Marselino Ferdinan Tidak Dipanggil ke Timnas Indonesia, Ini Penjelasan Mantan Pelatih
Marselino Ferdinan, pemain muda yang kini bermain di Liga Slovakia bersama AS Trencin, tidak masuk dalam skuad Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Putaran Keempat Piala Dunia 2026. Hal ini masih menjadi perbincangan banyak pihak, terutama karena performa Lino sebelumnya dinilai cukup baik.
Banyak yang menduga bahwa alasan utamanya adalah kurangnya menit bermain Lino di klub barunya. Bahkan, hingga kini ia belum menjalani debut resmi di Liga Slovakia. Menurut Aji Santoso, mantan pelatih Persebaya Surabaya yang memperkenalkan Lino ke dunia sepak bola, Patrick Kluivert pasti memiliki alasan tertentu dalam memilih pemain.
“Kenapa Marselino tidak dipanggil, meskipun di pertandingan-pertandingan sebelumnya dia tampil cukup bagus, bahkan bisa mencetak dua gol ketika melawan Arab Saudi November lalu. Mungkin Patrick punya pertimbangan lain, sehingga Marselino untuk saat ini tidak dipanggil lagi,” ujar Aji seperti dikutip dari Antara.
Aji menambahkan bahwa ia setuju dengan alasan tersebut, yaitu kurangnya jam terbang dan menit bermain Lino di klub. Meski sudah dipinjamkan ke AS Trencin, ia belum bisa menunjukkan performa yang konsisten.
“Karena kalau Marselino tidak main di klub secara reguler, tentu sentuhan-sentuhan terbaiknya akan berbeda dengan ketika dia mengikuti kompetisi secara reguler,” tambah mantan pelatih Persebaya itu.
Pentingnya Bermain Secara Reguler
Bermain di klub secara reguler sangat penting sebagai tolok ukur pelatih tim nasional dalam memanggil pemain. Hal ini juga memengaruhi mentalitas pemain saat bertanding. Aji yakin bahwa kekuatan mentalitas Lino masih bisa diasah jika diberi lebih banyak kesempatan bermain.
“Saya tahu kemampuan Lino saat mempercayakan dia menjalani debut dan menjadi pemain inti di Persebaya meski masih berusia belia. Dari momen itulah Marselino berkembang pesat sampai menjadi pemain nasional,” kenang Aji.
Karier Lino di Persebaya
Sebagai informasi, Lino menjalani debut bersama Persebaya saat menghadapi Persikabo 1973 pada pertandingan Liga 1 Indonesia bulan September 2021. Ketika itu, ia baru berusia 17 tahun dan masuk pada babak kedua untuk menggantikan Samsul Arif serta bermain sekitar 25 menit dalam kemenangan 3-1 Green Force.
Setelah debutnya tersebut, adik dari pemain Persebaya Oktafianus Fernando itu terus diberi kepercayaan bermain, dan ia mencetak gol debutnya dua bulan kemudian saat Green Force bermain imbang 2-2 melawan Arema FC.
Secara total, Marselino mencatatkan 34 penampilan bersama Persebaya, dengan mencetak tujuh gol dan sembilan assists. Ia kemudian direkrut oleh klub Belgia, KMSK Deinze, pada Januari 2023.
Kelebihan Lino Sebagai Pemain
Menurut Aji, Lino memiliki sejumlah kelebihan, antara lain kecepatan, visi bermain yang bagus, serta tendangan akurat.
“Memang pemain ini pemain berbakat, punya kecepatan, punya intelijensi yang bagus, visi pemainnya juga bagus, punya senjata tembakan-tembakan yang juga akurat, masih muda, posturnya juga ideal,” pungkasnya.
Performa Lino di Timnas Indonesia
Sebenarnya, performa Lino di Timnas Indonesia tidak buruk-buruk amat. Dari 37 penampilan, ia mencetak lima gol, dan dua assists, sehingga menjadi salah satu pemain kunci Skuad Garuda dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di putaran ketiga babak kualifikasi Piala Dunia.
Indonesia sendiri akan memainkan putaran keempat babak kualifikasi di Arab Saudi, dengan menghadapi tuan rumah Arab Saudi terlebih dahulu pada Kamis (9/10) pukul 00.15 WIB, lalu berjumpa Irak pada Minggu (12/10) pukul 02.30 WIB. Kedua laga krusial ini akan digelar di King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi.
Peringkat pertama klasemen akhir grup (dari dua grup) akan lolos otomatis ke Piala Dunia 2026, sedangkan posisi kedua melaju ke putaran kelima babak kualifikasi, lalu yang finis di tempat ketiga akan dipastikan tidak lolos ke piala dunia.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.