Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Dalam Proses Implementasi
Pemerintah Indonesia terus memperkuat program makan bergizi gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa program ini diperkirakan akan menyerap anggaran sebesar Rp 99 triliun pada akhir tahun 2025.
Dadan mengungkapkan bahwa hingga saat ini, serapan anggaran MBG sudah mencapai Rp 21 triliun. Ia optimis bahwa dalam waktu lima hingga sepuluh hari ke depan, angka tersebut akan bertambah sekitar Rp 5 triliun. \”Di akhir tahun itu kita akan menyerap kurang lebih Rp 99 triliun,\” ujarnya.
Pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Hingga kini, pemerintah telah membangun sebanyak 10.012 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG. Dapur-dapur ini tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk 38 provinsi, 509 kabupaten, dan 7.022 kecamatan. Setiap SPPG yang berdiri diharapkan dapat meningkatkan penyerapan anggaran antara Rp 900 juta hingga Rp 1 miliar.
Perhatian dari Menteri Keuangan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan perhatian khusus terhadap rendahnya serapan anggaran MBG. Ia menyatakan siap mengalihkan anggaran ke program lain jika penyerapan tidak optimal. Opsi yang disebutkan adalah bantuan pangan beras 10 kilogram.
\”Pemerintah akan alihkan ke tempat lain yang lebih siap atau ke masyarakat, seperti perluasan bantuan yang 2 kali 10 kilogram beras,\” ujar Purbaya.
Ia menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan rencana patroli ke sejumlah kementerian dan lembaga untuk memantau serapan anggaran. Menurutnya, pengalihan anggaran bisa memperpanjang program bantuan pangan beras yang saat ini baru direncanakan berlangsung pada Oktober-November 2025.
\”Kan bisa diperpanjang ke situ kalau memang enggak bisa diserap,\” kata Purbaya.
Pendekatan yang Tidak Menghukum
Purbaya menegaskan bahwa kebijakan ini bukan bentuk teguran kepada BGN, melainkan dukungan agar anggaran terserap lebih cepat. \”Bukan negur, kita membantu. Kita bantu secepatnya, tapi kalau enggak bisa juga, kita ambil duitnya. Kan gitu fair, kan. Daripada nganggur duitnya, kan saya bayar bunga juga,\” ujarnya.
Ia menekankan bahwa tujuan utama adalah memastikan anggaran digunakan secara efektif. \”Tapi kalau memang bisa diserap, kan bagus. Jadi saya enggak negur, tapi saya mendukung. Tapi kalau enggak jalan, saya ambil duitnya,\” tambahnya.
Kesimpulan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu inisiatif penting pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses layanan gizi yang lebih baik. Meski ada tantangan dalam penyerapan anggaran, pemerintah tetap berkomitmen untuk memastikan anggaran digunakan secara efisien dan berdampak nyata bagi masyarakat. Dengan pembangunan SPPG yang semakin luas, diharapkan program ini dapat mencapai target yang ditetapkan dan memberikan manfaat yang maksimal.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.