Sebagai salah satu aktris terkenal di dunia, Nicole Kidman sering kali dianggap sebagai simbol kecantikan dan keanggunan. Namun, di balik penampilannya yang sempurna, ia juga pernah menghadapi perasaan tidak aman terhadap diri sendiri. Dalam wawancara terbaru dengan majalah Harper’s Bazaar, ia berbagi pengalamannya masa lalu dan bagaimana ia belajar menerima dirinya sekarang.
Dari masa kecil hingga usia 50-an, Kidman mengakui bahwa ia pernah \”membenci\” kulit pucat dan tinggi badannya. Ia mengatakan bahwa dulu, ia merasa kurang percaya diri karena ciri fisiknya yang unik. Kini, ia telah belajar untuk menerima apa adanya. “Saya hanya memilikinya,” ujarnya dengan tenang. Meski kulitnya cerah bukanlah bagian favoritnya, ia mengakui bahwa itu membantunya tampil baik dalam film. “Saya menggunakannya seperti itu.”
Tentang tinggi badannya yang mencapai 180 cm, Kidman bercanda bahwa ia beruntung memiliki postur ini. “Saya punya lebih banyak ruang untuk menyimpan lemak! Tidak ada gen kecil dalam keluarga kami.” Ia juga menjelaskan bahwa putrinya, Sunday Rose (17) dan Faith Margaret (14), memiliki postur yang sama, masing-masing sekitar 178 cm. “Kami semua raksasa,” katanya sambil tertawa. Dulu, ia sering berusaha membungkuk agar tampak lebih kecil, tetapi kini ia berdiri tegak dan menerima dirinya sepenuhnya.
Meskipun begitu, Kidman mengakui bahwa tinggi badannya pernah menjadi tantangan di awal karier aktingnya. “Akan menyenangkan jika tubuh saya sedikit lebih pendek beberapa inci, kadang itu membantu untuk bisa mengagumi seseorang di layar,” ujarnya jujur. Ia juga menunjukkan bahwa ia belajar dari pengalaman hidupnya, termasuk masalah rumah tangganya.
Wawancara ini dilakukan di tengah masa pribadi yang berat. Kidman baru saja mengajukan gugatan cerai dari Keith Urban pada 30 September setelah 19 tahun menikah. Ia mengaku belajar banyak dari proses yang menyakitkan tersebut. “Betapa pun sulit atau dahsyatnya sesuatu, selalu ada jalan keluar. Kamu harus merasakannya, tidak bisa mematikannya,” tuturnya. Ia juga mengungkap bahwa pengalaman hidup sering membuatnya merasa “sangat tua,” namun di sisi lain, masih ada bagian dalam dirinya yang tetap muda. “Tiba-tiba saya merasa seperti berusia lima tahun lagi. Ada sisi bermain yang selalu ada di diri saya.”
Seiring bertambahnya usia, Kidman merasa terdorong untuk berbagi apa yang telah ia pelajari. “Saya sudah melihat dan mengalami banyak hal. Sekarang saya ingin mewariskan sebagian dari kebijaksanaan itu,” ujarnya. Meski melewati banyak badai, ia tetap memandang hidup dengan rasa syukur. “Saya bersyukur masih menjadi bagian dari dunia ini,” katanya. Anak-anaknya memberinya tujuan—untuk melindungi dan membimbing mereka, memastikan bahwa apa pun yang terjadi, selalu ada tempat aman untuk tumbuh.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.