Cucu Mahfud MD Keracunan MBG di Jogja, Ini Fakta Lengkapnya

·

·

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kembali Jadi Sorotan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perbincangan setelah menimbulkan kasus keracunan di berbagai daerah. Dua cucu dari tokoh nasional, Mahfud MD, disebut menjadi korban keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut di sekolahnya. Kejadian ini langsung menyita perhatian publik karena melibatkan keluarga seorang tokoh yang dikenal.

Kabar ini memicu pertanyaan tentang keamanan dan tata kelola program MBG. Mahfud MD menyampaikan pengalamannya melalui kanal YouTube-nya, menjelaskan bagaimana kejadian ini terjadi dan apa yang perlu diperbaiki.

Kronologi Keracunan pada Cucu Mahfud MD

Cerita ini dimulai dari pengalaman keluarga dekat Mahfud MD di Yogyakarta. Ia menceritakan bahwa ponakannya, Ikhsan, sedang mengonsumsi menu MBG di sekolahnya. Tiba-tiba, seluruh kelas mengalami muntah-muntah setelah makan.

Menurut Mahfud MD, dua cucunya yang bersaudara juga mengalami gejala serupa. Meski berada di kelas yang berbeda, keduanya mengalami keracunan yang cukup parah. Salah satunya bisa pulang setelah muntah-muntah hebat, sementara yang lain masih harus dirawat di rumah sakit hingga saat ini.

“Satu masih bisa pulang meskipun muntah-muntah. Satunya lagi masih dirawat di rumah sakit sampai sekarang sakit sampai kemarin saya masih di Jogja,” ujar Mahfud MD.

Hingga kini, ia berharap kondisi cucunya semakin membaik dan segera bisa keluar dari rumah sakit. Ia juga menyampaikan doa agar sang cucu cepat pulih.

Mahfud MD Menyoroti Tata Kelola Program MBG

Meskipun Mahfud MD mengakui bahwa program MBG memiliki tujuan mulia, ia menilai perlunya evaluasi terhadap tata kelola program tersebut. Menurutnya, program ini sangat penting karena banyak anak-anak yang tidak memiliki akses cukup terhadap makanan bergizi.

“Program makan berisi gratis ini adalah satu program yang paling bagus, mulia menurut saya. Karena kita bayangkan, banyak jutaan anak-anak kita tuh yang tidak bisa makan,” kata Mahfud MD.

Namun, ia menekankan bahwa meskipun tahap awal program bisa dipahami, tata kelolanya tetap perlu diperbaiki. Ia menyoroti ketidakjelasan tanggung jawab dalam program ini, di mana banyak pihak tidak tahu siapa yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program tersebut.

“Siapa yang melakukan, yang bertanggung jawab ini siapa kepada siapa, dari siapa kepada siapa kita kan tidak tahu. Sekolah juga tidak tahu menahu,” jelas Mahfud MD.

Penyebab dan Solusi untuk Mencegah Keracunan

Kasus keracunan yang terjadi di sekolah-sekolah menunjukkan adanya masalah dalam proses penyediaan dan pengawasan makanan. Hal ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk lebih meningkatkan pengawasan dan transparansi dalam pelaksanaan program MBG.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
* Peningkatan pengawasan terhadap bahan makanan dan proses pengolahan.
* Pelatihan bagi petugas pengelola makanan di sekolah.
* Sistem pelaporan yang jelas dan cepat untuk mengidentifikasi masalah.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan program MBG dapat berjalan dengan aman dan efektif, sehingga anak-anak bisa mendapatkan manfaat maksimal tanpa risiko kesehatan.






Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »