Bukit Hijau: Aksi Nyata Perumdam Ciamis untuk Air dan Masa Depan

·

·

Sebuah Aksi Konservasi yang Berdampak Besar

Di bawah langit biru yang cerah, hembusan angin segar menyapa lereng Bukit Tortor. Ribuan daun hijau bergoyang pelan, seolah menyambut kedatangan ratusan tangan yang siap menanam harapan. Hari itu, Selasa pagi, sekitar pukul 08:00 WIB, Bukit Tortor di Desa Bendasari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjadi saksi bisu kegiatan mulia: penanaman 1.000 pohon bertajuk \”Jaga Air untuk Generasi Sehat\”.

Inisiatif ini bukan sekadar rutinitas lingkungan, melainkan sebuah cerita tentang kebersamaan, visi jangka panjang, dan cinta pada alam yang semakin rapuh. Kegiatan yang digagas oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Galuh ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan air di masa depan. Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata seperti kekeringan musiman dan banjir bandang, penanaman pohon menjadi benteng pertahanan alami.

\”Air adalah sumber kehidupan, tapi tanpa pohon yang menjaga tanah dan resapan air, generasi mendatang hanya akan mewarisi kekeringan,\” kata Direktur Utama Perumdam Tirta Galuh, Amsi Yudi Purwanto. Dengan semangat yang membara, ia berdiri di depan para peserta, mengenakan baju lengan pendek berwarna biru muda, seolah menyatu dengan nuansa alam sekitar.

Acara dimulai dengan serangkaian sambutan yang hangat, mencerminkan kolaborasi lintas sektor. Hadir perwakilan dari Perumdam Tirta Galuh, Komunitas Jurig Cai sebuah kelompok pecinta alam lokal yang dikenal gigih dalam pelestarian sumber air, KPS Galuh Ethnic yang membawa nuansa budaya Sunda dalam setiap aksinya, Dinas Pengelolaan Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, serta pihak pemerintahan Desa Bendasari.

Tentang Pentingnya Menjaga Ekosistem

Sambutan-sambutan ini bukan formalitas belaka; masing-masing pihak berbagi cerita pribadi tentang pentingnya menjaga ekosistem. Misalnya, seorang perwakilan dari Komunitas Jurig Cai menceritakan bagaimana sungai-sungai di Ciamis dulu melimpah, tapi kini mulai menyusut karena deforestasi.

Setelah sambutan, para peserta langsung bergerak ke lapangan. Penanaman 1.000 pohon ini direncanakan tersebar di empat wilayah strategis di Kabupaten Ciamis, dengan fokus awal di Bukit Tortor. Di lokasi ini, mereka menyiapkan 150 bibit pohon berkualitas tinggi: 100 bibit durian yang dikenal sebagai \”raja buah\” dengan akar kuat yang mampu menahan erosi tanah, serta 50 bibit alpukat yang tak hanya produktif secara ekonomi tapi juga efisien dalam menyerap air hujan.

Kolaborasi dengan KPS Jurig Cai membuat proses ini semakin hidup; anggota komunitas tersebut, yang mayoritas anak muda, berbagi tips menanam agar pohon-pohon ini bisa bertahan lama. Mereka menggali lubang sedalam 50 cm, menambahkan pupuk organik, dan menyiram bibit dengan air dari sumber mata air lokal simbolisasi betapa air dan pohon saling bergantung.

Tak berhenti di situ, kegiatan ini dirancang berkelanjutan. Besok, Rabu, 1 Oktober 2025, akan dilanjutkan dengan penanaman 200 bibit pohon tambahan di area yang sama, kali ini dipimpin oleh kelompok tani setempat Bukit Tortor. Para petani ini, yang sehari-hari bergantung pada hasil bumi, melihat acara ini sebagai peluang untuk memperkuat ekonomi desa.

\”Pohon-pohon ini nanti bisa jadi sumber penghasilan, seperti panen durian dan alpukat, sambil menjaga air untuk sawah kami,\” kata seorang ketua kelompok tani, sambil menyeka keringat di dahi setelah mengangkat bibit berat.

Usai penanaman yang berlangsung hingga siang hari di bawah terik matahari, suasana semakin hangat dengan sesi makan bersama. Nasi liwet khas Sunda dihamparkan di atas daun pisang lebar, lengkap dengan lauk pauk sederhana seperti ayam goreng, ikan asin, sambal, dan lalapan segar. Para peserta duduk melingkar di tanah rumput, berbagi cerita sambil menikmati makanan. Kebersamaan ini terlihat begitu erat: direktur perusahaan bergurau dengan petani, anak muda dari komunitas berfoto selfie dengan perwakilan pemerintah, dan tawa renyah memecah keheningan bukit.

\”Ini bukan hanya soal pohon, tapi tentang membangun ikatan manusia dengan alam dan sesama,\” tambah Amsi Yudi Purwanto, yang ikut duduk lesehan tanpa sungkan.

Dalam wawancara dengan media, Amsi menegaskan visi mendalam di balik inisiatif ini. \”Penanaman pohon ini adalah wujud menanam kebaikan. Selain menjaga ekosistem, kualitas oksigen, dan ketersediaan air, kegiatan ini juga menjadi bagian dari mitigasi bencana. Kami ingin alam ini terjaga, tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk anak cucu kita,\” ucapnya. Ia menjelaskan bagaimana pohon-pohon ini akan membantu mencegah longsor di lereng bukit, meningkatkan resapan air untuk mengisi akuifer bawah tanah, dan bahkan berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.

Perumdam Tirta Galuh, sebagai penyedia air minum utama di Ciamis, melihat ini sebagai tanggung jawab korporat yang holistik, bukan sekadar bisnis. Kegiatan \”Jaga Air untuk Generasi Sehat\” ini bukan yang pertama bagi Perumdam Tirta Galuh. Sejak didirikan, perusahaan ini telah aktif dalam program lingkungan, termasuk restorasi sungai dan edukasi masyarakat tentang penghematan air. Namun, acara kali ini terasa spesial karena melibatkan komunitas lokal secara masif, menciptakan rasa kepemilikan bersama. Di tengah isu global seperti pemanasan bumi, inisiatif semacam ini menjadi contoh bagaimana aksi kecil di tingkat lokal bisa berdampak besar.

Saat matahari mulai condong ke barat, para peserta pulang dengan hati penuh. Bukit Tortor kini lebih hijau, dengan 150 pohon baru yang siap tumbuh. \”Tapi lebih dari itu, acara ini menanam benih harapan: bahwa dengan kebersamaan, kita bisa menjaga air untuk generasi yang lebih sehat dan hijau. Siapa tahu, suatu hari nanti, anak cucu kita akan duduk di bawah rindang pohon durian ini, sambil mengenang kebaikan yang ditanam hari ini,\” tukas Amsi.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »