Target Sertifikat SLHS untuk Dapur MBG di Kota Bekasi
Dinas Kesehatan Kota Bekasi memiliki rencana jangka pendek untuk memastikan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera mendapatkan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS). Target yang ditetapkan adalah dalam waktu satu bulan. Sertifikat ini menjadi syarat penting agar dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) dapat menghasilkan makanan yang aman dan layak dikonsumsi oleh masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, menyatakan bahwa pemerintah kota sudah siap mendukung proses sertifikasi SPPG. Namun, kelancaran penerbitan sertifikat sangat bergantung pada kesiapan SPPG dalam memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan.
\”Kalau saya dari Dinas Kesehatan kami siap, cuma kan kembali lagi kesiapan kepada SPPG untuk memenuhi segala persyaratan yang ada,\” ujar Satia saat berada di Pemkot Kota Bekasi, Rabu (1/10/2025).
Persyaratan yang Harus Dipenuhi
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi SPPG agar bisa memperoleh SLHS. Salah satunya adalah minimal 50 persen penjamah makanan harus mengikuti pelatihan jaminan keamanan pangan. Pemerintah telah memfasilitasi pelatihan ini secara daring.
\”Yang pertama, 50 persen penjamah makanan di SPPG itu harus ikut pelatihan jaminan keamanan pangan. Sebenarnya pemerintah sudah memfasilitasi, jadi ada pelatihan yang dilakukan secara daring,\” katanya.
Selain itu, petugas kesehatan juga akan melakukan inspeksi langsung ke lokasi SPPG untuk memastikan kondisi lingkungan dan prosedur pengolahan makanan memenuhi standar. Uji laboratorium terhadap air dan makanan yang diproduksi juga menjadi bagian dari proses sertifikasi.
\”Jadi, kalau SPPG cepat, kami juga cepat. Kalau semua persyaratan itu terpenuhi, kami juga pasti cepat mengeluarkan sertifikasi,\” tegas Satia.
Proses Sertifikasi yang Sedang Berjalan
Satia mengaku masih menunggu regulasi terkait SLHS yang akan diterbitkan Dinas Kesehatan agar proses sertifikasi lebih terstruktur. Sejauh ini, ada lima SPPG di Kota Bekasi yang tengah berproses mendapatkan SLHS. Salah satunya adalah SPPG Yayasan Hajar Aswad Jamhari di Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustika Jaya.
SPPG tersebut telah melakukan pelatihan penjamah makanan, uji laboratorium, dan inspeksi kesehatan lingkungan, sehingga sertifikat tinggal diproses.
\”Sudah melakukan pelatihan penjamah makanan, sudah ada uji dari lab kesda juga sudah inspeksi kesehatan lingkungan, jadi kita tinggal proses saja,\” ucap Satia.
Percepatan Sertifikasi oleh Menteri Kesehatan
Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa percepatan sertifikasi SLHS dapur MBG harus selesai dalam satu bulan.
\”Dalam waktu satu bulan ke depan, proses percepatan ini (SLHS dapur MBG) harus selesai,\” ujar Budi, dikutip dari siaran pers, Senin (29/9/2025).
Budi menekankan, percepatan sertifikasi penting untuk memastikan standar kebersihan, kualitas sumber daya manusia, dan proses pengolahan makanan yang aman serta layak bagi masyarakat.
\”Gunanya memastikan standar kebersihan, kualitas SDM, dan proses pengolahan makanan yang aman dan layak bagi masyarakat,\” ucapnya.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.