Inovasi Kamera Pengawas dalam Transformasi Polri
Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) berupaya memperkuat transformasi Polri melalui penerapan inovasi teknologi, salah satunya adalah penggunaan body worn camera atau kamera yang melekat pada tubuh. Ketua STIK, Inspektur Jenderal Eko Rudi Sudarto menjelaskan bahwa alat ini dapat menjadi bagian penting dalam perubahan kepolisian yang lebih manusiawi dan transparan.
Eko mengatakan, transformasi Polri terdiri dari tiga dimensi utama yaitu kebijakan dan regulasi, operasional, serta kultur organisasi. \”Inovasi seperti penerapan body worn camera, penguatan pengawasan independen, dan pendidikan HAM berkelanjutan menjadi langkah konkret untuk membangun kepolisian yang humanis,\” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 11 Oktober 2025.
Tujuan Transformasi Polri
Transformasi Polri harus diarahkan pada peningkatan transparansi, akuntabilitas, dan orientasi pada kepentingan publik. \”Polri tidak sekadar bertindak sebagai alat negara, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan supremasi hukum,\” jelas Eko.
Dalam konteks tersebut, penggunaan kamera pengawas di lapangan menjadi salah satu upaya untuk memastikan bahwa setiap tindakan personel Polri dilakukan dengan tanggung jawab dan sesuai aturan. Hal ini juga membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Langkah Konkret dalam Reformasi Kepolisian
STIK, menurut Eko, berkomitmen mendukung reformasi kepolisian yang demokratis, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri. Menurutnya, Polri harus menjadi pilar pendukung demokrasi dengan menjalankan tugasnya secara profesional dan adil.
Beberapa langkah yang telah diambil antara lain:
- Penerapan body worn camera untuk memastikan transparansi dalam pelaksanaan tugas
- Penguatan pengawasan independen agar tidak ada tindakan yang tidak sesuai dengan aturan
- Pendidikan HAM berkelanjutan kepada seluruh personel Polri
Peran STIK dalam Mendorong Perubahan
Sebagai lembaga pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kepolisian, STIK memiliki peran penting dalam memfasilitasi transformasi Polri. Dengan program-program yang relevan, STIK berupaya memberikan pendidikan dan pelatihan yang memadai kepada para anggota Polri.
Selain itu, STIK juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa setiap inovasi yang diterapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjaga kualitas layanan kepolisian.
Tantangan dan Peluang
Meskipun banyak manfaat yang ditawarkan oleh transformasi Polri, masih terdapat tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah perubahan budaya kerja yang sering kali terkait dengan resistensi dari sebagian anggota Polri. Namun, Eko optimis bahwa dengan pendekatan yang tepat, perubahan ini bisa tercapai.
Tantangan lainnya adalah pembiayaan dan infrastruktur. Meski begitu, STIK berkomitmen untuk terus mencari solusi dan dukungan dari berbagai pihak agar transformasi Polri dapat berjalan lancar.
Kesimpulan
Transformasi Polri adalah proses yang kompleks namun sangat penting untuk menjaga kualitas layanan dan kepercayaan masyarakat. Dengan inovasi seperti body worn camera dan komitmen dari lembaga seperti STIK, Polri dapat menjadi institusi yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.