Dua Poin Kritik Pengamat Usai Indonesia Kalah dari Irak, Namun Performa Garuda Diapresiasi

·

·

Kegagalan Timnas Indonesia di Babak Kualifikasi Piala Dunia 2026

Asa Tim Nasional (Timnas) Indonesia untuk tampil di Piala Dunia akhirnya pupus setelah mengalami dua kekalahan dengan skor tipis di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi dan Irak. Dengan hasil ini, Tim Garuda harus puas dengan raihan poin nol dari dua pertandingan yang dijalani.

Meskipun gagal meraih kemenangan, para penggemar dan warganet tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan pemain-pemain Tim Garuda. Mereka telah berjuang keras di atas lapangan untuk mencapai hasil maksimal dalam setiap pertandingan yang dijalaninya.

Selain itu, berdasarkan peringkat FIFA, Indonesia masih jauh tertinggal dari lawan-lawannya. Green Falcons menempati posisi 59, sementara Singa Mesopotamia berada di peringkat 58. Sementara itu, Tim Garuda sendiri berada di posisi 119. Hal ini menunjukkan bahwa level sepak bola Indonesia masih jauh dari standar internasional.

Penilaian Positif dari Pengamat Sepak Bola

Dari sisi pengamat sepak bola, Mohamad Kusnaeni memberikan penilaian positif terhadap performa Timnas Indonesia dalam laga melawan Irak. Menurutnya, skuad asuhan pelatih Patrick Kluivert menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan pertandingan sebelumnya.

\”Timnas Indonesia sebetulnya main bagus di laga ini. Jauh lebih bagus dibanding saat melawan Arab Saudi,\” kata Mohamad Kusnaeni saat dikonfirmasi Antaranews di Jakarta, Minggu (12/10/2025).

Lini Depan dan Tengah Jadi Sorotan

Menurut Kusnaeni, pada babak pertama, Tom Haye dan kawan-kawan unggul dalam penguasaan bola. Permainan lini tengah dan lini belakang Garuda dinilai lebih rapi dibandingkan laga sebelumnya.

Namun, pengamat yang akrab dipanggil Bung Kus ini menyayangkan lini serang Indonesia yang kurang tajam dan tidak klinis dalam penyelesaian akhir.

Titik balik pertandingan, menurutnya, terjadi pada babak kedua ketika para pemain Tim Garuda kehilangan kontrol di lapangan tengah setelah Irak memasukkan dua gelandang andalannya, Zidane dan Jassim.

Kalah Akibat Kesalahan Kecil

Kusnaeni menegaskan bahwa Irak sendiri sebetulnya tidak memiliki banyak peluang yang betul-betul berbahaya. Satu-satunya gol Irak yang dicetak oleh Zidane lahir dari kesalahan kecil lini belakang Indonesia yang dimanfaatkan dengan penyelesaian luar biasa.

\”Sangat disayangkan kita harus kalah. Meskipun memang harus diakui sulit mencetak gol, tapi sebetulnya kita layak mendapat hasil imbang,\” katanya.

Kekalahan 0-1 ini harus diterima sebagai konsekuensi dari sepak bola level tinggi, di mana hasil akhir sering kali terasa menyakitkan akibat kesalahan kecil yang berhasil dimanfaatkan lawan dengan baik.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »