Kapal Ikan KM Anugerah Indah 18 Terbakar, 1 ABK Tewas dan 7 Luka Parah

·

·

Tragedi Kapal Ikan di Samudra Hindia: Kebakaran Hebat dan Evakuasi Dramatis

Kapal ikan KM Anugerah Indah 18 mengalami kebakaran hebat di perairan Samudra Hindia, tepatnya di koordinat lintang 11° dan bujur 118°, pada Rabu (8/10/2025) siang. Peristiwa ini menimpa 25 anak buah kapal (ABK) yang sedang melakukan penangkapan ikan di perairan tersebut.

Dari seluruh awak, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara tujuh lainnya mengalami luka bakar serius akibat ledakan di ruang mesin kapal. Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasatpolairud) Polresta Banyuwangi, Kompol Muchammad Wahyudi, membenarkan peristiwa tersebut.

“Kapal terbakar di perairan Samudra Hindia, di bawah Pulau Sumbawa. Satu korban meninggal dunia dan tujuh lainnya luka-luka. Sebanyak 17 ABK lainnya berhasil selamat,” ujarnya, Sabtu (11/10/2025).

Evakuasi Dramatis di Tengah Ombak Samudra Hindia

Evakuasi para korban dilakukan dengan penuh perjuangan. Setelah kapal terbakar, seluruh kru berhasil meminta pertolongan kepada KM Victory Makmur, kapal nelayan lain yang tengah berlayar di sekitar lokasi kejadian.

“Kapal KM Victory Makmur mengevakuasi seluruh ABK ke perairan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Mereka tiba di pelabuhan sekitar Sabtu siang dan langsung dibawa ke RSUD Blambangan untuk mendapatkan perawatan,” jelas Wahyudi.

Satu korban meninggal dunia kini disemayamkan di kamar jenazah RSUD Blambangan. Sementara tujuh korban luka bakar tengah dirawat intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Beberapa di antara mereka mengalami luka bakar hingga 70 persen di tubuhnya.

Kapal Habis Terbakar, Seluruh Muatan Hilang

Menurut keterangan polisi, kapal KM Anugerah Indah 18 yang diketahui berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah, mengalami kerusakan total akibat kebakaran. Seluruh badan kapal hangus terbakar hingga tak tersisa. Selain itu, seluruh peralatan, muatan ikan, serta barang pribadi para ABK juga ikut habis terbakar.

“Kapal sudah tidak bisa diselamatkan. Api membesar dengan cepat setelah ledakan di ruang mesin,” ujar Kompol Wahyudi.

Para ABK yang selamat mayoritas berasal dari Jawa Tengah, terutama dari Kabupaten Batang dan Banyumas.

Kesaksian ABK Selamat: Ledakan Dahsyat di Ruang Mesin

Salah satu ABK selamat, Doni Setiawan, menuturkan kronologi kebakaran yang menimpa kapal mereka. Ia menyebut, peristiwa itu bermula sekitar pukul 11.00 WIB, ketika seluruh awak sedang beristirahat di tengah laut.

“Tiba-tiba muncul asap dari ruang mesin di bagian bawah kapal. Kami semua spontan mendekat dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya,” kenang Doni saat ditemui di RSUD Blambangan.

Pada awalnya, api hanya menimbulkan asap tebal dan aroma tajam seperti freon yang bocor. Namun, sekitar 30 menit kemudian, setelah api mulai mereda dan tim teknis hendak memeriksa ruang mesin, terjadi ledakan keras.

“Ledakan besar itu langsung mengenai teman-teman yang sedang di dekat ruang mesin. Ada delapan orang kena. Api langsung menyambar ke seluruh bagian kapal,” ujarnya lirih.

Detik-Detik Menegangkan, Kapal Meledak, Api Menyebar Cepat

Menurut Doni, kobaran api menjalar sangat cepat ke seluruh bagian kapal. Dalam hitungan menit, dek kapal sudah dipenuhi asap dan api. Para ABK yang berada di dek atas berlarian menyelamatkan diri ke sisi kapal yang belum terbakar.

“Kami sudah tidak sempat lagi menyelamatkan barang-barang. Yang penting nyawa dulu,” katanya.

Saat itu, kapten kapal langsung mengirimkan sinyal darurat kepada kapal lain di sekitar perairan. Beruntung, KM Victory Makmur yang berlayar tidak jauh dari lokasi segera merespons panggilan tersebut dan datang untuk membantu.

Beberapa ABK terjun ke laut menggunakan pelampung darurat sebelum akhirnya diangkat ke atas kapal penyelamat.

“Api sudah besar, bahkan sampai ruang nahkoda pun terbakar,” tambah Doni.

Beroperasi dari Pelabuhan Tanjungwangi

Meski terdaftar di Pekalongan, KM Anugerah Indah 18 diketahui sering beroperasi dari Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi. Kapal tersebut rutin melakukan pelayaran jarak jauh ke Samudra Hindia untuk menangkap ikan laut dalam.

Berdasarkan data dari Satpolairud Banyuwangi, kapal berkapasitas sedang itu memiliki panjang sekitar 25 meter dan biasa membawa sekitar 25 hingga 28 ABK.

“Rata-rata kru berasal dari Jawa Tengah. Mereka sudah terbiasa berlayar jauh, tapi musibah seperti ini memang sulit dihindari,” kata Kompol Wahyudi.

Penyebab Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Mesin dan Kebocoran Freon

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, berdasarkan keterangan awal para ABK, api diduga berasal dari korsleting di ruang mesin dan kebocoran saluran freon dari sistem pendingin kapal.

“Kami menduga ada korsleting listrik yang memicu percikan api di dekat tabung freon. Saat terkena panas, gas freon bisa meledak dan memperbesar api,” ujar seorang penyidik dari Satpolairud.

Kondisi bahan bakar kapal yang mudah terbakar, ditambah posisi kapal yang sedang berhenti di tengah laut, membuat api cepat membesar tanpa bisa dikendalikan.

Investigasi: Polairud dan Syahbandar Banyuwangi Turun Tangan

Setelah seluruh ABK berhasil dievakuasi, Polairud Polresta Banyuwangi bersama pihak Syahbandar Pelabuhan Tanjungwangi langsung membentuk tim gabungan untuk menyelidiki penyebab kebakaran. Pihak Basarnas Jawa Timur juga ikut membantu proses pencarian dan pemantauan di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di laut.

“Saat ini fokus utama kami adalah memastikan seluruh korban mendapat penanganan medis. Setelah itu, baru dilakukan investigasi lanjutan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” kata Wahyudi.

Korban Tewas Akan Dipulangkan ke Jawa Tengah

Pihak rumah sakit RSUD Blambangan memastikan bahwa jenazah korban telah teridentifikasi dan akan segera dipulangkan ke daerah asal di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, untuk dimakamkan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Pemulangan akan dilakukan hari ini menggunakan mobil jenazah yang disiapkan oleh pihak perusahaan kapal,” ujar perwakilan rumah sakit.

Sementara korban luka bakar masih menjalani perawatan intensif. Beberapa di antaranya mengalami luka cukup parah di tangan dan wajah akibat terkena ledakan langsung.

Bahaya di Samudra Hindia

Kapal KM Anugerah Indah 18 mengalami kebakaran di wilayah Samudra Hindia, salah satu perairan terluas dan paling berbahaya di dunia. Samudra ini memiliki luas sekitar 73,56 juta kilometer persegi dan membentang dari pesisir timur Afrika hingga ke barat Indonesia.

Ombak yang tinggi, arus kuat, dan jarak jauh dari daratan membuat operasi penyelamatan di wilayah ini sangat sulit. Kepala Basarnas Jawa Timur menyebut, insiden seperti ini menunjukkan pentingnya prosedur keselamatan laut.

“Kami imbau agar setiap kapal dilengkapi alat pemadam yang berfungsi baik dan sistem keselamatan yang memadai,” ujarnya.

Kapal KM Anugerah Indah 18 kini tinggal puing yang tenggelam di dasar Samudra Hindia. Namun kisah para ABK yang berjuang melawan api di tengah laut menjadi pengingat keras tentang pentingnya keselamatan dan kewaspadaan di lautan.

Bagi mereka yang selamat, luka bakar dan trauma mungkin akan sembuh seiring waktu. Tetapi bagi keluarga korban yang kehilangan, tragedi ini menjadi duka yang tak akan hilang begitu saja.

“Semoga almarhum tenang, dan korban yang luka segera pulih,” tutup Kompol Wahyudi.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »