Peristiwa Penghentian Truk Berpelat Aceh oleh Gubernur Sumut Bobby Nasution
Pada suatu momen yang viral, Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Bobby Nasution mengambil tindakan terhadap truk berpelat nomor Aceh (BL) yang melintasi wilayah Sumut. Tindakan ini dilakukan di Kabupaten Langkat, Sumut, dan menjadi sorotan publik setelah akun @medancyber_official membagikan video kejadian tersebut.
Awalnya, bukan Bobby yang pertama kali menghentikan truk tersebut, tetapi Asisten Administrasi Umum Pemprov Sumut, Muhammad Suib. Ia meminta sopir turun dari kendaraannya dan menyarankan agar pelat nomornya diganti menjadi BK, pelat Sumut. Alasannya adalah karena sopir tersebut bekerja di wilayah Sumut.
\”Emang enggak marah sama abang. Hanya bang ini kan kerja di Sumut (harus pakai pelat Sumut),\” ujar Suib. Sopir kemudian menjelaskan bahwa truk itu dibeli orang tuanya yang tinggal di Aceh. Namun, pernyataan ini dibantah oleh Suib. Ia menyatakan bahwa truk tersebut dimiliki oleh perusahaan yang beroperasi di Sumut. Tujuan pergantian pelat adalah agar pajak kendaraan masuk ke kas provinsi.
\”Iya (dibeli sama orang tua), tapi ini ada loh ada perusahaan. Perusahaan ini kerja di Sumut. Mobil dari perusahaan ini, pajaknya harus pelat BK supaya pajaknya ke Sumut. Oke, Pak, ya,\” jelas Suib.
Setelah itu, Bobby datang dan mengecek truk tersebut. Ia mengonfirmasi penjelasan Suib dan meminta sopir untuk memberi tahu bosnya tentang aturan tersebut.
\”Biar bosmu tahu (informasi kalau di Sumut harus ganti pelat Sumut. Agar PAD-nya ke Sumut). Kalau nggak (diberi tahu) nanti bos mu nggak tahu. Ya udah itu aja. Hati-hati, Bang,\” kata Bobby.
Kritik dari DPR Aceh
Ketua Komisi DPR Aceh, Teungku Muharuddin, menilai langkah Bobby sebagai norak dan memalukan. Ia menganggap kebijakan ini bisa memicu ketegangan antara masyarakat Aceh dan Sumut. Menurutnya, penggunaan pelat nomor berbeda antarprovinsi merupakan hal wajar karena adanya hubungan ekonomi dan bisnis antar daerah.
Muharuddin juga menyatakan bahwa polisi lalu lintas di Aceh tidak pernah mempermasalahkan kendaraan berpelat Sumut selama memiliki kelengkapan seperti SIM atau STNK. Ia menilai alasan pergantian pelat nomor Sumut demi meningkatkan pendapatan daerah tidak masuk akal.
“Namun, tindakan Gubernur Sumut melakukan penertiban terhadap kendaraan berplat BL (Aceh) dengan alasan meningkatkan pendapatan daerah adalah langkah yang tidak patut. Itu bisa memicu ketegangan antara masyarakat Aceh dan Sumut,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa tindakan Bobby tidak mencerminkan sosok pemimpin. Pasalnya, ia tidak memikirkan nasib warganya yang beraktivitas di Aceh jika aturan serupa diterapkan di Aceh.
“Seharusnya seorang gubernur tidak mencari panggung dengan cara seperti itu. Ini norak dan memalukan,” tegasnya.
Di sisi lain, Muharuddin mengimbau agar masyarakat Aceh tidak terprovokasi dengan kebijakan Bobby tersebut. Ia meminta seluruh pihak menjaga hubungan sosial dan ekonomi antara Aceh dan Sumut.
“Kita terus mendukung upaya Pemerintahan Gubernur Aceh Bapak Muzakir Manaf untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Aceh dan mengurangi angka kemiskinan serta pengangguran,” tegasnya.
Penjelasan Bobby Nasution
Bobby Nasution akhirnya memberikan pernyataan terkait kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada sentimen terhadap wilayah tertentu imbas penghentian truk berpelat Aceh. Menurutnya, kendaraan yang dihentikan tidak hanya truk saja, tetapi juga beberapa mobil lainnya.
Ia juga menyatakan bahwa aturan kendaraan operasional perusahaan di Sumut harus berpelat BK akan mulai diberlakukan pada tahun depan.
\”Dalam kesempatan ini, kami sampaikan tidak ada sentimen terhadap suatu wilayah Indonesia atau daerah tetangga. Tetapi, pada tahun 2026 mendatang akan diberlakukan aturan mewajibkan perusahaan yang berdomisili di Sumut untuk menggunakan Pelat asal Sumut,\” jelasnya saat memberi sambutan di DPRD Sumut, Senin (29/9/2025).
Bobby pun membenarkan bahwa kebijakan tersebut demi menaikkan pendapatan pajak provinsi.
\”Untuk realisasi pajak di Sumut, kami mengimbau kepada seluruh perusahaan yang beroperasi di Sumut menggunakan kendaraan dengan Pelat BK atau BB,\” katanya.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.