Rumah Kalang, Jejak Kemegahan Budaya di Kotagede Yogyakarta

·

·

Sejarah dan Keunikan Rumah Kalang di Yogyakarta

Di Jalan Tegal Gendu, Kotagede, Yogyakarta, pengunjung akan langsung tertarik dengan deretan rumah kuno yang menawarkan nuansa kemegahan. Bangunan-bangunan ini dikenal sebagai Rumah Kalang, yang memiliki kekhasan arsitektur yang unik. Atapnya dihiasi dengan kubah kecil yang mengandung nuansa Timur Tengah.

Rumah Kalang merupakan representasi dari akulturasi budaya antara tiga warisan yaitu Jawa, Eropa, dan Timur Tengah. Semua unsur tersebut terpadu dalam satu struktur bangunan yang utuh. Menurut Erwito (67), mantan Kepala Badan Pengelola Kawasan Cagar Budaya Kotagede (2013-2017), kekhasan arsitektur ini mudah dikenali.

Sebagai contoh, Rumah Kalang yang dulunya dimiliki oleh Noeriah Subron, putri dari seorang saudagar perak yang kaya sebelum kemerdekaan. Di sini, pengaruh budaya Jawa terlihat melalui tata ruang inti, seperti Joglo yang berfungsi sebagai ruang utama penerima tamu dan pendopo yang luas untuk kegiatan sosial.

Sentuhan lokal semakin kuat dengan adanya rawing, yakni kisi-kisi kayu berukir yang memperindah atap sepanjang lorong bangunan. Di sisi lain, kehadiran unsur Eropa tampak jelas pada detail struktural. Pilar-pilar di teras mengadopsi gaya Corinthian, sementara pintu dan jendela didesain besar dan terbuka, mencerminkan gaya arsitektur kolonial.

Kemewahan rumah dipertegas dengan penggunaan lantai atau keramik yang berpola.

Puncak dari keunikan ini adalah penempatan kubah kecil di atap, yang menjadi adaptasi budaya Timur Tengah. Hal ini membuat Rumah Kalang menjadi sangat istimewa.

Rumah Kalang sebagai Penanda Status Sosial Kaum Kalang

Kemegahan fisik Rumah Kalang secara langsung menjadi penanda status sosial dan kemasyuran pemiliknya. Erwito menyampaikan bahwa “Rumah Kalang menjadi sarana memperoleh prestisius orang Kalang, mereka menunjukkan kekayaan mereka dengan mempermegah rumah,” ujarnya.

Salah satu detail yang membuktikan upaya kaum Kalang dalam menampilkan prestise adalah penggunaan elemen arsitektur yang disebut rawing. Menurut Erwito, rawing adalah kisi-kisi kayu berukir yang menghiasi bagian atap, yang menjadi bukti bahwa arsitektur rumah kalang cenderung boros material dan biaya.

Rawing ini tidak dibuat secara sederhana. Ia diukir dengan detail sedemikian rupa dan dicat dengan beragam warna, menjadikannya sangat mahal karena proses pengerjaannya yang rumit. Mulai dari proses pembentukan, pewarnaan, hingga pemasangannya yang menuntut presisi tinggi.

Perpaduan berbagai unsur arsitektur lokal dan asing ini secara jelas mencerminkan identitas kaum Kalang sebagai pengusaha yang sukses. Mereka tidak hanya mempertahankan budaya Jawa, tetapi juga bangga mengadopsi elemen asing untuk memperkuat nilai prestise dan status mereka di tengah masyarakat.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »