Kasus Keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Barat
Kasus keracunan yang terjadi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat (Jabar) telah dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Untuk mengetahui penyebabnya, Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jabar melakukan pengujian terhadap 163 sampel MBG yang tersebar di berbagai wilayah. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebanyak 23 persen dari sampel tersebut positif terkontaminasi bakteri.
Bakteri-bakteri yang terdeteksi antara lain Vibrio cholera, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Bacillus cereus. Kepala Labkesda Jawa Barat, dr. Ryan Bayusantika Ristandi, menjelaskan bahwa penyebab keracunan dapat bervariasi, tetapi secara umum, dominasi bakteri yang ditemukan adalah Salmonella dan Bacillus cereus.
Dampak Infeksi Bakteri pada Anak
Menurut Prof. dr. R. Fera Ibrahim, Guru Besar dalam Bidang Virologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), infeksi oleh Salmonella dan Bacillus cereus memiliki gejala yang berbeda.
Salmonella menyebabkan gejala seperti diare berair atau kadang berdarah, demam, nyeri perut kolik, mual, muntah, dan malaise. Sementara itu, infeksi Bacillus cereus mengakibatkan muntah hebat, mual, nyeri perut ringan, diare berair, kram perut, dan mual.
Jika tidak segera ditangani, infeksi kedua bakteri ini dapat menyebabkan komplikasi serius. Komplikasi akibat Salmonella meliputi dehidrasi berat, sepsis/bakteremia, meningitis (kasus jarang pada bayi/anak/imunokompromais), reaktif arthritis, IBS pasca-infeksi, serta carrier state kronis. Sedangkan komplikasi dari Bacillus cereus umumnya bersifat self-limiting (dapat sembuh sendiri), tetapi bisa menjadi sepsis, pneumonia, atau endoftalmitis pada kelompok imunokompromais atau neonatus.
Infeksi pada Makanan dan Risiko Terhadap Kelompok Rentan
Dalam konteks infeksi pada makanan, Salmonella sering menjangkit telur, ayam, daging kurang matang, susu tidak dipasteurisasi, dan produk segar terkontaminasi. Sementara itu, Bacillus cereus lebih umum menempel pada makanan seperti mi atau nasi yang dibiarkan pada suhu ruang. Bakteri ini juga bisa menempel pada daging, sayuran, saus, dan produk susu.
Masa inkubasi untuk Salmonella berkisar antara 12 hingga 36 jam, sedangkan untuk Bacillus cereus hanya 1 hingga 16 jam. Gejala akan lebih terasa pada kelompok rentan seperti bayi, anak kecil, lansia, dan imunokompromais.
Tips Pencegahan Infeksi Bakteri
Untuk mencegah infeksi oleh kedua bakteri tersebut, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Pencegahan Infeksi Salmonella
- Masak makanan hewani hingga matang sempurna
- Hindari konsumsi telur/daging mentah
- Gunakan susu pasteurisasi
- Pisahkan makanan mentah dan matang
- Cuci tangan dan alat dapur sebelum/selesai memasak
Pencegahan Infeksi Bacillus cereus
- Simpan makanan panas pada suhu lebih dari 60 derajat Celsius atau dingin pada suhu kurang dari 4 derajat Celsius
- Jangan biarkan nasi/mi pada suhu ruang terlalu lama
- Panaskan ulang makanan dengan benar sebelum dikonsumsi
- Jaga kebersihan perlatan dapur dan wadah penyimpanan
Dengan memperhatikan langkah-langkah pencegahan ini, risiko infeksi oleh Salmonella dan Bacillus cereus dapat diminimalkan, sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga.


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.