Tantangan Generasi Z dalam Dunia Kerja
Generasi Z kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam dunia kerja. Selain membutuhkan kemampuan teknis, mereka juga harus memiliki soft skill yang kuat. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menilai banyak pencari kerja gagal dalam proses rekrutmen karena kurang mampu menunjukkan keterampilan komunikasi, percaya diri, kerja sama tim, hingga kemampuan memecahkan masalah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu menyampaikan bahwa banyak lulusan yang sebenarnya punya kompetensi teknis, tapi gugur saat wawancara karena lemah dalam soft skill. Disnaker mencatat bahwa meski data kuantitatif mengenai tingkat kegagalan wawancara belum tersedia secara rinci, indikator tingginya jumlah lulusan SMA/SMK bahkan perguruan tinggi yang tidak terserap pasar kerja menguatkan dugaan lemahnya soft skill menjadi salah satu penyebab utama.
Untuk menjawab tantangan ini, Disnaker Lampung telah melaksanakan sejumlah program, antara lain Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) di UPTD BLK dengan tambahan materi komunikasi, disiplin, kerja sama tim, dan etos kerja. Selain itu, ada program bimbingan karir bagi siswa SMA/SMK melalui job matching dan coaching clinic, meski keterbatasan anggaran membuat partisipasi sekolah masih terbatas.
Disnaker juga menggelar pelatihan wirausaha muda, tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga membangun mental kewirausahaan, kepemimpinan, dan inovasi. Kolaborasi dengan sekolah kejuruan, perguruan tinggi, hingga Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta terus dilakukan. Program link and match dengan SMK, misalnya, turut menambahkan pelatihan komunikasi, kedisiplinan, hingga career coaching.
Kolaborasi dengan dunia usaha pun terus diperkuat. Bersama Apindo dan Forum CSR, perusahaan di kawasan industri Lampung ikut menyusun kurikulum pelatihan sesuai kebutuhan pasar. Keterampilan seperti negosiasi, kerja tim lintas generasi, serta adaptasi teknologi digital menjadi prioritas. Di sisi lain, pemerintah daerah juga mendukung melalui inisiatif pelatihan berbasis digitalisasi dan kewirausahaan yang menyasar generasi muda.
Program Magang ke Jepang untuk Meningkatkan Kompetensi
Ratusan peserta mengikuti tes seleksi program pemagangan ke Jepang. Program ini merupakan kerjasama antara Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia dengan IM Japan di Kabupaten Pringsewu. Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas membuka kegiatan ini di aula utama Kantor Pemkab Pringsewu pada Selasa (19/08/2025).
Riyanto mengatakan, beberapa permasalahan utama ketenagakerjaan di Kabupaten Pringsewu adalah terbatasnya kesempatan kerja, sehingga tidak seimbang antara jumlah angkatan kerja dengan ketersediaan lapangan kerja. Kondisi ini menyebabkan tidak semua angkatan kerja dapat terserap, sehingga pada 2024 lalu tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Pringsewu mencapai 4,39 persen atau 10.361 orang.
“Menyikapi persoalan ini, salah satu upaya kami untuk mengatasi pengangguran sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja adalah melalui program pemagangan ke luar negeri, salah satunya ke Jepang,” ujarnya. Riyanto berharap program tersebut bisa dilaksanakan secara berkesinambungan, dan menjadi salah satu strategi yang diharapkan mampu mengantisipasi sekaligus menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
Berbekal modal keterampilan dan etos kerja yang profesional, para alumni ketika kembali ke tanah air memiliki keterampilan yang dapat menunjang di dunia kerja. “Ya, bahkan dengan penghasilan yang didapatkan akan mampu membuka lapangan pekerjaan baru, sehingga mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Pringsewu,” harapnya.
Harapan senada, juga disampaikan Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja RI Bambang Irawan. Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum sekaligus salah satu cara untuk meng-upgrade kapasitas SDM. Menurutnya, program pemagangan ke Jepang ini bukan hanya berkaitan dengan kerja, tetapi yang lebih penting adalah belajar bagaimana orang Jepang itu menerapkan budaya disiplin dan budaya jujur.
Pemerintah selalu mensupport program-program pemagangan luar negeri. “Bukan hanya di Lampung, pemagangan ini juga akan dibuka di seluruh Indonesia, karena dengan adanya pemagangan ini, yang sangat signifikan itu minimal menekan angka pengangguran yang saat ini menjadi PR kita semua, dan Pringsewu menjadi pintu gerbang yang dibuka untuk wilayah Lampung,” ujarnya.
Pembukaan tes seleksi program pemagangan ke Jepang ini dihadiri jajaran Kementerian Tenaga Kerja RI, IM Japan, serta para asisten dan staf ahli Bupati Pringsewu beserta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pringsewu. Turut pula menghadiri kegiatan ini, salah satu konten kreator asal Lampung, Bang Taun.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.