MBG Sumedang Pasang CCTV di Dapur, Cegah Keracunan Massal

·

·

Program Makan Bergizi Gratis di Sukasari, Sumedang

Yayasan Chera Cheby Solehudin di Desa Nangerang, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, terus memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah. Tujuannya adalah untuk menyediakan makanan sehat, bergizi, dan higienis bagi siswa di wilayah tersebut.

Komitmen untuk Generasi Muda yang Sehat

Yayasan ini berkomitmen menjaga kualitas makanan sehat bagi 3.067 siswa di Kecamatan Sukasari melalui Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG). SPPG ini melibatkan 47 pekerja dalam dua shift kerja. Ketua Yayasan, Aceng Solehudin, menegaskan bahwa MBG bukan sekadar bisnis atau proyek, tetapi misi mencetak generasi sehat dan cerdas di masa depan.

“Bagi kami, MBG bukan sekadar bisnis atau proyek, tetapi misi mencetak generasi sehat dan cerdas di masa depan,” tegas Aceng.

Sistem Dapur Higienis dan Representatif

Kepala SPPG Mochammad Ganjar Abdul Jabbar menjelaskan bahwa aktivitas dapur MBG di Chera Cheby berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Mulai dari persiapan, dapur diarahkan untuk selalu bersih dan higienis. Posisi SPPG juga didukung sarana representatif, tidak seperti dapur 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Untuk distribusi, pihak yayasan menyiapkan 2 mobil boks dan sepeda motor agar makanan bisa sampai ke pelosok sekolah yang sulit dijangkau kendaraan besar. Selain itu, komoditi hasil pertanian lokal diberdayakan untuk bahan makanan, sekaligus membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

Kasus Keracunan Jadi Peringatan Serius

Meski baru diresmikan pada 22 September 2025, Yayasan Chera Cheby sudah memperketat pengawasan pasca maraknya kasus keracunan massal di beberapa daerah. “Kami menjadikan kasus keracunan sebagai barometer kewaspadaan. Tim dapur, Chef, Ahli Gizi, hingga pendistribusi dituntut lebih teliti dan hati-hati,” kata Aceng pada Selasa (30/9/2025).

Sebagai bentuk pengawasan, yayasan memasang kamera CCTV di dapur untuk memantau proses produksi hingga distribusi makanan. Evaluasi harian juga digelar meskipun dapur baru beroperasi sepekan. “Setiap hari ada evaluasi agar kesalahan sekecil apapun tidak terulang. Kami ingin program MBG di Sukasari berjalan tanpa masalah,” tambahnya.

Fokus pada Profesionalisme dan Keberlanjutan

Ketua Yayasan Chera Cheby menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan keterampilan karyawan, memperkuat sistem kerja kolektif, serta menjaga mutu makanan sesuai arahan pemerintah. Dengan persiapan matang dan pengawasan ketat, Yayasan Chera Cheby berharap dapur MBG Sukasari dapat menjadi contoh model pengelolaan pangan bergizi gratis yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

Inovasi dalam Pengelolaan Makanan

Selain fokus pada kualitas makanan, yayasan juga mengadopsi inovasi dalam pengelolaan makanan. Misalnya, dengan menggunakan teknologi digital untuk memantau stok bahan baku dan distribusi makanan. Hal ini membantu mengurangi risiko pemborosan dan memastikan setiap siswa mendapatkan makanan yang cukup.

Keterlibatan Masyarakat Lokal

Pihak yayasan juga aktif melibatkan masyarakat setempat dalam berbagai aspek. Mulai dari pengadaan bahan baku hingga penyaluran makanan. Dengan demikian, tidak hanya siswa yang mendapat manfaat, tetapi juga warga sekitar yang memiliki peluang kerja dan pendapatan tambahan.

Kesimpulan

Program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Sukasari, Sumedang, telah menjadi model yang baik dalam penyediaan makanan sehat dan bergizi bagi siswa. Melalui komitmen, pengawasan ketat, dan inovasi, Yayasan Chera Cheby Solehudin berhasil menciptakan sistem yang efektif dan berkelanjutan. Dengan terus meningkatkan profesionalisme dan keberlanjutan, program ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjalankan program serupa.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »