Irjen Pol Hendro Pandowo dan Kedekatannya dengan Komunitas Ojol di Babel
Irjen Pol Hendro Pandowo, mantan Kapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dikenal memiliki kedekatan yang kuat dengan berbagai komunitas masyarakat, termasuk para driver ojek online (ojol). Pada malam hari sebelum meninggalkan jabatannya, ia bertemu langsung dengan para driver ojol di Kota Pangkalpinang. Pertemuan ini menjadi momen penting bagi Irjen Pol Hendro untuk menyampaikan permintaan maaf serta doa restu dari para pengemudi ojol.
Pangkalpinang, sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan kota terbesar di Pulau Bangka, menjadi tempat pertemuan antara Hendro dan komunitas ojol. Ia mengungkapkan bahwa selama menjabat sebagai Kapolda Babel, ia memiliki konsep untuk lebih dekat dengan berbagai komunitas, termasuk para driver ojol. \”Dari awal Saya masuk menjadi Kapolda Babel, saya memiliki satu konsep bagaimana melakukan pendekatan kepada seluruh komunitas yang ada di sini,\” ujarnya.
Sebelum meninggalkan Babel, Irjen Pol Hendro meminta maaf atas segala kesalahan selama menjabat sebagai Kapolda. Ia juga memohon doa restu agar dapat menjalankan tugas-tugasnya di tempat baru dengan baik. \”Terkait kepindahan saya, saya mohon doa dan restunya. Semoga Saya dan keluarga diberikan kekuatan dan kesehatan serta di tempat yang baru bisa menjalankan amanah dengan baik dan penuh dengan rasa tanggung jawab,\” ujarnya.
Profil Irjen Pol Hendro Pandowo
Irjen Pol Hendro Pandowo adalah perwira tinggi Polri yang mendapat penugasan baru dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2192/IX/KEP./2025 tanggal 24 September 2025, ia dimutasi menjadi Pati Bareskrim Polri dan meninggalkan jabatan sebagai Kapolda Kepulauan Bangka Belitung. Hendro lahir di Kepanjen, Malang, Jawa Timur, pada 12 Januari 1969. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1991, satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Selain pendidikan dasar kepolisian, Hendro juga menempuh pendidikan di PTIK (1998), Sespim (2007), serta Lemhannas (2016). Ia melengkapi kariernya dengan sejumlah kursus kejuruan, termasuk Pendidikan Reserse (1998), Pendidikan Bahasa Inggris (2001), dan Pendidikan Tindak Pidana Korupsi (2004).
Jejak Karier Irjen Pol Hendro Pandowo
Sejak awal penugasan, Hendro banyak berkecimpung di bidang reserse. Ia pernah menjabat Kapolres Purwakarta, Kapolres Bandung, Kapolres Metro Jakarta Pusat, hingga Kapolrestabes Bandung. Kariernya terus menanjak setelah dipercaya menjadi Karoprovos Divpropam Polri (2018), lalu Wakapolda Metro Jaya (2020). Pada Maret 2023, ia resmi menyandang pangkat Inspektur Jenderal Polisi dan menduduki jabatan Staf Ahli Sosial Budaya (Sahlisosbud) Kapolri, sebelum akhirnya dipindahkan sebagai Kapolda Bangka Belitung (2024–2025).
Kasus Menonjol yang Pernah Ditangani
Hendro Pandowo dikenal tidak segan turun langsung ke lapangan. Beberapa kasus besar yang pernah ditanganinya antara lain:
- Kasus narkoba dan penggerebekan FPI di Petamburan (2014): Hendro ikut memimpin operasi di lapangan.
- Bom Thamrin (2016)
- Bom Panci Bandung (2017)
- Satgas Antimafia Bola (2018–2019).
Tanda Tangan Unik yang Viral
Beberapa waktu lalu, Irjen Pol Hendro Pandowo sempat viral karena ia ketahuan memiliki tanda tangan unik. Tanda tangan unik dengan emoji senyum itu sudah lama ia gunakan. \”Itu memang tanda tangan asli saya, (ditambahkan) emoji senyum itu sebagai ungkapan bahagia,\” kata Hendro. Tanda tangan itu dibubuhkan Hendro pada prasasti peresmian sumur bor di Pondok Pesantren Syaikhona Kolil, Batu Belubang, Bangka Tengah pada Kamis (17/4/2025).


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.