Peristiwa Percobaan Bunuh Diri di Apartemen Easton Park
Pada dini hari Minggu (12/10/2025), terjadi peristiwa yang mengejutkan di Apartemen Easton Park, Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Seorang pria berusia 20 tahun mencoba mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 10. Kejadian ini memicu kekhawatiran dan menarik perhatian masyarakat sekitar.
Pria tersebut memiliki inisial FS, yang merupakan warga Kampung Kendeng RT03/05, Desa Cikupa, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. Beruntung, nyawa FS berhasil selamat setelah tubuhnya jatuh ke mobil minibus warna hitam yang sedang diparkir di lantai dasar apartemen.
Kapolsek Jatinangor, Kompol Roger Thomas, mengonfirmasi kejadian tersebut. Menurutnya, FS tertolong dan segera dibawa ke RS AMC Cileunyi, Kabupaten Bandung untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti tindakan tidak terpuji tersebut.
Roger menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, FS dalam kondisi terpengaruh alkohol saat melakukan aksinya. Dari keterangan saksi, diketahui bahwa FS dan temannya yang bernama ER (20 tahun) check-in ke kamar nomor 1573 di lantai 15 pada malam sebelum kejadian.
Di dalam kamar tersebut, mereka mengonsumsi minuman keras. Pada suatu titik, FS meminta bercinta kepada ER, namun permintaan tersebut ditolak karena ER merasa lelah. Hal ini memicu cekcok antara keduanya. Hasil rekaman CCTV menunjukkan bahwa FS kemudian turun dari lantai 15 menggunakan tangga darurat menuju lantai 10, dan akhirnya melompat dari jendela lorong.
Faktor yang Memicu Tindakan Tersebut
Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa penolakan ER untuk bercinta menjadi salah satu faktor utama yang memicu tindakan FS. Meskipun penyebab pasti masih dalam proses investigasi, kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga hubungan yang sehat dan saling menghargai antar pasangan.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat akan bahayanya penggunaan alkohol secara berlebihan, terutama dalam situasi yang bisa memicu emosi negatif. Selain itu, kejadian ini menegaskan perlunya dukungan psikologis dan sosial bagi individu yang mengalami masalah emosional atau tekanan mental.
Tanggapan Masyarakat dan Pihak Berwajib
Masyarakat sekitar sangat prihatin dengan kejadian ini. Banyak yang menyatakan bahwa tindakan seperti ini tidak boleh ditiru, karena dapat membahayakan nyawa sendiri maupun orang lain. Polisi juga mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan tetap menjaga kestabilan emosi, terutama saat berada di lingkungan yang bisa memicu konflik.
Selain itu, pihak pengelola apartemen juga diminta untuk meningkatkan pengawasan dan memberikan edukasi tentang keselamatan serta keamanan bagi penghuni. Hal ini bertujuan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.