamba-hamba Allah SWT. Oleh karena itu, dzikir ini sering dilakukan untuk memohon perlindungan dan ketenangan hati.
Lafaz Dzikir Ya Jabbar
Lafaz dzikir Ya Jabbar dalam bahasa Arab adalah:
يَا جَبَّارُ مُتَكَبِّرُ
Dalam tulisan Latin, lafaznya adalah:
Yā Jabbāru Mutakabbir
Artinya:
\”Wahai Yang Maha Perkasa dan Memiliki segala Kebesaran.\”
Dzikir ini sering diamalkan bersama dengan nama-nama lain dari Asmaul Husna, seperti Ya Qahhar (Yang Maha Mengalahkan), dengan lafaz:
يَا جَبَّارُ يَا قَهَّارُ
Dalam tulisan Latin, lafaznya adalah:
Yā Jabbāru Yā Qahhār
Artinya:
\”Wahai Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengalahkan.\”
Dzikir Ya Jabbar dalam Al-Qur’an
Keagungan nama Allah Al-Jabbār disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Hasyr ayat 23:
هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْمَلِكُ ٱلْقُدُّوسُ ٱلسَّلَٰمُ ٱلْمُؤْمِنُ ٱلْمُهَيْمِنُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْجَبَّارُ ٱلْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Dalam tulisan Latin, ayat tersebut adalah:
Huwallāhullażī lā ilāha illā huw, al-malikul-quddụsus-salāmul-mu’minul-muhaiminul-‘azīzul-jabbārul-mutakabbir, sub-ḥānallāhi ‘ammā yusyrikụn.
Artinya:
\”Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.\” (QS. Al-Hasyr: 23)
Dzikir Ya Jabbar dalam Hadits
Rasulullah juga menyebut nama Allah Al-Jabbār dalam hadis tentang keadaan bumi pada hari kiamat:
تَكُونُ الأَرْضُ يَوْمَ القِيَامَةِ خُبْزَةً وَاحِدَةً يَتَكَفَّؤُهَا الجَبَّارُ بِيَدِهِ كَمَا يَكْفَأُ أَحَدُكُمْ خُبْزَتَهُ فِى السَّفَرِ نُزُلًا لِأَهْلِ الجَنَّةِ . (رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري)
Dalam tulisan Latin, lafaznya adalah:
Takūnu al-arḍu yawma al-qiyāmati khubzah wāḥidah yatakaffauha al-jabbāru biyadihi kamā yakfa’u aḥadukum khubzatahu fī as-safari nuzulan li ahli al-jannah.
Artinya:
\”Pada Hari Kiamat nanti, bumi ini bagaikan sebuah roti yang diperlakukan oleh Allah Al-Jabbar (Yang Maha Kuasa sesuka-Nya), sebagaimana salah seorang di antara kalian memperlakukan rotinya ketika dalam safar, sebagai hidangan bagi ahli surga.\” (HR. Bukhari)
Cara Mengamalkan Dzikir Ya Jabbar
Banyak ulama dan kitab rujukan menjelaskan beberapa cara pengamalan dzikir Ya Jabbar. Beberapa di antaranya adalah:
- 226 kali setiap pagi dan sore – terutama saat menghadapi kesulitan atau ancaman.
- 237 kali setiap hari – tanpa terikat waktu tertentu, dilakukan dengan penuh keyakinan.
- 21 kali setiap pagi dan sore – sebagai wirid rutin untuk perlindungan diri.
Dzikir ini dipercaya mampu menghindarkan diri dari nafsu buruk, kejahatan, kedzaliman, dan gangguan orang-orang yang berniat jahat.
Waktu Terbaik Mengamalkan
Dzikir Ya Jabbar sangat dianjurkan dibaca:
- Setelah shalat Subuh.
- Menjelang waktu Maghrib.
Namun, pada hakikatnya tidak ada batasan ketat. Ia bisa diamalkan kapan saja seorang muslim merasa butuh perlindungan dari Allah SWT.
Makna dan Manfaat Dzikir Ya Jabbar
Dzikir Ya Jabbar bukan sekadar lafaz, melainkan doa penuh makna yang mengingatkan manusia akan kekuasaan Allah SWT. Dengan istiqamah membacanya, seorang muslim berharap mendapat perlindungan dari berbagai kezaliman dan memperoleh ketenangan hati dalam menghadapi cobaan hidup.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.