Uya Kuya dan Astrid Kuya Kembali ke Rumah yang Dijarah
Sebulan setelah rumahnya dijarah oleh massa pada 30 Agustus 2025 lalu, Uya Kuya dan istrinya, Astrid Kuya akhirnya kembali ke tempat tinggal mereka untuk melihat kondisi terkini. Kedatangan mereka ke rumah yang berada di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, menjadi momen yang penuh emosi.
Uya Kuya, yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPR RI non-aktif, ditemani Astrid Kuya dalam kunjungan pertamanya tersebut. Mereka mengunjungi rumah yang sempat digeruduk oleh kelompok orang dan dibiarkan terbengkalai selama sebulan. Saat melintasi area rumah, Uya dan Astrid terkejut dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
Kondisi rumah Uya Kuya sangat memilukan. Pagar dan besi penutup saluran air telah hilang, serta beberapa bagian lainnya rusak parah. Bahkan, kloset di rumah tersebut juga raib. Astrid Kuya terlihat tidak mampu menahan air mata saat melihat kondisi rumah yang porak poranda.
Barang-Barang Berharga Hilang dan Rusak
Di ruang tamu, Uya Kuya menemukan barang-barang mahal seperti piano besar, sofa, dan televisi yang hilang. Hal ini membuatnya bingung hingga tim Uya membongkar fakta dari rekaman yang ada. Menurut informasi dari tim, piano tersebut dibawa menggunakan mobil Lalamove, yang menunjukkan niat jahat dari para penjarah.
Selain itu, mushola di rumah Uya juga rusak berantakan. Astrid Kuya merasa bingung mengapa mushola yang biasa digunakan untuk beribadah juga dirusak. Di dalam mushola, terdapat kaligrafi dan sajadah yang menjadi kenangan keluarga.
Masuk ke kamar tidur, Astrid Kuya menemukan CD dokumentasi pernikahan yang menjadi satu-satunya bukti kenangan pernikahan mereka. CD tersebut berisi lagu-lagu ciptaan Uya untuk Astrid. Namun, CD tersebut hanya tersisa bagian pertama dan kedua, sementara bagian ketiga sudah rusak.
Fakta Tentang Rumah Uya Kuya
Uya Kuya menjelaskan bahwa rumah yang dijarah tidak dibangun dengan uang rakyat. Ia menabung selama bertahun-tahun sebagai artis dan pengusaha untuk membangun rumah mewah tersebut. Rumah ini dibangun sejak 2014 dan selesai pada 2016. Ia menjabat sebagai anggota DPR sejak 1 Oktober 2024, sehingga baru sekitar 10 bulan ia menjabat.
Tidak hanya Uya dan Astrid yang tinggal di rumah tersebut. Ada juga mertua, adik ipar, pengasuh kucing, dan asisten rumah tangga yang tinggal bersama mereka. Semua keluarga ini tinggal di rumah tersebut selama bertahun-tahun.
Kekecewaan atas Penjarahan
Uya Kuya menyampaikan kekecewaannya atas tindakan penjarah yang mengambil barang-barang milik keluarganya, termasuk barang-barang milik mertua dan adik iparnya. Ia menegaskan bahwa penjarahan tersebut tidak hanya merusak barang, tetapi juga memengaruhi kehidupan keluarga yang tinggal di rumah tersebut.
Pihak kepolisian Polres Metro Jakarta Timur telah menangkap 19 orang terkait kasus penjarahan tersebut. Mereka sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.