Banyak Mitos, Ketahui Perbedaan Sepeda dan Motor Listrik

·

·

Perbedaan Mendasar antara Sepeda Listrik dan Motor Listrik

Tren penggunaan kendaraan listrik saat ini semakin meningkat, dengan minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan yang cukup tinggi. Namun, sering kali masyarakat mengalami kebingungan dalam membedakan antara sepeda listrik dan motor listrik. Meski keduanya sama-sama menggunakan baterai sebagai sumber energi, terdapat perbedaan mendasar yang perlu dipahami sebelum memilih.

Desain dan Bentuk Kendaraan

Sepeda Listrik

Secara tampilan, sepeda listrik mirip dengan sepeda konvensional. Dilengkapi pedal, namun mendapatkan tambahan motor listrik kecil dan baterai sebagai tenaga dorong. Pengguna tetap bisa mengayuh jika baterai habis.

Motor Listrik

Motor listrik dirancang sepenuhnya seperti sepeda motor pada umumnya, tanpa pedal. Bentuknya lebih besar dan ergonomis untuk berkendara jarak menengah hingga jauh.

Kecepatan Maksimal

Sepeda Listrik

Biasanya hanya memiliki kecepatan maksimal sekitar 20–30 km/jam. Cocok untuk mobilitas ringan seperti ke sekolah, pasar, atau jalan santai.

Motor Listrik

Mampu melaju dengan kecepatan lebih tinggi, rata-rata 60-100 km/jam, bahkan ada yang menyamai motor bensin kelas 150 cc.

Jangkauan (Daya Tempuh)

Sepeda Listrik

Daya tempuhnya relatif pendek, berkisar 20–40 km sekali isi daya, tergantung kapasitas baterai dan medan jalan.

Motor Listrik

Memiliki jangkauan lebih jauh, umumnya 60-150 km per pengisian, sehingga lebih cocok untuk penggunaan harian di perkotaan.

Regulasi dan Legalitas

Sepeda Listrik

Tidak diwajibkan memiliki STNK atau SIM, karena masuk kategori kendaraan ringan. Namun ada batasan, seperti tidak boleh digunakan di jalan raya yang padat kendaraan bermotor.

Motor Listrik

Wajib memiliki STNK dan pengendara harus memiliki SIM C (atau SIM C khusus motor listrik sesuai aturan terbaru).

Harga dan Biaya Perawatan

Sepeda Listrik

Harganya lebih terjangkau, umumnya di kisaran Rp4 juta–Rp10 juta. Biaya perawatan pun rendah karena komponennya sederhana.

Motor Listrik

Harga lebih tinggi, rata-rata mulai Rp15 juta–Rp30 juta, bahkan ada yang di atas Rp50 juta untuk model premium. Namun biaya operasional tetap lebih murah dibanding motor bensin, karena tidak memerlukan bensin maupun servis mesin kompleks.

Fungsi dan Target Pengguna

Sepeda Listrik

Ditujukan untuk pelajar, ibu rumah tangga, atau pengguna dengan kebutuhan jarak dekat.

Motor Listrik

Menyasar pengguna yang membutuhkan kendaraan harian dengan performa setara motor konvensional, termasuk pekerja perkotaan.

Meskipun sama-sama menggunakan baterai dan motor listrik sebagai sumber tenaga, sepeda listrik dan motor listrik memiliki perbedaan signifikan dalam hal desain, kecepatan, daya tempuh, legalitas, hingga harga. Sepeda listrik lebih cocok untuk aktivitas ringan jarak dekat sedangkan motor listrik lebih pas digunakan sebagai kendaraan utama untuk mobilitas harian. Dengan memahami perbedaan keduanya, konsumen bisa lebih tepat menentukan pilihan sesuai kebutuhan dan gaya hidup.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »