DPM Pasang 3.650,9 kWp Panel Surya di Cikarang

·

·

Inisiatif Energi Hijau yang Berkelanjutan

PT Dharma Polimetal Tbk (DPM) telah mengambil langkah penting dalam mendukung transisi energi dengan memasang panel surya di fasilitas produksi pabriknya di Cikarang, Jawa Barat. Proyek ini memiliki kapasitas sebesar 3.650,9 kWp dan merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan serta target net zero emission (NZE) 2060.

Komitmen Perusahaan terhadap Lingkungan

Direktur PT Dharma Polimetal Tbk, Darmawan Widjaja, menjelaskan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur otomotif ini memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan keberlanjutan. Langkah strategis ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi jejak karbon, meningkatkan efisiensi energi, dan mendukung target bauran energi terbarukan nasional.

Sebagai perusahaan dengan kebutuhan energi tinggi, transisi penggunaan energi terbarukan menjadi prioritas utama. Pemanfaatan energi matahari tidak hanya membantu mengurangi ketergantungan terhadap listrik berbasis fosil tetapi juga memberikan dampak signifikan dalam pengurangan emisi karbon.

\”Sebagai perusahaan yang berkomitmen mendukung agenda sustainability dan target NZE 2060 sejalan dengan tagline perusahaan yaitu exist to contribute, kami percaya bahwa melindungi lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari misi kami,\” ujar Darmawan dalam keterangan resmi.

Kolaborasi dengan Mitra Strategis

Kerja sama antara DPM dan PT Investasi Hijau Selaras (Hijau) dimulai dari evaluasi internal DPM terhadap konsumsi energi dan jejak karbon perusahaan. Dengan menyadari pentingnya efisiensi energi dalam mempertahankan daya saing industri, DPM memilih Hijau sebagai mitra yang dikenal dengan rekam jejak positif dalam pengembangan energi baru dan terbarukan khususnya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap.

Proyek ini mulai dibangun sejak November 2024 dan sistem PLTS resmi aktif sejak Mei 2025 yang ditandai dengan terbitnya sertifikat laik operasi (SLO). Dengan kapasitas 3.650,9 kWp, PLTS ini mampu mengurangi emisi hingga 3.000 ton karbon dioksida (CO2) per tahun setara dengan menanam hampir 4.800 pohon atau mengurangi emisi dari 1.400 mobil.

Skema Zero Investment yang Inovatif

Direktur Utama PT Investasi Hijau Selaras (Hijau), Victor Samuel, menjelaskan bahwa proyek ini menjadi contoh konkret bahwa energi bersih dapat diadopsi tanpa membebani pelaku industri. Melalui skema zero investment, Hijau menanggung seluruh biaya pemasangan, pengoperasian, dan pemeliharaan sistem.

\”Kami ingin proyek ini menjadi model bagi industri lain yang ingin transisi energi tanpa modal awal. Kami berkomitmen menggunakan material berkualitas dan tahan lama. Dalam proyek ini, Hijau memilih walkway berbahan hot-dip galvanized yang tahan lama dan aman, dibandingkan fiber reinforced polymer (FRP) yang berisiko rapuh setelah beberapa tahun,\” tambah Victor.

Manfaat dan Potensi Ekspansi

Kolaborasi ini tidak hanya mendukung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), tetapi juga membuka jalan bagi ekspansi sistem serupa di fasilitas lain milik DPM. \”Kami siap memperluas pendekatan ini ke sektor industri lainnya. Sinergi antara teknologi, efisiensi, dan keberlanjutan ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana transisi energi bisa dicapai tanpa kompromi biaya maupun operasional,\” tutup Victor.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »