Persiapan Intensif Timnas Irak Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026
Pelatih Timnas Irak, Graham Arnold, sedang memantau secara ketat dua pemain bintang yang kini berkarir di Saudi Pro League. Ibrahim Bayesh dari Al Riyadh SC dengan harga pasar sebesar Rp 17,38 miliar dan Ali Jassim dari Al-Najma SC dengan nilai Rp 9,56 miliar digadang-gadang menjadi ancaman serius bagi Timnas Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.
Kedua pemain ini dipanggil pulang ke Irak setelah kompetisi di Arab Saudi ditangguhkan sementara waktu. Hal ini memberi mereka kesempatan lebih awal untuk memulai persiapan menuju putaran keempat kualifikasi Zona Asia. Menurut laporan media Irak, Graham Arnold langsung memberikan instruksi agar Bayesh dan Jassim segera kembali ke Baghdad untuk menjalani persiapan intensif sekaligus pemusatan latihan menjelang laga penting menghadapi Arab Saudi dan Indonesia.
Arnold ingin memastikan kedua pemainnya dalam kondisi fit dan bebas dari cedera. Pasalnya, Bayesh dan Jassim diyakini akan menjadi senjata utama dalam skema permainan Singa Mesopotamia. Dengan pengalaman bermain di Saudi Pro League, kualitas permainan mereka disebut sudah berada di level tertinggi.
Status Bayesh dan Jassim sebagai pemain aktif di Arab Saudi memberi keuntungan tambahan bagi Irak. Mereka sudah terbiasa dengan stadion-stadion setempat yang juga akan digunakan dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Faktor adaptasi itu jelas membuat Irak lebih percaya diri ketika meladeni lawan-lawannya, termasuk Indonesia. Dukungan atmosfer stadion yang familiar diyakini akan menambah motivasi dua bintang bernilai Rp 26,94 miliar tersebut.
Arnold pun memberi izin kepada Bayesh dan Jassim untuk terlebih dahulu berkumpul dengan keluarga setibanya di Irak. Pelatih Australia akan mengizinkan para pemain bertemu keluarga mereka sekembalinya mereka, dan kemudian akan mulai menerapkan program latihan dan persiapan untuk memastikan mereka sepenuhnya siap menghadapi pertandingan play-off.
Setelah itu, keduanya akan langsung fokus mengikuti program latihan fisik dan taktik yang disiapkan tim pelatih. Keduanya akan menjalani latihan fisik di ibu kota, Baghdad, di bawah pengawasan asisten pelatih, yang akan terus memantau pertandingan Liga Primer Irak, terutama karena pelatih ingin mendapatkan kepastian yang tinggi tentang para pemainnya.
Program latihan intensif ini disebut akan dipantau asisten pelatih di Baghdad. Mereka juga terus mengawasi jalannya Liga Primer Irak untuk menilai performa pemain lokal yang berpotensi masuk skuad. Dengan langkah itu, Arnold ingin mendapatkan kepastian penuh Bayesh dan Jassim siap tampil maksimal. Bahkan, pelatih asal Australia itu menegaskan keduanya wajib berada dalam kondisi puncak saat menghadapi laga play-off.
Irak memang menaruh harapan besar kepada dua pemain tersebut. Kualitas individu Bayesh yang dikenal sebagai gelandang kreatif dan kecepatan Jassim di sektor sayap bisa menjadi ancaman serius bagi Indonesia. Apalagi, Bayesh sudah berpengalaman tampil di level internasional sejak usia muda. Sementara Jassim disebut sebagai talenta muda paling menjanjikan Irak dalam beberapa tahun terakhir.
Tak heran, media lokal menyebut keduanya sebagai kekuatan utama Singa Mesopotamia. Kombinasi mereka di lini tengah dan depan bisa membuka peluang besar Irak untuk mendominasi pertandingan. Arnold juga menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik para pemain. Dia tak ingin ada risiko cedera yang justru merusak rencana besar Irak menuju Piala Dunia 2026.
Dalam waktu dekat, daftar resmi pemain Irak untuk kualifikasi akan segera diumumkan. Pelatih Timnas Irak diperkirakan akan mengumumkan daftar pemain Lions of Mesopotamia untuk dua pertandingan play-off minggu ini. Klub-klub telah diberitahu sebelumnya, dan sepenuhnya siap untuk melepas para pemain setelah putaran keempat pertandingan Liga Primer Irak berakhir pada 5 Oktober.
Klub-klub domestik pun sudah mendapat pemberitahuan terkait jadwal pelepasan pemain setelah pekan keempat Liga Primer Irak berakhir pada 5 Oktober. Timnas Irak akan berangkat ke Arab Saudi keesokan harinya untuk memulai pemusatan latihan di sana dan kemudian mempersiapkan diri dengan baik untuk play-off.
Setelah itu, skuad Irak dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi untuk menggelar pemusatan latihan. Persiapan ini dilakukan lebih awal demi memastikan kondisi fisik dan mental pemain benar-benar siap menghadapi laga penentuan.
Bagi Timnas Indonesia, kehadiran Bayesh dan Jassim tentu menjadi ancaman yang tak bisa dianggap enteng. Patrick Kluivert wajib merancang strategi khusus untuk meredam dua bintang yang punya kualitas internasional itu. Jika lengah, duet Bayesh dan Jassim bisa jadi mimpi buruk bagi Garuda di lapangan. Irak jelas akan memaksimalkan keunggulan kualitas individu mereka untuk menekan Indonesia sejak awal laga.
Atmosfer pertandingan melawan Irak juga dipastikan akan sangat berbeda. Dengan dukungan besar publik Arab dan pengalaman bermain di Saudi, Singa Mesopotamia datang dengan modal lebih matang. Namun, peluang Indonesia tetap terbuka jika mampu bermain disiplin. Lini pertahanan Garuda harus bekerja ekstra keras untuk meredam pergerakan Bayesh dan Jassim.
Fokus, konsentrasi, serta memanfaatkan peluang kecil akan jadi kunci melawan tim sekuat Irak. Patrick Kluivert tentu sudah memahami ancaman yang datang dari dua pemain bernilai miliaran rupiah tersebut. Laga ini akan menjadi ujian berat bagi Indonesia dalam ambisi menuju Piala Dunia 2026. Menghadapi Irak dengan kekuatan penuh jelas menuntut performa terbaik di setiap lini.
Dengan skenario itu, duel Timnas Indonesia kontra Irak diprediksi berlangsung sengit. Bayesh dan Jassim akan jadi sorotan utama sekaligus ancaman nyata di lapangan. Kesiapan mental dan fisik Garuda akan benar-benar diuji di hadapan bintang-bintang lawan. Jika berhasil meredam momok bernilai Rp 26,94 miliar ini, Indonesia bisa menjaga asa di Kualifikasi Piala Dunia 2026.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.