Hamas Lepaskan 20 Tahanan Israel Jelang Pembicaraan Damai

·

·



Hamas akan memulai proses pembebasan sandera Israel pada hari Senin (13/10) pagi, sebelum perundingan perdamaian dimulai di kota Sharm el-Sheikh, Mesir. Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata fase pertama dalam konflik yang telah berlangsung sejak 7 Oktober 2023 lalu.

Dalam kesepakatan tersebut, setidaknya 20 sandera Israel yang dipercaya masih hidup akan dibebaskan oleh Hamas. Mereka akan ditukar dengan 2.000 sandera dari pihak Palestina. Seorang pejabat Hamas, Osama Hamdan, mengonfirmasi hal ini kepada AFP pada hari Sabtu (11/10). Ia menyampaikan bahwa pertukaran sandera akan dilakukan pada pagi hari Senin.



Pada siang hari, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, akan menjadi pemimpin utama dalam perundingan damai. Acara ini akan dihadiri oleh lebih dari 20 pemimpin negara dari kawasan Sharm el-Sheikh. Selain itu, Sekjen PBB, Antonio Guterres, juga dijadwalkan hadir dalam pertemuan tersebut.

Turut serta dalam perundingan ini adalah Perdana Menteri Inggris, Italia, dan Spanyol, serta Presiden Prancis. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian apakah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, akan hadir dalam acara tersebut. Sementara itu, delegasi Hamas tidak akan hadir langsung. Keputusan mereka akan diwakili oleh diplomat dari Qatar dan Mesir.

Meski demikian, Hamas akan menghadapi keputusan yang sangat rumit. Beberapa analisis menunjukkan bahwa rencana perdamaian yang diajukan oleh Trump bisa berpotensi melucuti dan menghilangkan peran Hamas dari wilayah Gaza.

Seorang pejabat Hamas yang meminta anonimitas mengatakan, \”Rencana perdamaian Trump membawa kompleksitas dan kerumitan. Menyingkirkan dan melucuti kami adalah sebuah keputusan yang tak bisa diterima.\” Hal ini menunjukkan ketegangan antara Hamas dan para pihak yang terlibat dalam perundingan damai.

Beberapa pihak mengkhawatirkan bahwa langkah-langkah yang diambil dalam perundingan ini bisa mengubah dinamika politik di Gaza secara signifikan. Dengan adanya penarikan pasukan dari wilayah tersebut, Hamas mungkin akan kehilangan pengaruhnya secara bertahap.

Selain itu, isu-isu seperti keamanan, pembangunan kembali infrastruktur, dan pengelolaan sumber daya juga akan menjadi fokus utama dalam perundingan ini. Para peserta diharapkan dapat mencapai kesepakatan yang adil dan berkelanjutan untuk mencegah konflik berulang di masa depan.

Perundingan ini juga menjadi momen penting bagi komunitas internasional untuk menunjukkan dukungan terhadap solusi damai dan stabilitas di kawasan Timur Tengah. Dengan partisipasi banyak negara dan organisasi internasional, harapan besar diarahkan agar hasil dari pertemuan ini bisa menjadi awal dari perdamaian yang berkelanjutan.


Leave a Reply

ASKAI NEWS | Kupon kode diskon: NOVEMBERAIN Selama bulan November.

Nonton Streaming Anime (Askai Anime) di AINIME.ID


 

Translate »