Fakta atau Hoax: BGN Akui Ompreng MBG Mengandung Minyak Babi?

·

·

Isu Ompreng MBG dan Kandungan Minyak Babi

Beberapa waktu lalu, isu tentang kandungan minyak babi dalam ompreng yang digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perbincangan hangat. Laporan investigasi yang dilakukan oleh media lokal menemukan adanya dugaan pemalsuan label \’Made in Indonesia\’ dan logo SNI pada ompreng yang sebenarnya diproduksi di Tiongkok. Selain itu, ada indikasi bahwa importir dari Provinsi Guangdong, Tiongkok, menggunakan ompreng tipe 201 yang diduga mengandung mangan tinggi dan tidak cocok untuk makanan asam.

Selain itu, ditemukan juga indikasi penggunaan minyak babi atau lard dalam ompreng yang diproduksi. Sebuah konten di media sosial menyebutkan adanya konfirmasi dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, terkait penggunaan minyak babi dalam pembuatan ompreng MBG. Meskipun demikian, apakah benar Dadan pernah membenarkan hal tersebut?

BGN Tidak Pernah Mengonfirmasi Impor Ompreng dari China

Berdasarkan penjelasan resmi dari BGN, mereka membantah adanya impor ompreng dari Tiongkok. Untuk menepis isu mengenai kandungan minyak babi dalam ompreng, BGN melakukan sidak ke pabrik pembuatan food tray di Kabupaten Bekasi. Dalam sidak tersebut, Dadan menjelaskan bahwa proses pembuatan ompreng menggunakan logam seperti kromium dan nikel, serta minyak nabati.

\”Di dalam proses pembuatan food tray, terkandung logam, kromium (baja tahan karat), dan nikel. Jadi, tidak ada apa pun (kandungan minyak babi),\” ujar Dadan saat sidak berlangsung. Ia juga memastikan bahwa produk dalam negeri aman dan terbebas dari minyak babi, karena melalui sertifikasi dari Kementerian Perindustrian dan BPOM.

Konfirmasi Ompreng MBG Terkontaminasi Minyak Babi Disampaikan MUI

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pernah memberikan konfirmasi bahwa ompreng MBG terkontaminasi minyak babi. Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Ni\’am Sholeh, menyatakan bahwa informasi tersebut valid setelah melakukan pertemuan mendalam dengan berbagai pihak. Dalam pertemuan tersebut, ia menerima penjelasan dari pihak yang menyaksikan langsung proses produksi di perusahaan.

\”Dalam FGD yang dilaksanakan di MUI, informasi mengenai dugaan paparan (minyak babi) terkonfirmasi dengan penjelasan pihak yang menyaksikan langsung. Ditambah dengan dokumen tertulis,\” kata Ni\’am. Pertemuan yang digelar pada 29 Agustus 2025 lalu dihadiri oleh perwakilan dari BGN, BPJPH, BPOM, BSN, serta beberapa asosiasi seperti ALPHI, APMAKI, dan Aspradam.

BGN Menjamin Kehalalan Program Menu MBG

Setelah pertemuan tersebut, BGN memberikan komitmen untuk menjamin kehalalan program MBG. Dari hasil klarifikasi, ada testimoni secara meyakinkan yang membenarkan informasi yang muncul di publik. Namun, BGN tetap menegaskan komitmennya untuk memastikan kehalalan produk selama proses MBG.

\”Komitmen ini mencakup kehalalan produk, barang gunaan, hingga rantai pasok program MBG,\” jelas Ni\’am. Informasi mengenai Kepala BGN yang membenarkan adanya kandungan minyak babi di dalam ompreng MBG disebut sebagai hoaks. Informasi tersebut disampaikan oleh MUI setelah melakukan pertemuan dengan sejumlah lembaga terkait.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »