TANGERANG SELATAN, ASKAI.ID – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bakti Jaya Setu 2, Jalan Bakti Jaya Pocis, Setu, Tangerang Selatan, ditutup pada Rabu (1/10/2025).
Pantauan menunjukkan bahwa tidak ada aktivitas di lokasi dapur tersebut. Pagar putih yang menjadi akses keluar-masuk digembok rapat, sementara dua mobil boks bertuliskan Badan Gizi Nasional terlihat terparkir di dalam garasi rumah.
Sejumlah warga sekitar membenarkan bahwa dapur MBG sudah berhenti beroperasi sejak awal pekan. Ella (45), warga setempat, mengatakan bahwa penutupan dilakukan sejak Senin. Menurutnya, alasan penutupan adalah karena tidak ada tukang masak.
“Dari kemarin Senin ditutup. Yang dari infonya sih alesannya karena enggak ada tukang masak,” ujar Ella saat ditemui di lokasi.
Menurut Ella, dapur MBG sebelumnya cukup ramai setiap hari, bahkan lebih ramai dibandingkan usaha katering yang pernah beroperasi di lokasi tersebut. Namun, ia juga mendengar kabar ada dua pelajar yang mengalami diare usai mengonsumsi makanan dari dapur itu.
“Mungkin sebenarnya masaknya bener tapi pas posisi panas ditutup jadi basi. Mungkin anak yang enggak nyium bau basi jadi ya dimakan aja, akhirnya daya tahan tubuh kurang. Kita enggak tahu juga, kami juga enggak ngerti,” jelasnya.
Warga lainnya, Jiah (bukan nama sebenarnya), juga menyebutkan bahwa dapur MBG sudah tidak beroperasi sejak Senin. Namun, ia mengaku tidak mengetahui penyebab pasti penutupan.
“Kurang tahu saya, pokoknya sepi aja. Saya enggak tahu. Saya dengar-dengar informasinya mah libur dari Senin,” kata Jiah.
Jiah menambahkan, saat masih aktif, dapur MBG selalu dipadati karyawan yang bekerja di sana.
“Kalau pas masih masuk mah ramai sama karyawan, tapi sekarang sepi karena bilangnya lagi libur,” ucap dia.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih berupaya mengonfirmasi alasan penutupan dapur MBG serta dugaan adanya warga yang sakit usai mengonsumsi makanan dari sana.
Penutupan Dapur MBG dan Isu Kesehatan
Beberapa warga sekitar menyampaikan kekhawatiran terkait kualitas makanan yang disajikan oleh dapur MBG. Meskipun sebelumnya cukup ramai, kini keadaan berubah drastis.
Ella mengungkapkan bahwa ada dugaan makanan yang disajikan mengandung bahan yang tidak segar. Ia menjelaskan bahwa mungkin saja makanan yang disajikan telah mengalami pembusukan karena tidak segera dikonsumsi.
Jiah menegaskan bahwa saat masih beroperasi, dapur MBG sering kali dipadati oleh karyawan yang bekerja di sekitar area tersebut. Namun, kini situasi berbeda, dan hanya sedikit orang yang datang.
Ada laporan dari warga bahwa beberapa pelajar mengalami diare setelah mengonsumsi makanan dari dapur tersebut. Meski belum ada konfirmasi resmi, isu ini menimbulkan kekhawatiran akan kesehatan masyarakat.
Upaya Konfirmasi dari Pihak Terkait
Meskipun penutupan dapur MBG telah diketahui oleh warga, hingga saat ini pihak SPPG Bakti Jaya Setu 2 belum memberikan penjelasan resmi.
Warga berharap agar pihak berwenang dapat memberikan jawaban mengenai alasan penutupan serta tindakan yang akan diambil untuk mencegah hal serupa terjadi di masa depan.
Beberapa pengunjung lokal juga menyampaikan kekecewaan mereka, karena dapur MBG sebelumnya menjadi salah satu tempat yang sangat membantu bagi masyarakat sekitar.
Harapan besar diarahkan kepada pihak SPPG untuk segera mengumumkan status terbaru dari dapur MBG dan memastikan kualitas makanan yang disajikan tetap aman untuk dikonsumsi.
Kesimpulan
Penutupan dapur MBG yang terjadi secara mendadak menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan warga sekitar. Meskipun alasan utama penutupan masih belum jelas, isu-isu tentang kesehatan dan kualitas makanan mulai muncul.
Warga berharap agar pihak terkait dapat segera memberikan penjelasan resmi dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan masyarakat.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.