Target Lifting Migas Dibantu Listrik 300 MVA Blok Rokan

·

·

Peran Pasokan Listrik dalam Ketahanan Energi Nasional

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Ketahanan Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (Puskep UI), Ali Ahmudi, menekankan bahwa penyediaan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional, khususnya di sektor minyak dan gas (migas). Ia menyatakan bahwa ketersediaan pasokan listrik yang stabil menjadi sumber daya utama bagi pengoperasian peralatan di lapangan. Hal ini sangat krusial untuk mendukung peningkatan lifting sekaligus memastikan operasional produksi minyak nasional tetap berjalan optimal.

Sinergi antar BUMN akan mempercepat swasembada energi



Ali menyoroti komitmen PLN dalam menghadirkan pasokan listrik ke Wilayah Kerja (WK) Rokan di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, yang saat ini dikelola oleh Pertamina Hulu Rokan (PHR). WK Rokan dikenal sebagai salah satu ladang minyak terbesar di Indonesia dan menjadi tulang punggung produksi minyak nasional.

“Sinergi antarbadan usaha milik negara (BUMN) akan mempercepat tercapainya swasembada energi sekaligus memperkuat ketahanan nasional. Kolaborasi strategis antara Pertamina dan PLN akan mendorong peningkatan lifting minyak dari Rokan,” ujar Ali.

Adapun pada Jumat (26/9/2025), PLN, Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) telah menyepakati komitmen Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJTBL) untuk memasok secara jangka panjang WK Rokan.

PLN berkomitmen hadirkan pasokan listrik 309 mega volt ampere ke blok rokan



Ali menjelaskan komitmen PLN dalam menghadirkan pasokan listrik hingga 300 mega volt ampere (MVA) ke Blok Rokan merupakan wujud nyata implementasi visi pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi.

“WK Rokan akan diperkuat dengan pasokan listrik berkapasitas hingga 300 MVA oleh PLN. Ini akan berdampak signifikan dalam mendongkrak lifting minyak nasional dan mempercepat pencapaian swasembada energi,” jelasnya.

Pada tahap awal, sinergi BUMN ini akan mencakup pasokan listrik sebesar 100 MVA dari sistem kelistrikan Sumatra. Rinciannya terdiri atas:
* 70 MVA sambungan tegangan tinggi di Balam dan Petapahan, yang ditargetkan beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada Oktober 2027.
* 30 MVA sambungan tegangan menengah di Dumai dan Rumbai, dengan target COD pada Oktober 2026.

Fasilitas pasokan listrik dari jaringan Sumatra



Sebagai tambahan, penyediaan fasilitas pasokan listrik dari jaringan Sumatra akan didukung oleh converter dengan kapasitas total 175 megawatt (MW) atau setara 210 MVA, yang terdiri dari:
* Sambungan tegangan tinggi sebesar 150 MW (180 MVA).
* Sambungan tegangan menengah sebesar 25 MW (30 MVA).

Selain itu, kolaborasi antara PLN dan Pertamina Hulu Rokan juga mencakup pembangunan infrastruktur kelistrikan yang akan mendukung operasional tambahan di wilayah tersebut. Dengan adanya pasokan listrik yang lebih besar, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas di blok Rokan.

Dalam konteks yang lebih luas, langkah-langkah seperti ini tidak hanya membantu meningkatkan produksi minyak nasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun sistem energi yang lebih kuat dan mandiri. Dengan kerja sama yang baik antar BUMN, diharapkan bisa memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian nasional.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »